Our Little World

Our Little World
7. Kala


__ADS_3

Waktu istirahat, Maryam pergi ke kantin bersama Aulia dan Mina. Di depan kelas 12 ipa 6 , Maurin dan temannya sedang duduk mengobrol. Saat melihat Maryam, ia langsung berdiri dan berbicara sinis padanya.


"Maryam, aku ngasih coklat itu bukan buat kamu tapi buat Yusuf" ucapnya.


"Benar ternyata dari kamu" ucap Mina.


"Lagian dia kasih bukan ke aku aja" ucap Maryam.


"Dia juga nawarin ke kita" sahut Mina.


"Heem, dia gak suka pemberian dari kamu"


"Hahah. Kamu lagi Maryam pakai kerudung tapi kelakuan kayak gitu, pacaran lah, ini lah itu lah" ucap Maurin.


"iyah kelakuan aku memang kayak gitu. Tapi aku pakai kerudung karena ini kewajiban, meskipun kelakuan aku baik atau nggak, pantes atau nggak. Aku tetap harus pakai walau terpaksa, seperti hal nya solat. Walau kita banyak dosa, kita tetap harus solat" ucap Maryam tegas dan pergi meninggalkan Maurin.


"Dasar munafik!" ucap Maurin sinis.


Maryam terpancing dan membalikkan tubuhnya kembali menghadap Maurin.


"Apa?" ucap Maurin


"Kamu nantangin ya" ucap Maryam sengit padanya.


Maurin tersenyum, "aku gak takut"


Maryam diam.


"Ayo mulai" ucap Maurin.


"Ngapain aku harus ngeladeni setan" ucap Maryam kembali berbalik. Maurin menarik bagian belakang kerudung Maryam.


"Aww" Maryam mendorong Maurin keras.


Keributan antar perempuan pun terjadi. Lalu tiba-tiba...


"Maryam!!" Maryam terdiam dan melihat siapa yang berteriak memanggil namanya. Tatapannya masih sengit berganti pada yang meneriakkan namanya.


"kenapa kamu harus berteriak memanggilku hah!?" Maryam ikut berteriak.


Lelaki yang meneriakinya datang menghampiri mereka.


"Kalian kenapa sih? kamu lagi Maryam kenapa ngeladeni dia?" ucap lelaki itu.


"Yusuf, kamu mihak dia?" tanya Maurin


"iya, memang kenapa?" jawab Yusuf


Maryam pergi meninggalkan mereka diikuti oleh Aulia dan Mina.


Yusuf mendelik pada Maurin.


"Yusuf!" panggil Maurin saat Yusuf akan pergi.


Mina ikut berhenti saat langkah Yusuf terhenti karena panggilan Maurin.


"Kamu bisa ga lihat aku sebentar aja" ucap Maurin.


"Ga bisa, kamu bukan mahramku. Dan aku mohon sama kamu untuk berhenti ngejar-ngejar aku. kamu itu perempuan kamu harus punya harga diri" ucap Yusuf lalu pergi kembali ke kelas.


Mina mendengarnya dan melihat linangan air mata di pipi Maurin. Ia mendekat dan menepuk pundaknya, "kamu harus menyerah buat dapetin dia. Yusuf ga bisa di dapetin dengan cara kayak gitu"


Mina berjalan ke kelas dan duduk di bangkunya menghadap ke arah Yusuf di bangkunya.


"Kamu sendiri?" tanya Yusuf yang melihat Mina kembali sendiri.


"Heem"


Yusuf hanya tertunduk sambil membuat perahu kertas di bawah mejanya.


"Karena aku perempuan, jadi aku mau bilang bahwa perempuan itu rapuh kalau di bentak. Entah itu Maryam atau Maurin. Sekasar apapun perempuan tapi kalau dia dikasari, dia bisa menangis" ucapnya tanpa melihat pada Yusuf.

__ADS_1


"Kamu mau tahu kenapa Maryam waktu itu menagis? Karena dia gak pernah tahan untuk dibentak atau diteriaki. Aku gak tahu alasannya apa, entah karena masa lalunya atau apa. Tapi dia akan menangis"


Yusuf mengerutkan dahi.


"Oh ya, aku mau tanya. Apa Maryam masih ada hubungan sama kak Akmal?" tanyanya.


"Ga tau, dia ga pernah cerita soal kak Akmal" jawab Mina.


Yusuf hanya mengangguk dan tetap menunduk.


"Kenapa nanya itu?" tanya Mina.


"ngga apa-apa"


Mina pergi mengobrol dengan Siska dan temannya.


Aulia dan Mayam datang ke kelas membawa tiga gelas es teh manis.


"nih, kamu kemana sih tadi" Aulia menyodorkan es teh manis pada Mina.


"makasih, disini aja"


"eh tadi di kantin ada keripik maicih tau" ucap Maryam.


"Terus? kok ga beli?" tanya Mina


"Habis" ucap Aulia


"besoklah kita berburu" ucap Mina dibalas anggukan yang lain.


"oh iya Maryam, soal yang tadi kamu ucapin kalau kerudung itu wajib" tanya Aulia.


"Iya, wajib. Allah perintahkan dalam al-quran" jawab Maryam


Aulia menunduk, "meskipun kita belum siap dan belum pantas?"


Maryam mengangguk. Yusuf mendengar obrolan mereka.


"Aul, Mina, kalian sayang ga sama ayah kalian?" tanya Yusuf.


"Iya, ayah adalah pria yang paling aku sayangi" tambah Mina.


"Kalau kalian sayang, tutuplah aurat kalian. Apa kalian tega, melihat orang yang mengorbankan hidupnya untuk kalian di akhirat kelak harus masuk neraka karena kalian?" ucap Yusuf.


Mina dan Aulia menggeleng. Maryam hanya diam tertunduk dengan perasaan sedih.


Sepulang sekolah, Maryam di rangkul Mina keluar kelas bersama Aulia.


"Kamu harus tanggung jawab" ucap Mina pada Maryam.


"kalian kenapa?" Maryam kaget melihat kedua temannya menatap serius.


"Anterin kita beli kerudung" ucap Mina.


Maryam tersenyum senang dan mengangguk.


Mereka pun segera pergi.


"Kita naik taksi aja ya, aku yang bayar" ucap Mina.


Setelah menemukan taksi, mereka segera masuk.


"Pak, ke andir ya" ucap Maryam.


"beli di andir?" tanya Aulia.


"iya, disana murah-murah soalnya"


"ikut aja deh" ucap Mina.


Mereka sampai di pasar andir setelah dua puluh menit perjalanan. Mereka melihat-lihat beberapa baju yang sudah menyambut mereka di depan.

__ADS_1


"Aduh kebiasaan cewek, liat baju bagus dikit didatengin" ucap Maryam.


"Hehe cuman liat-liat doang kok"


Mereka melanjutkan pencarian di bagian dalam pasar.


"ihh bagus bagus deh bajunya, jadi pengen beli" ucap Mina setiap melihat baju pajangan pada setiap toko.


"iya ih, lucu-lucu" sahut Aulia.


"aku juga pengen beli" Maryam ikut-ikutan.


Tapi mereka terus berjalan sampai menemukan tempat menjual kerudung sekolah dan langsung membelinya.


"mau beli kerudung buat main juga" ucap Aulia.


Mereka kembali mencari. Sampai di sebuah toko penjual kerudung segiempat dengan berbagai warna dan corak.


"Aku mau yang polos aja" ucap Mina.


Setelah satu jam mereka memutari pasar dan berbelanja, mereka singgah di tukang es kelapa muda di pinggir pasar.


"ahh seger" ucap Aulia setelah meminum es nya.


Mina melihat jam tangannya, "gila, kita udah satu jam disini"


"biasa, cewe bisa sampai berjam-jam kalau belanja" ucap Aulia.


"padahal hasilnya cuman beli kerudung tiga biji"


Mereka tertawa.


"Habis ini ke rumahku yuk. Maryam, ajarin kita cara pakainya" ucap Mina.


"Siap" jawab Maryam.


Mereka kembali mencari taksi untuk pulang ke rumah Mina.


Sampailah mereka di rumah Mina yang tampak kuno dan sudah lama di bangun. Kalau kata orang mungkin itu rumah peninggalan Belanda.


"Selamat datang di rumahku yang kuno ini" ucap Mina.


"wahh aku selalu pengen punya rumah kayak gini, model lama" ucap Aulia.


Mereka pun masuk. Duduk di sofa sederhana di ruang depan.


"tunggu ya" Mina masuk kedalam.


"antik-antik semua" ucap Maryam sambil mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.


"keren"


Mina keluar membawa tiga gelas minuman dingin berwarna kuning.


"ke kamarku yuk" Ucap Mina masih berdiri dan berjalan menuju kamar.


Maryam dan Aulia mengikuti.


Mereka mencoba kerudung. Maryam mengajarkan Mina dan Aulia cara memakainya. Lalu bersenda gurau.


"lain kali, kalian nginep disini ya"


"ayo" jawab Aulia.


Maryam terdiam.


"kamu gak mau Maryam?" tanya Mina.


"Aku mau banget, tapi kayaknya ga bakal di izinin sama ibu aku" ucap Maryam.


"yahh, kenapa?"

__ADS_1


"aku harus bantu ibu. Tapi aku bakal coba buat minta"


Mereka tersenyum.


__ADS_2