Our Little World

Our Little World
4. Yusuf


__ADS_3

Sepulang sekolah Yusuf langsung pulang kerumahnya. Umminya sedang menjahit pakaian di ruang tengah.


"Assalamualaikum mi"


"Waalaikumsalam, Yusuf nanti setelah ganti baju langsung makan ya nak" ucap umminya.


"iya mi siap"


Yusuf langsung ke kamarnya dan berganti pakaian, tadi ia sudah solat ashar di sekolah. Ia langsung mengeluarkan buku dalam tasnya dan menyiapkan pelajaran untuk besok. Itu adalah kebiasaanya sejak dulu. Sebelum pulang sekolah ia selalu menyelesaikan pr di sekolah dan solat ashar disana. Dengan cepat Yusuf menuju meja makan dan menghabiskan lauk yang di sediakan umminya.


"oh ya ummi sudah makan?" tanya Yusuf.


"sudah, habiskan lauknya" ucap umminya.


Yusuf kembali memakan makanannya.


"mi, besok aku mau bekal ke sekolah."


"tumben"


"biar irit uang jajan. kan Yusuf mau ngumpulin uang mi"


"iya, nanti ummi sediakan"


"ngga, yusuf buat sendiri aja. masih ada waktu sehabis solat subuh"


"iya, gimana Yusuf saja"


Yusuf selesai makan, ia membawa bangku plastik dan duduk di sebelah umminya yang tengah menjahit.


"ga ada pr suf"


"ngga mi"


"boleh tolong ummi antar baju pesanan pak Dadan?"


"Pak Dadan? boleh mi" Yusuf senang.


Ia mengeluarkan motor dari garasi dan segera pamit ke rumah guru matematika itu.


Rumahnya cukup jauh, ada di perumahan sebelah. Sedangkan rumah Yusuf di kampung pinggir perumahan itu. Saat sampai, Yusuf langsung mengetuk rumah tanpa pagar yang sangat rapih dan tertata itu.


"Assalamualaikum" tak ada jawaban.


Lalu sebuah mobil sedan hitam berhenti di garasi samping rumah. Pak Dadan ternyata baru pulang.


"eh Yusuf, ada apa?" kata pak Dadan menyambut Yusuf senang.


"Mengantar baju pesanan bapak"


"padahal ada Resa di dalam, mana dia ya. Ayo masuk" pa Dadan merangkul Yusuf kedalam.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Resa"


Seorang anak perempuan berusia sepuluh tahun turun keluar dari kamar.


"Papa.." ia memeluk pak Dadan.


"kamu ga denger tadi ka Yusuf dateng?"


"ngga"


Pak Dadan mempersilahkan Yusuf duduk.


"ini pak bajunya"


"oh iya, Resa coba kamu pakai" ucapnya pada Resa.


"iya pa" Resa berganti baju di kamarnya.


"pas sayang?" tanyanya.


"iya, pas pa. Resa suka"


Pak Dadan tersenyum, Yusuf juga ikut tersenyum.


"Tunggu sebentar ya" pak Dadan pergi ke kamarnya. Resa duduk di sebelah Yusuf.


"kak Yusuf mau ga jadi kakaknya Resa, jadi temennya Resa?"


"mau. emang tadi Resa sendirian aja di rumah?"


pak Dadan keluar dari dalam kamarnya membawa amplop.


"ini sebagian uang bayarannya. Dan tolong kasihkan ini pada ummi kamu ya"


"iya pa. Yusuf boleh langsung pulang pa?" ucap Yusuf.


"kak, besok bakal kesini lagi?" tanya Resa.


"iya, kakak bakal main sama Resa"


Resa tersenyum senang, begitupun pak Dadan.


Yusuf langsung pulang dengan motornya, segera memberikan amplop yang diberikan pak Dadan pada ibunya.


"Yusuf, menurutmu bagaimana pak Dadan itu?"


"dia guru yang baik mi, ramah. orangnya juga lucu"


"dia seorang duda suf, dan kemarin dia berencana melamar ummi"


"ummi ga bilang sama Yusuf" ucap Yusuf kaget.

__ADS_1


"Kamu ga keberatan kan suf?"


"kalau ummi suka, terima saja. Yusuf ikut bahagia, kalau ummi bahagia"


umminya tersenyum dan menggenggam tangan Yusuf.


"oh ya ummi, Yusuf juga kasian sama Resa. dia kesepian"


"iya, karena itu juga ummi memikirkan untuk menerima lamaran pa Dadan"


Yusuf tersenyum.


"ummi, kita siap siap solat magrib"


Yusuf segera menyiapkan sarung untuk solat di masjid.


2.30 pagi


Yusuf sudah bangun dan terduduk di kasurnya. Mengambil wudhu ke kamar mandi dan melaksanakan solat tahajjud, setelahnya berdzikir dan tilawah. Sambil menunggu adzan magrib ia membaca sedikit buku pelajarannya hari ini. Setelah solat subuh, ia mandi dan mencuci bajunya. lalu ke dapur untuk membuat bekal sekolahnya. Ia hanya membuat nasi goreng dan telor. Lalu sarapan bersama ummi, dan pergi ke sekolah dengan motornya.


Tepat pukul 6.40 Yusuf sampai di sekolah. Jamal juga baru datang dengan motornya dan menyapanya. Saat menuju kelas, Maurin menghampirinya.


"Yusuf, kelas kita searah" kata Maurin.


"iya" jawab Yusuf tanpa melirik sedikitpun padanya.


Ia melihat pada jam tangannya.


"oh kamu setiap hari datang jam segini" ucapnya.


"ngga juga" ucapnya dingin.


Jamal yang disebelahnya hanya diam saja melihat kelakuan dingin sahabatnya.


"kamu cuek banget sih sama aku. Jadi bikin aku greget sama sikap dingin kamu" ucapnya centil.


"terserah" Yusuf mempercepat jalannya.


Jamal melihat ke arah Maurin.


"kasian deh" gumamnya dengan isyarat bibir.


Maurin mengepalkan tangannya seperti ingin memukul Jamal karena kesal.


ilustrasi gambar Yusuf ❤👇




__ADS_1


Our Little World


To be continued...😊


__ADS_2