
10 menit Riko telah sampai dikosan Dinda.
" cantik bangun ini dah sampai " kata Riko membangunkan Dinda
" hmm... dah sampai ya " Dinda mengejamkan mata berulang ulang seolah mengumpulkan sisa nyawa
" terimakasih ya dah nganterin, aku keluar dulu ya " pamit dinda
" sebentar Dinda " Riko menahan tangan Dinda dan Riko mengecup kening Dinda. Dinda melotot tak menyangka Riko menciumnya ke dua kali.
" hati hati sayang I love you " ucap Riko tersenyum manis
" hmm iya ... bye " Dinda segera berlari memasuki kos. Jantung Dinda bagai musik dugem yang sedang diputar kencang.
" ya Tuhan ini jantung lama lama jebol kalau gini bener bener gak sehat " kata Dinda dalam hati.
suasana kos sepi karena sudah pukul 11 malam. Mayoritas penghuni sudah masuk kamar masing-masing hanya ada beberapa orang saja yang masih menikmati indahnya malam.
Dinda segera masuk ke kamar dan membersihkan diri. setelah selesai Dinda mematut diri didepan kaca sambil melamun dan Dinda ngomong sendiri.
" apa itu benar benar Riko katakan ya ?"
" trus gue harus jawab apa?
"Trus bagaimana dengan Rika?
__ADS_1
" bagaimana dengan orangtua Riko dan Rika "
" apa aku salah kalau aku terima Riko?
" apa aku bisa diterima keluarga Riko ?
" atau aku cuma jadi pelarian Riko saja ?
otak Dinda seolah beradu argumen sendiri hingga dia simpulkan ini semua cuma mimpi dan halu karena capekan photoshoot hari ini.
keesokan hari nya dinda sudah bersiap berangkat kekampus. karena hari ini mereka ada janji untuk membahas program kerja KKN bulan depan.
tepat pukul 9 Diana sudah siap dengan motor maticnya. Namun ketika akan membuka gerbang muncul sosok Riko yang sudah siap dengan senyum manis.
" Ya Allah astagfirullah setan mana ini " ucap Dinda kaget
" ya habisnya lo nonggol gak assalamualaikum juga kayak setan " balas Dinda tak kalah sewot
" gimana mau salamualaikum tiba tiba Lo juga nonggol buka gerbang " timpal Riko
" Lo mau ngapain pagi pagi dah nonggol " tanya Dinda sewot
Riko langsung berubah mode ke cool
"aku mau jemput kamu sayang " sambil kedip kedip mata
__ADS_1
" sejak kapan kita berubah menjadi aku kamu ? tanya Dinda pura pura lupa ingatan.
" ich manisnya yang sok lupa ingatan " goda Riko
" apaan sich gue kan ga paham maksud Lo" Dinda berpura pura
tiba tiba Riko mencium pipi Dinda
cup ...
Dinda terbengong lagi
"ciye ciye ... pagi pagi dah sun " goda Syifa
" siapa siapa kak ? tanya penghuni kos lainnya
" siapa lagi kalau bukan model kebanggaan kita semua " ujar Syifa
" ciyeee...." serentak anak kost keluar kamar melihat dinda
Dinda menutup wajahnya dengan kedua tangannya menahan malu ketahuan dicium didepan kos. Tidak henti dari itu tiba tiba Riko mengambil bucket bunga dari dalam mobilnya dan berlutut didepan Dinda dan kembali menyatakan cinta didepan penghuni kos
" Dinda dari awal kita bertemu waktu aku sudah merasa klik dengan kamu, seiring berjalannya waktu kita berteman dan bersahabat aku merasa nyaman dan ingin selalu berada di sampingmu melindungimu dan menjagamu dari apapun yang membuatmu menangis, aku tak pernah rela air matamu jatuh untuk menangisi hal hal yang membuatmu terluka. ketika kamu sakit hatiku lebih sakit ketika kamu bahagia aku lebih bahagia mungkin itulah alasanku ingin menjadi bagian hidupmu.
Dinda bolehkan aku menjadi bagian dari hidupmu ? tembak Riko
__ADS_1
Dinda terpaku dengan serangan Dhuha yang berhasil memporak porandakan organ dalam Dinda. Dinda bingung mau jawab apa antara rasa malu bahagia seneng sedih semua campur aduk jadi satu.
seluruh penghuni kos pun kompak hening menunggu jawaban Dinda mereka sama halnya harap harap cemas jawaban apa yang bakalan Dinda berikan.