
Maryam melihat Yusuf dengan cepat mengerjakan latihan matematika. Sedangkan dia baru saja menyelesaikan dua soal pertamanya.
"Ajarin dong" ucap Maryam.
"yang mana?"
"nomor 3, 4, 5 "
"sini"
Yusuf mengajari Maryam dengan tenang dan jelas, Maryam langsung mengerti.
"okeh aku coba kerjain nomor 6 sendiri"
Yusuf mengangguk.
"hahai selesai sampai nomor sepuluh. gampang-gampang ternyata" dendang Maryam senang. Yusuf tersenyum sambil tertunduk.
Saat istirahat, Maryam membuka bekal makannya. Yusuf melihatnya, "wah bawa bekal"
"iya, biar irit uang jajan" jawab Maryam.
"besok-besok aku juga gitu deh"
Seorang siswi berambut panjang menghampiri mereka.
"Hay Yusuf" sapanya.
"Jamal, kantin yuk" Yusufberdiri dan merangkul Jamal lalu pergi keluar kelas.
Maryam menahan tawa sambil mengunyah makanannya. Maurin mendelik pada Maryam.
"Heh Maryam, jangan mentang-mentang kamu sering diajak ngobrol sama Yusuf, kamu jadi so deket sama dia" ucap Maurin.
Maryam buru-buru menelan makanannya, dan berbicara nyerocos.
__ADS_1
"heh Maurin, semua cewe di kelas ini juga sering kok ngobrol sama Yusuf" ucap Maryam sambil menunjuk ke seluruh siswi di kelas.
"iya, kamu aja yang ga dianggap sama Yusuf. Dia risih sama kamu" ucap Aulia yang duduk di depan Maryam.
"Hahahah, cintanya bertepuk sebelah tangan. Ga malu apa cewe ngejar-ngejar" Mina puas tertawa dan berkata nyinyir.
Maurin kesal dan langsung pergi kembali ke kelasnya.
Waktu dzuhur telah masuk. Maryam bangkit dan membereskan bekalnya. Sambil melangkah menuju ke pintu, satu persatu meja yang dia lewati ia tepuk pelan.
"Solat, solat ayo solat"
Salwa sudah berdiri, "ayo Mar"
Salwa menggandeng tangan Maryam. Yusuf dan Jamal baru saja datang dari kantin. Jamal ikut menggandeng tangan Maryam sama seperti Salwa.
"eh, ga boleh. bukan muhrim" Maryam menyentak tangannya agar tangan Jamal terlepas.
Yusuf dan Salwa tertawa kecil.
"solat solat kalian calon imam" ucap Maryam sambil berlalu pergi.
"Langsung ke mesjid aja yuk" ucap Yusuf ikut pergi ke masjid.
Setelah solat Jamal mengajak Yusuf ke atap sekolah. Tempat biasa mereka nongkrong kalau sedang istirahat atau sepulang sekolah ketika mereka belum mau pulang.
"sudah lama ga kesini" ucap Yusuf.
"ya, Burhan sama Surya masuk kelas unggulan jadi jarang kesini"
"hmm" Yusuf mengangguk.
"Suf, menurutmu Maryam gimana?"
"yaa gitu"
__ADS_1
Yusuf memandang sahabatnya yang melihat ke jalanan di bawah sana.
"Dia unik suf, cewe unik"
"iya, pakai kerudung tapi kelakuan amburadul"
"tapi, kau tidak lihat setiap waktu masuk solat dia pasti menyuruh setiap orang untuk solat. Juga, dia punya tatapan sedih di balik keceriaannya suf" kata Jamal.
Yusuf tahu sahabatnya ini telah bertemu banyak orang dengan berbagai sifat, karena dia sering sekali berpindah pindah rumah. Ayahnya juga seorang tentara dan ibunya adalah psikolog.
"Setiap orang pasti punya ceritanya masing-masing" ucap Yusuf.
"suf, kau tidak tertarik padanya?"
"tidak"
"aku saja tertarik"
"sudah kuduga, ah kau ini kemana-mana kalau ngomong. bilang saja kau tertarik"
"hehehe" Jamal nyengir.
"balik kelas" ucap Yusuf sambil pergi.
"aku takut kamu juga tertarik sama dia" Ucap Jamal sambil berjalan.
"ngga" Yusuf yakin.
•
•
Out Little World
To be continued...😊
__ADS_1