Our Little World

Our Little World
1. Apa apa


__ADS_3

Seorang gadis menangis di pinggir lapang, beberapa siswa lain hanya acuh tak acuh beberapa lainnya memandanginya sambil bertanya tanya dan menilai dia aneh, juga gila. Dari sisi lain lapangan dua orang siswa lelaki akan melintas.


"idih itu cewe kenapa nangis di pinggir lapang, ga malu apa" ucap siswa lelaki yang membawa gorengan dan es teh manis di tangannya.


"ayolah ke kelas aja, biarin aja" ucap temannya.


lelaki itu masih terdiam melihat seorang siswa lelaki tinggi yang sepertinya kakak kelas menghampiri gadis itu. Temannya sudah pergi duluan. Lelaki yang baru datang mengulurkan tangannya pada gadis yang menangis itu.


Gadis itu mendongak memandang lelaki dihadapannya.


"ga usah so baik deh!" teriak gadis itu.


"aku minta maaf"


Gadis itu terdiam.


"aku ga bisa melihat kamu nangis kayak gini"


Gadis itu bangkit dan mengusap kasar air matanya. Tatapannya dingin pada lelaki dihadapannya.


"Dengar ya Akmal, aku nangis bukan karena kamu!" ia langsung pergi menuju wc untuk mencuci wajahnya.


"dasar cewe aneh" gumam lelaki bernama Akmal.


"Yusuf!" seseorang memanggil lelaki yang masih diam di pinggir lapang melihat drama tadi. Lelaki itu menoleh pada yang memanggilnya, seorang perempuan dengan rambut panjang tersenyum padanya.

__ADS_1


"Maurin, ada apa?" tanyanya.


"Kamu habis dari kantin?"


"iya, aku ke kelas dulu" Yusuf segera meninggalkan Maurin. Maurin mendelik sebal karena di tinggalkan, seperti biasanya.


Sepulang sekolah masjid sudah ramai dengan anggota rohis yang melaksanakan kumpulan. Membahas penyambutan siswa baru di tahun ajaran baru nanti. Waktunya sudah cukup dekat, mereka tidak mau menyiapkannya saat liburan akhir tahun nanti. Yusuf memimpin rapat hari itu. Setelah pulang, di gerbang Yusuf melihat gadis yang mengis di pinggir lapang berjalan menuju gerbang, namun diikuti oleh lelaki yang menghampirinya tadi. Lelaki itu berusaha menarik tangan gadis itu.


"Diem!"


"Mar, kamu dengerin dulu. kamu harus maafin aku"


"aku udah maafin kamu"


"terus kenapa kamu kayak gini?"


"kita balikan ya?" tanya lelaki itu


"ngga"


"kenapa?"


Gadis itu melemas, "nanti aku beri tahu, bukan disini"


gadis berkerudung itu pun pergi meninggalkan lelaki itu sendiri dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"ada apa sebenarnya" gumam pria itu cemas seperti mendapat firasat buruk.


Yusuf kembali melaksanakan niatnya untuk pulang, setelah kejadian itu selesai.


~~


Liburan berlalu. Siswa baru mulai datang ke sekolah dengan hati senang. Sekolah ini merupakan sekolah favorit di kota ini. Beberapa kelas unggulan ada yang menggunakan bahasa inggris dalam kesehariannya. Dalam bidang akademik maupun non-akademik sekolah ini terbilang berprestasi, wajar setiap tahun selalu ramai pendaftar. Ditambah, ini merupakan sekolah negeri yang gratis. Setiap tahun, seluruh siswa selalu bergantian kelas sesuai dengan nilai ujian akhir mereka.


Yusuf berjalan gontai memasuki gerbang sekolah. Temannya menghampirinya dan menepuk pundak Yusuf.


"Bro! kelas unggulan dong bro" ucapnya sambil menunjuk diri sendiri.


Yusuf hanya mendelik malas.


"Lesu banget, bau bau bukan unggulan" ucap temannya mengejek.


Yusuf mengangguk lemas, "12 Ipa 5"


Temannya tertawa keras, "santai bro, biasanya ipa 5 isinya cewe cantik"


"au ah"


"duluan bro" temannya berjalan lalu jatuh tersandung. Yusuf tertawa tak tertahankan.


"makannya bro, ga boleh sombong Allah ga suka" teriak Yusuf sambil menghampirinya dan membantunya berdiri.

__ADS_1


"Puas ketawanya?" tanyanya.


"Banget" jawab Yusuf.


__ADS_2