Pacarku Superstar

Pacarku Superstar
Restoran


__ADS_3

mereka hening sejenak menerka neerka apa isi hati mereka dan jawaban apa yang akan diterima Riko nanti. sesaat kemudian pelayan datang membawakan buku menu kemeja mereka.


" selamat malam silahkan mau pesan apa kak" sapa pelayan resto tersebut


" Hmm kamu mau pesen apa Din? "


" aku masih kenyang kamu aj yang pesan "


" serius gak mau makan, makanan disini enak disini enak banget lho ? rayu Riko


" iya bener suer gue minum aja lemon tea 1 "


" oke mbak aku pesen ini ya " kata Riko dengan menunjuk beberapa menu yang dia anggap cukup menarik.


" baik kak mohon ditunggu sebentar ya kak" pelayan itu pamit meninggalkan meja Riko


keheningan pun terjadi lagi. tak ada pembicaraan seperti biasanya mereka lakukan.


*flashback on *


"praankkk"


terdengar barang pecah berserakan dilantai apartmen Rika. tampak berantakan dan tampak kusut penampilan Rika setelah mengetahui Riko tidak mencintainya dengan setulus hati. Riko terpaksa menerima perjodohannya dengan Rika karena paksaan kedua orangtua mereka. sementara Riko hanya menunduk merasa bersalah karena sudah mempermainkan ketulusan Rika dan lebih syok lagi ternyata Rika mengetahui kalau Riko suka dengan sahabatnya sendiri Dinda. Rika g menyangka kedekatan mereka menumbuhkan benih cinta dihari Riko.


" aku kurang apa beb" tanya Rika menangis tersedu sedu


"maafin aku ka bukan maksud gue buat nyakitin kamu " balas Riko menunduk merasa bersalah


" achhhhhh...... kamu jahat kamu jahat " Rika mengamuk memukul pukul punggung Riko

__ADS_1


" maaf "


" semudah itu kamu minta maaf setelah hati gue kasih semua ke Lo " amuk Rika


" jujur gue g pernah berniat sakitin Lo Rik tapi gue juga gak bisa nolak permintaan orang tua gue " Riko membela diri


" kamu kan bisa menolak dari awal sebelum gue jatuh cinta ma Lo ?


" sorry gue waktu itu gak punya keberanian buat nolak perjodohan ini "


" gue gak terima perlakuan Lo sama gue. gue bakalan balas semua. kalau gue gak bisa miliki Lo so Dinda juga g bakalan miliki lo" ancam Rika


" Lo mau ngapain Rik, ini gak ada hubungannya dengan Dinda ini pure salah gue, kalau g terima lo boleh balas gue " balas Riko


" Lo bilang gak ada hubungannya ? heh.... dia udah rebut Lo dari gue " Rika emosi


" gak peduli. gue bakalan balas semua perbuatan Lo ke Dinda " ancam Rika


" PERGI LO DARI TEMPAT GUE PERGI " usir Rika emosi dan menangis


akhirnya Riko meninggalkan apartemen Rika. dengan pikiran kalut otak Riko hanya satu yang dituju ketemu Dinda. Malam itu Riko meluncur kekostan Dinda.


*flash back off *


keheningan cukup lama pun terjadi dimeja itu. Riko masih bingung dengan perasaanya begitu. juga Dinda entah memikirkan apa. keheningan pun pecah setelah pelayan datang dengan makanan yang mereka pesan.


" permisi kak " sambil menurunkan makanan dari bakinya


" silahkan mbak " Riko mempersilahkan

__ADS_1


" selamat menikmati kak" pelayan itu undur diri


" terimakasih " balas Dinda


sesaat kemudian tak sengaja kedua mata mereka bertemu seolah mencari kata apa yang akan terucap.


" makan Din " ucap Riko memecah keheningan


"oo oke ..." sesaat Dinda lupa kalau dia sudah makan bakso ketika melihat steak dan kentang goreng didepan matanya. air liur serasa ingin menetes untuk sekedar mencicipi makanan itu. Riko melihat ekspresi Dinda tersenyum geli melihat orang yang dia suka mudah sekali tergoda dengan makanan. dengan lihai Dinda memotong steak dan memasukan kedalam mulutnya


" achhh.... nikmat surga enak banget " ucap Dinda spontan


" hahahahaha ..... "


" beneran lho ini cobain " tiba tiba Dinda menyuapi Riko dengan garpunya


" enak kan ...? Dinda ketawa bangga


Riko tertawa kemudian dia mengambil piring Dinda dan segera memakannya


" oi itu piring gue ... balikin " perintah Dinda


" woii ini punya gue Lo kan tadi gak pesen apa apa " ejek Riko berniat mengerjai Dinda


seketika ingatan Dinda kembali tapi bukan Dinda kalau untuk urusan makanan enak harus mengalah


" ogah bodo amat ini punya gue ... " Dinda mengambil kembali piringnya.


Dengan buru buru dia memakan sisa steaknya hingga belepotan. Riko dengan refleks membersihkan saus yang belepotan dibibir Dinda tersebut. Dinda terpaku dengan sikap romantis Riko keheningan terjadi lagi.

__ADS_1


__ADS_2