Our Little World

Our Little World
2. Chairmate


__ADS_3

Yusuf segera masuk ke kelas. Kelas sudah ramai dengan siswa lain, beberapa menyapanya. Ia melihat- lihat dimana dia akan duduk. Bangku belakang hampir penuh, hanya bangku depan yang kosong. Ia malas duduk di depan, seorang siswi berkerudung dan kaca mata melihat ke arahnya.


"hey Salwa, kita satu kelas" ucap Yusuf senang. Ia berjalan menuju bangku paling belakang yang kosong, ada tas hitam yang sudah menempati bangku sebelahnya.


"Assalamualaikum everybody!" ucap seorang siswa lelaki saat masuk kelas.


"Waalaikumsalam bang Jamal!" jawab Yusuf.


Melihat Yusuf, Jamal terlihat lebih senang dari sebelumnya.


"kita sekelas lagi bro" seru Jamal.


"duduk dimana?" tanya Jamal.


"Biasa, dapet bangku peruntungan" jawab Yusuf sambil melirik kearah bangkunya di paling belakang.


"nyari yang strategis memang. Aku sebelahmu"


"sudah ada orang"


"siapa?"


"ga tau"


"pindahkan saja"


"ga bisa dong, dia yang berhak duluan disitu"


"oke lah disini aja" Jamal duduk di bangku sebelah kanan Yusuf, berbeda jajaran.


Bel masuk berbunyi. Seluruh siswa berebut masuk ke kelas. Yusuf sudah menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangannya di meja, saat seseorang berdiri di samping mejanya dia mengangkat wajahnya dan melihat seorang siswi berkerudung menatapnya.



"Kamu.." gumam Yusuf.


"Aku Maryam, duduk di sini" ucap siswi itu sambil menunjuk bangku di sebelah Yusuf.


Yusuf kaget, "oh ini tas kamu, aku kira cowok"

__ADS_1


Maryam duduk di kursinya dan mengacuhkan Yusuf. Guru wali kelas baru mereka datang dan memperkenalkan diri.


"Kamu ini cewe yang waktu kelas sebelas nangis di pinggir lapangan kan?" tanya Yusuf berbisik pada Maryam.


Maryam kaget, berbalik pada Yusuf.


"kamu tau?"


"siapa yang ga tau?"


"itu..."


"yaudah gausah dibahas" Yusuf menahan tawa.


"kamu itu si ketua rohis ya?" tanya Maryam.


"iya. Kenapa?"


"ohh jadi kamu orangnya"


Yusuf menatap Maryam heran.


"gak apa-apa"


Pelajaran berikutnya adalah matematika.


"tau ga, katanya guru matematika kelas 12 itu pada killer" ucap Maryam.


"ya mana mungkin, orang kelas 12 angkatan kemarin aja masih pada hidup" jawab Yusuf santai.


"bukan killer pembunuh, tapi nyeremin" ucap Maryam kesal.


"ah masa sih" jawab Yusuf meledek.


"liat saja, baru saja masuk kelas pasti sudah memberi soal"


Tak lama guru matematika datang, langkahnya panjang dan cepat. Baru satu langkah dia masuk kelas sudah berbicara dengan cepat.


"Assalamualaikum anak-anak"

__ADS_1


Belum selesai siswa membalas salamnya, sudah disambung dengan ucapannya lagi.


"Saya Dadan Restu, guru matematika kelas 12. Sudah mengajar sejak kalian belum lahir"


Ia mengeluarkan spidol dari dalam tasnya dan menulis angka angka di papan tulis.


"tuh kan aku bilang juga apa" bisik Maryam pada Yusuf.


Yusuf masih memperhatikan tangan pak Dadan.


"ada yang bisa menjawab?" tanya pa Dadan saat selesai menulis. Beberapa siswa masih kebingungan.


Yusuf sudah sibuk mengotret di bukunya, tak lama ia mengacungkan tangannya. Berbarengan dengannya, siswi berkerudung yang duduk paling depan juga mengacungkan tangannya.


"ya, yang paling belakang" ucap pak Dadan sambil menunjuk Yusuf.


Yusuf berjalan maju dan berhenti tepat di depan siswi yang tadi mengacung.


"maaf ya Salwa" ucap Yusuf sambil tersenyum jahil.


Yusuf mengerjakannya dengan cepat. Dibelakang, Maryam melihat buku yang di coret-coret Yusuf namun tak mengerti.


wah, dia genius juga. Beruntung deh aku duduk sebelah dia. Nilai aku harus lebih besar dari tahun kemarin batin Maryam.


"Benar. Ini untuk kamu" pak Dadan memberikan coklat berukuran kecil pada Yusuf.


"Terimakasih pak" Yusuf bergikrak kembali ke mejanya.


"Pak, mau juga dong" ucap Aulia yang duduk di bangku depan Maryam.


"kalau mau, kerjain soal tadi" ucap pak Dadan sambil tersenyum.


"Lain kali deh pak"


"Nanti aku belikan pulang sekolah" ucap Lingga yang duduk di sebelah Jamal. Anak-anak lain menertawakan.


"tuh ada yang mau membelikan" ucap pak Dadan Jahil.


"Guru matematika tidak seburuk itu" ucap Yusuf pada Maryam yang melihat keasyikan pak Dadan.

__ADS_1


"ya, pa Dadan lucu" Maryam tertawa.


__ADS_2