One Night Bersama Sahabat

One Night Bersama Sahabat
Membatalkan Perjodohan


__ADS_3

Happy reading....


Jam 14.00 siang, Aryan baru kembali ke kantor. Dia benar-benar sangat lega karena semua meetingnya sudah selesai, dan seketika pria itu teringat dengan Luna.


"Bagaimana dia ya? Apa masih ada di festival itu?" gumam Aryan.


Saat pria itu akan menyalakan ponselnya, tiba-tiba sebuah berita menayangkan tentang kericuhan yang terjadi di festival yang ada di taman kota.


Seketika mata Aryan membulat, dia mengingat Luna ada di sana dan takut jika terjadi apa-apa dengan wanita itu. Apalagi Aryan mengingkari janjinya karena sebuah pekerjaan.


"Apa Luna baik-baik saja ya? Kenapa aku jadi cemas gini. Kalau sampai terjadi apa-apa dengannya, aku benar-benar merasa bersalah," ucap lirik Aryan.


Dan di berita itu menayangkan jika banyak korban berjatuhan, bahkan ada 80 korban yang meninggal dunia, sementara 100 orang luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit.


Saat Aryan akan keluar dari ruangannya, tiba-tiba ponselnya berdering, karena pria itu tadi sudah menyalakannya dan ternyata itu panggilan dari Papanya.


"Iya halo assalamualaikum, Pah," ucap Aryan saat telepon tersambung.


"Waalaikumsalam. Kamu di mana Aryan?" Terdengar suara Papanya di seberang sana sangat panik.


"Aku baru sampai kantor, habis selesai meeting. Emangnya kenapa, Pah?"


"What! Jadi kamu tidak ke festival bareng Luna?" kaget Papa Hendi di seberang telepon.


"Iya, soalnya kerjaan aku banyak, jadi aku tidak bisa datang. Aku nanti akan minta maaf sama dia Pah,* jawab Aryan yang merasa tak enak.


Terdengar senyuman yang meremehkan di seberang telepon, membuat Aryan seketika mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Kamu ingin meminta maaf kepada Luna, maka datanglah ke rumah sakit. Karena saat ini dia tengah dirawat sebab terkena luka tembak di punggungnya."


"Apa! Luna tertembak!" kaget Aryan sambil beranjak dari duduknya dengan tatapan yang begitu kaget.


"Iya, dan kamu harus ke rumah sakit sekarang!" Setelah itu telepon pun terputus.


Aryan yang mendengar jika Luna masuk rumah sakit pun merasa sangat panik sekaligus merasa bersalah, karena pria itu tidak jadi datang ke acara tersebut, dan dia malah mendengar jika Luna terkena luka tembak.


Dengan cepat pria itu pun bergegas menuju rumah sakit yang sudah dikirimkan oleh Papa Hendi alamatnya lewat Ponsel.


Aryan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Entah kenapa dia merasa panik saat mendengar Luna terluka, mungkin karena Aryan merasa bersalah sebab dia sudah membuat Luna menunggu tanpa kepastian.


Sesampainya di rumah sakit, Aryan langsung menuju ruangan di mana saat ini Luna tengah dirawat.


Dan saat sampai sana dia melihat kedua orang tua Luna tengah menunggu gadis itu, sementara Luna hanya menatap sayu dengan tatapan kecewa ke arah Aryan.


Kedua orang tuanya menatap tak rela, namun akhirnya Papa Luna mengerti kemudian dia mengajak istrinya untuk keluar.


Aryan mendekat ke arah ranjang rumah sakit di mana saat ini Luna tengah terbaring dengan selang infus di tangannya. Dia menatap sedih ke arah wanita itu, di mana dirinya sudah berjanji untuk datang namun dia malah mengingkarinya karena sebuah pekerjaan.


"Luna, maafkan aku. Tadi aku tidak jadi datang, karena--"


"Tidak apa-apa kok, aku mengerti. Maaf jika aku memaksa. Seharusnya aku memang tidak menunggumu di sana, dan seharusnya aku tidak berharap banyak padamu." Luna memotong ucapan Aryan.


Dapat terlihat oleh pria tersebut jika Luna amat sangat kecewa kepadanya, dan secara tidak langsung Luna terluka karena kecerobohan Aryan yang tidak datang.


Mungkin saja jika Aryan datang dan menemui Luna tepat waktu, kejadian itu tidak akan terjadi dan Luna bisa terhindar dari tembakan.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa terluka?"


"Tidak apa-apa, tidak sengaja kena tembakan saja," Jawab Luna sambil tersenyum canggung. "Oh ya, sejujurnya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu."


"Apa itu?" tanya Aryan dengan dahi mengkerut heran.


"Aku ingin membatalkan Perjodohan kita. Aku sudah berbicara kepada mama dan papa, kalau kita memang tidak berjodoh, dan kita memang tidak cocok. Cinta tidak bisa dipaksakan. Iya memang terkadang Cinta itu datang seiring berjalannya waktu, tapi aku merasa di hati kamu sudah ada seseorang. Nadi aku ingin mundur, daripada nanti sakit hati," jelas Luna.


Aryan tentu saja sangat syok saat mendengar penuturan gadis itu. Dia menatap wajah pucat Luna dan melihat keyakinan di kedua matanya.


Entah kenapa Aryan merasa tidak rela saat Luna mengatakan ingin membatalkan perjodohan mereka.


"Apa! Kamu ingin membatalkan perjodohan kita? Apa kamu serius?" tanya Aryan memastikan.


Luna tersenyum, kemudian dia menganggukkan kepalanya dengan pelan. "Ya, aku yakin. Lagi pula buat apa? Jika kita menikah nanti, di hati kamu masih ada wanita lain hanya akan membuatku sakit dan membuat aku terluka. Aku hanya ingin menikah untuk menggapai sebuah kebahagiaan bersama dengan pasanganku, bukan sebuah penderitaan. Kamu tidak usah merasa bersalah, karena aku yang memutuskan ini. Dan lagi pula, dari awal juga kamu tidak menginginkan Perjodohan ini kan," tutur Luna panjang lebar.


Arilyan terdiam, dia tidak bisa menjawab ucapan dari Luna. Dia ingin mengatakan Iya, tetapi entah kenapa hatinya menolak untuk berkata hal itu. Aryan seakan berat untuk kehilangan wanita yang berada di hadapannya.


"Aku ..." Aryan menggantung ucapannya, dia menatap ke arah Luna dengan merasa bersalah, karena wanita itu saat ini tengah terluka di hadapannya dan secara langsung itu adalah ulahnya.


"Tidak. Aku tidak akan membatalkan Perjodohan ini!" tolak Aryan.


Luna menatap heran saat mendengar penolakan dari pria itu, karena yang dia tahu Aryan tidak setuju dengan Perjodohan ini, dan kenapa dia malah menolak di saat dirinya ingin mundur dan mengakhiri semuanya.


"Kenapa? Bukankah ini yang kamu mau? Buat apa Perjodohan ini diteruskan. Apa kamu ingin menyiksa batinku?" tanya Luna.


"Tidak. Aku tidak berniat menyakiti batinmu. Aku tidak ingin membatalkan Perjodohan ini, karena ..." Aryan menggantung ucapannya untuk memastikan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2