Our Little World

Our Little World
6. Cita-cita (2)


__ADS_3

"...


Masa SMA adalah masa nano nano Ketika kamu merasakan indahnya pertemanan,


Indahnya masa remaja, merasa bebas karena merasa dewasa,


Saat kamu memiliki mimpi dan ingin segera mewujudkannya.


Ketika kamu harus berpisah dengan orang-orang,


Mulai mengerti banyak hal, kepahitan hidup, ketidakadilan,


Memulai sebuah perjuangan saat kamu perlu jatuh berkali-kali.


Tapi masa itulah yang akan selalu melekat dalam ingatan dan kenangan


yang juga nano nano..."


#


Maryam datang sebelum Yusuf. Saat menaruh tas ia melihat sesuatu di bawah laci mejanya. Karena penasaran ia mengambilnya. Sebuah cokelat yang dihiasi pita cantik berwarna merah, ada sebuah kertas bertuliskan "for Yusuf, by M". Maryam tertawa lucu atas coklat itu dan kembali menyimpannya. Tak lama Yusuf juga datang dengan wajah cerianya bersama Jamal. Maryam duduk dengan santai saat Yusuf juga duduk di sebelahnya.


" Ada yang kasih kamu hadiah tuh" ucap Maryam.


"Siapa?" tanyanya.


Maryam menunjuk coklat yang ada di laci mejanya. Yusuf mengambilnya dan membaca tulisan dalam kertas itu.


"Dari kamu ya?" tanyanya jahil.


"Ih ngapain banget aku kasih kamu begituan. Gede rasa kamu" ucap Maryam.


Yusuf menyodorkan coklat itu pada Maryam.


"Buat kamu"


"Lah, itu kan buat kamu" ucap Maryam.


Jamal melihatnya dan tersenyum.


"Wah kasih kasih coklat, ada apa nih?" ucapan Jamal terlalu keras hingga terdengar oleh seisi kelas.


"Cieee bakal ada pasangan nih di kelas ini" sahut Siska. Aulia dan Mina yang sedang jalan menuju bangku mempercepat langkahnya.


"Beneran?" tanya Mina penasaran.


Yusuf menghela nafas malas dan menyodorkan coklat itu pada Mina dan Aulia.


"Mina, Aul, nih makan aja coklatnya" kata Yusuf sambil menyimpannya di atas meja.


Mina dan Aulia mengerutkan kening heran dan saling memandang.


"Bukan, itu coklat dari penggemarnya Yusuf" Ucap Maryam melirik pada Yusuf sambil menahan senyum.


"Siapa?" tanya Aulia.


"Berinisial M"


"Maryam"


"ihh bukan aku"


"Maurin" ucap Mina


"nah itu sepertinya" sahut Aulia, Maryam ikut mengangguk.


Jamal melirik pada Yusuf. Yusuf mendekat pada Jamal karena paham.


"Tenang bro, bukan apa-apa kok. Gabakal aku pacarin itu cewek" ucap Yusuf.


"Hmm iya iya" Jamal percaya pada sahabatnya itu karena mana mungkin Yusuf mau pacaran.


Jam pelajaran kedua kosong, karena ibu Sandra guru biologi hari ini ada acara di kementrian pendidikan di Jakarta. Yusuf sudah sedari tadi pergi keluar bersama Jamal. Sedangkan keadaan kelas ipa 5 saat ini telah diiringi dengan musik dari salah satu ponsel siswa, beberapa saling mengobrol dan beberapa tidur.


Maryam tetap di bangkunya mengobrol dengan Aulia, Mina dan Siska.

__ADS_1


Yusuf datang membawa berlembar-lembar surat.


"Apaan tuh?" tanya Siska.


"Formulir sama surat keterangan"


"Formulir apa?" tanya Maryam.


"Daftar beasiswa"


"kemana?" tanya Mina.


"Madinah" ucap Yusuf tegas dan dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Wahh keren. Good luck ya" ucap Siska.


"Iya, makasih sis" ucap Yusuf.


Yusuf kembali berdiri dan mengajak Jamal pergi.


"Mau kemana lagi?" tanya Mina.


"Mau minta surat rekomendasi dari kepala sekolah" jawab Yusuf sedikit berteriak.


"Hebat sih kalau sampai dapet" Ucap Siska.


"Iyalah"


"Kalian mau lanjut kemana?" Tanya Maryam.


"Aku pengen kuliah di univ negri" ucap Aulia.


"Semua orang juga mau" sahut Siska


"Aku mau ke UI" ucap Mina


"serius? memang bisa sampai UI?" ucap Siska.


"Pasti bisa, meskipun harus jalur mandiri"


"Kalau aku masih belum tau kemananya, tapi pengen jurusan pendidikan bahasa dan sastra sunda" ucap Aulia.


"itu jarang ada yang mau" ucap Mina.


"Memang, udah gitu anak muda jaman sekarang lebih bangga sama bahasa luar daripada bahasa sendiri" ucap Aulia.


"Aduh si geulis meni sae pisan" ucap Siska. Mereka semua tersenyum.


"Jurusan itu kalau gak salah ada di UPI sama UNPAD" ucap Mina.


Yusuf datang bersama Jamal.


"Yusuf, kamu mau jadi apa kalau sudah besar?" tanya Mina.


"Presiden!" ucap Yusuf lantang.


"Dan aku jadi Mentri Ekonomi" sahut Jamal.


"Kamu serius mau jadi presiden?" tanya Siska.


"Tapi jangan jadi presiden yang php ya" ucap Maryam.


"Jangan cuman janji-janji doang tapi tidak dilaksanakan" Ucap Siska.


"Dilantiknya jadi, janji kampayenya ga jadi" sahut Aulia.


"diamuk masa sebelum dilantik oleh cewek-cewek korban php" ucap Jamal dari samping telinganya.


"Eh ga jadi, ga mau jadi presiden. Berat tanggung jawabnya, aneh aku sama yang nyalonin diri jadi presiden, padahal kan berat hisabnya ntar" jawab Yusuf.


Yang lainnya hanya tertawa kecil.


"Lebih baik jadi mentri" ucap Jamal.


"Sama aja" sahut Yusuf.

__ADS_1


"Terus, kalau ga ada yang mau. Siapa yang mau memimpin negeri ini?" tanya Jamal.


"Kitalah" ucap Siska.


"Yah, semoga pemimpin negeri ini amanah dan bertanggungjawab dunia akhirat" ucao Yusuf serius.


"Aamiin" sahut yang lain.


"eh Mar, kamu mau jadi apa?" tanya Aulia.


Maryam tersenyum dan menjawab, "ga tau. Pokonya aku mau jadi orang kaya"


"bagus" ucap Yusuf.


"bukannya orang kaya itu di hisabnya paling terakhir?" tanya Jamal.


"iya" jawab Yusuf


"Iya, tapi kalau aku kaya aku bisa bikin hidup orang lain bahagia. Banyak orang diluar sana yang kelaparan hingga mencuri dan berbuat dosa cuman demi uang dan makan. Banyak juga diluar sana yang tidak bisa solat karena tak punya baju bersih. Atau bahkan gelandangan di luar sana yang ga belajar sama sekali bahkan ga bisa beli Al-quran apalagi membacanya. Sekarang tuh orang kaya banyak dan memperkaya diri sendiri tanpa mau mambantu orang lain yang sangat-sangat membutuhkan" terang Maryam panjang lebar.


Semua menatapnya kagum.


"Sungguh mulia hatimu Maryam, aku sampai terenyuh" ucap Siska.


Yusuf tersenyum simpul.


"oke oke, sini" dia menegadahkan tangannya seperti meminta.


"Kita berdoa bersama" sambungnya.


Semua mengikuti.


"Semoga kita semua, anak kelas 12 ipa 5 terutama kita berenam mendapatkan rizki dari Allah, dan kesempatan untuk menggapai mimpi kita di masa depan"


"Aamiin"


"Shallu 'ala sayyidina Muhammad" ucap Yusuf di akhir doa.


"Allahumma shalli wasallim wa baarik 'alaih" sahut Maryam dan Jamal.


"kalian juga harus jawab" ucap Yusuf pada Mina, Aulia dan Siska.


"gimana?"


"sholawat pada nabi ketika mendengar namanya" jawab Maryam.


"oke"


"Kalau ngga, kalian jadi orang paling pelit sejagat" sahut Jamal.


"iya.. iya.." ucap mereka bersamaan.


Maryam tersenyum.


"Kalau gini kamu kerasa deh ketua rohisnya" ucap Maryam pada Yusuf.


Yusuf tertawa kecil mendengarnya, "Memangnya makanan, kerasa"




Our Little World


To Be Continued...😊


Janganlupa tinggalkan jejak wahai para readers kuh tercintaaa😍


Hatur nuhun,


Arigatougozaimasta~


Gamsahamnida~


Thank you,

__ADS_1


Terimakasih banyak~~😘


__ADS_2