One Night Bersama Sahabat

One Night Bersama Sahabat
Pernikahan


__ADS_3

Happy reading....


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Gavin dan Shi, di mana pernikahan mereka akan dilangsungkan di sebuah gedung yang mewah.


Tangan Gavin tengah menjabat tangannya Jojo, di mana pria itu akan mengucapkan ijab qobul dan mempersunting Shi untuk menjadi istrinya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Shiena Alexander binti Jojo Alexander, dengan mas kawin 1 unit rumah dan juga mahar 2 miliar dibayar tunai," ucap Gavin dengan lantang dalam satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? Sah?" tanya penghulu pada semua orang.


"SAH!" sorak semua tamu yang ada di sana.


Gavin tersenyum lega saat dia berhasil mengucapkan kata sakral yang sudah beberapa hari ini dia hafalkan. Walaupun begitu mudah terdengar, namun saat pria itu mengucapkannya begitu sangat berat dan terasa sulit.


Tiba-tiba Shi datang dengan kebaya putih di gandeng Juwi dan Tania. Dia terlihat begitu amat sangat cantik, membuat semua orang yang ada di sana terpukau. Apalagi wajahnya yang ke Asia-an dan dipadu dengan wajah ke barat-baratan terlihat begitu memukau.


Gavin sampai terpukau tidak mengedipkan matanya sama sekali, hingga tiba-tiba saja Lian menepuk pundaknya.


"Jangan melamun! Entar kesambet," ledek Lian.


"Habis cantik banget sih, Pah," jawab Gavin.

__ADS_1


Shi duduk di samping Gavin, kemudian Gavin memasangkan cincin lalu Shi pun mencium tangan pria tersebut, begitu pula dengan Gavin yang mencium kening sang istri.


Setelah itu keduanya diantar menuju pelaminan di mana akan menyambut ucapan selamat dari semua para tamu undangan.


"Kamu benar-benar cantik sayang, aku jadi tidak sabar ingin segera melahapmu," bisik Gavin di telinga Shi.


Wanita itu menatap tajam ke arah Gavin, kemudian dia mencubit pinggangnya, membuat Gavin terkekeh. "Jangan aneh-aneh deh! Ini masih di pelaminan!" kesal Shi


"Justru masih di pelaminan, rasanya aku ingin segera menggendongmu dan menidurkanmu diranjang. Kira-kira 'ntar malam berapa ronde yang akan kita habiskan ya?" Gavin menatap ke arah atas.


Mendengar itu Shi bersemu malu, pipinya sudah merah bagaikan kepiting rebus, kemudian dia menatap tajam ke arah Gavin.


"Jangan menggodaku! Kamu tidak lihat, ini banyak tamu. Udah deh, jangan berpikir yang jorok-jorok! Kondisikan dulu otaknya, kalau perlu kamu rendam tuh pakai Rinso!" kesel Shi.


"Gavin Arganendra!" kesal Shi sambil menekan nama suaminya, membuat Gavin semakin terkekeh.


Sedangkan Lian, Jojo, Tania dan juga Juwi duduk di kursi yang ada di sebelah mereka, dan melihat bagaimana tingkah pengantin baru itu.


"Gavin, sudahlah, jangan meledek istrimu terus-menerus. Kasihan dia, tuh pipinya sudah merah.agi pula di sini banyak tamu, nanti saja goda-godaannya di kamar," ujar Juwi.


.

__ADS_1


.


Jam 15.00 sore acara selesai, kemudian mereka diantar untuk menuju sebuah hotel karena di sana acara resepsi pernikahan akan dilangsungkan.


Di dalam mobil Shi menyenderkan kepalanya di bahu kekar Gavin. Dia benar-benar kelelahan karena terus saja berdiri, satu tangannya memijat kaki dan melihat itu Gavin pun merasa tak tega.


Sesampainya di lobby hotel, tanpa aba-aba Gavin langsung menggendong tuh Shi, membuat wanita itu menjerit. "Hei! Lepasin aku! Malu tahu."


"Kenapa harus malu? Kaki kamu sakit kan, jadi biar aku gendong."


Mendengar ucapan suaminya, Shi tersenyum. Dia benar-benar beruntung karena memiliki Gavin , tapi sangat disayangkan jika Aryan tidak datang ke pernikahannya, dengan alasan bahwa pria itu juga tengah melangsungkan pertunangan.


Setelah sampai di kamar Gavin segera menidurkan tubuh Shi, kemudian dia mencopot sepatu wanita itu lalu Gavin memijit kaki Shi.


"Sayang, jangan dipijit! Kamu kan juga pasti lelah. Sudah sana gih mandi!"


"Masih ada waktu untuk beristirahat dulu. Kamu kan juga capek, tidak apa-apa, lagian kaki kamu tuh sampai merah kayak gini, aku kompres pakai air dingin dulu ya."


Shi menganggukkan kepalanya, dan Gavin segera memesan air dingin beserta kompresan. Dan tak lama seorang pelayan datang mengantarkannya.


Shi yang sudah kelelahan pun akhirnya tertidur, bahkan rasa dingin di kakinya tidak dihiraukan, dan Gavin yang melihat itu pun tersenyum.

__ADS_1


'Semoga kita selalu bersama-sama dalam suka maupun duka. Dan aku berharap rumah tangga kita langgeng tanpa ada halangan apapun.' batin Gavin sambil mengecup tangan Shi.


BERSAMBUNG....


__ADS_2