Pahlawan Legendaris

Pahlawan Legendaris
Episode 2 : Pengkhianat Licik


__ADS_3

Pagi telah tiba di luar penginapan sangatlah ramai, Ziro baru bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak "hhooaaaaam yosha, hari ini aku akan melakukan pertualangan kembali" berbicara kepada dirinya sendiri seraya bangkit dari kasur. ia tidak sengaja melihat ke lemari kecil tempat meletakan uang ternyata lacinya terbuka, dengan cepat Ziro memeriksa laci tersebut ternyata uang yang ia hitung tadi malam telah hilang begitu juga dengan zirah yang diletakan di sampingnya tidur tidak ada. ia berlari ke kamar Karin dan berteriak " Karin gawat uang dan perlengkapan kita telah hilang, Karin apakah kau masih tidur" teriak Ziro sambil menggedor pintu kamar karin.


Berkali-kali Ziro memanggil Karin namun tidak ada respon sama sekali. Tiba-tiba datang prajurit dari kekaisaran ia pun dibawa untuk menghadap paduka raja, Sesampai di sana ia langsung di lempar ke arah Paduka Raja Arch dan Ziro di tondong dengan senjata oleh prajurit.


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Ziro dengan merasa bingung.


Ziro melihat Karin berada jauh di depannya "Karin kamu baik-baik saja" sapa Ziro kepada Karin.


Setelah di sapa Ziro, Karin seperti ketakutan bagaikan telah terjadi sesuatu yang membuat Karin syok dan bersembunyi dibelakang Zeno.


"Ada apa dengan kamu Karin, Kamu baik-baik saja" sekali lagi Ziro menyapa Karin.


"Tutup mulutmu iblis, pahlawan yang tak tahu diri!" teriak Paduka Raja Arch.


"Apa maksudmu?" tanya Ziro penuh dengan kebingungan.


"Putriku bisakah kau menceritakan ulang kejadiannya" pinta Paduka Raja Arch kepada putrinya.


Karin mulai bercerita "Tn. Ziro malam tadi sangat mabuk berat dengan bir dan masuk kekamar tanpa izin serta langsung menerkam dan merobek pakaian saya. Saya berusaha melarikan diri, untung saja bertemu Tn. Zeno yang menyelamatkan saya" carita yang dibuat Karin dengan rekayasanya.


Mendengar cerita itu membuat Ziro terkejut "apa-apaan semua pembicaraan mu itu".


"Andai saja Karin tidak menghalangiku dan meyakinkan untuk prajurit saja yang datang, pasti aku sudah menghabisimu" kata Zeno membela Karin.


"Kalian bertiga lebih mempercayai mereka dari pada aku?" Ziro meyakinkan Zeno, Jail dan Iron.


"Setelah mendengarkan penjelasan dari Karin kami tak percaya lagi dengan mu" Kata Iron.


"Kami sudah mempunyai firasat buruk tentang keberadaanmu disini memang benar" Jail memperkuat keyakinannya untuk membela Karin.


"Padahal setelah selesai makan aku pergi kekamar untuk tidur! aku juga tidak mabuk!" Ziro membela diri.


"Tn. Ziro, pahlawan berpedang telah melakukan hal yang sangat tidak layak terhadap putriku dan itu merupakan dosa besar di negeri ini. Semua bentuk pelecehan terhadap wanita merupakan dosa yang tidak bisa dimaafkan yang setara dengan kematian" tegas Paduka Raja Arch seraya berdiri dari tempat duduknya.


Ziro terdiam dan berbicara dalam hatinya "tidak ku sangka di balik Karin yang baik dan terlihat sangat polos ia memiliki hati yang sangat licik seperti iblis" gumam Ziro.


"Ini hanya kesalah pahamankan" Ziro menyanggah perkataan Paduka.


"Aku tidak melakukannya, jika itu kenyataanya harus di sertai dengan bukti, mana bukrinya" Ziro masih membela dirinya yang telah terpojok.


Seseorang prajurit menghampiri Paduka Raja Arch, "mohon maaf Paduka setelah saya memeriksa kamar Tn. Ziro saya menemukan Ini" kata seorang prajurit sambil memperlihatkan sebuah kancut.


Ziro terkejut dengan apa yang di temukan prajurit di kamarnya.


"Mengapa bisa benda itu ada dikamarku!".


"Kau tak bisa mengelak lagi, dasar pahlawan Iblis mesum" kata Zeno dengan nada yang menusuk.

__ADS_1


"Karin mengapa kau melakukan hal sejahat itu untuk menghianatiku, bukankah kita patner?" Ziro menanyakan kepastian dari Karin.


Karin membuka wajahnya yang ia tutup dengan menggunakan tangan dan menjulukan lidahnya. Hal itu membuat Ziro berpikir bahwa ia tidak akan percaya lagi kepada seorang wanita. Ziro di cap sebagai pahlawan yang tak tahu diri, ia pun di usir dari kerajaan dengan merasa terhina dan dengan hati yang tidak tenang dangan dipenuhi kebencian. Ziro kehilangan kepercayaan, uang...nama baik dan harga diri sebagai seorang pahlawan, kehilangan segalanya tetapi Ziro akan membuktikan bahwa keberadaannya dan ialah yang paling benar.


Ziro berjalan dari kekaisaran menuju hutan, ia berjalan melewati desa sepertinya warga desa telah mendengar rumor yang tidak pasti tentangnya mereka semua menghindar. Ketika di jalan Ziro bertemu dengan penjual peralatan perang, ia tidak mempercayai rumor tentang keburukan Ziro dan memberikan sebuah jas karena baju Ziro terlihat sangat kusut.


"Ambillah jas ini untuk mu" Kata si penjual peralatan perang sambil menyerahkan jas.


Ziro mengambil jas yang di serahkan kepadanya "Berapa harganya?" tanya Ziro.


"Tidak usah di bayar ini adalah jas yang lama aku simpan, aku lupa namamu siapa pahlawan berpedang?" tanya si penjual peralatan.


"Terimakasih, namaku Ziro, Nama paman siapa?" Ziro menanyakan balik.


"Jangan panggil aku paman karena kita seumuran, panggil saja aku Jack!" jawab Jack dengan tersenyum"


"Baiklah Jack aku pergi dulu, Terimakasih ya jasnya" Kata Zero sambil meninggalkan Jack.


"Okay, hati-hati jangan sampai mati!" Ucap Jack dengan melambaikan tangan.


"Aku takkan mati" membalas ucapan Jack sambil mengacungkan jempol.


Sesampai Ziro di dalam hutan sangat marah atas kejadian tuduhan yang tak masuk akal, ia melampiaskan kemarahnnya kepada monster-monster yang ada dalam hutan. Zero mengumpulkan barang yang di jatuhkan monster itu yang berbentuk seperti kristal. Di samping ia membunuh monster Ziro bertambah kuat dan levelnya terus naik, hujan dan panas ia lewati sendiri. Ziro menjual kristal-kristal tersebut di sebuah toko membeli barang yang di jatuhkan monster atau toko antik yang pernah ia kunjungi sebelumnya.


"Bagaimanaya, bagaimana kalau aku beli 1 perunggu untuk 1 kristal" tawar seorang pemilik toko"


"Orang tadi dikasih 3 perunggu 1 kristal, jangan macam-macam denganku" Ziro mengancam pemilik toko dengan mengngkatnya.


"Terimakasih, lain kali berkerja samalah denganku" kata Ziro sambil meninggalkan toko tersebut.


Ziro kembali pergi ke hutan, ia menemukan sebuah jamur yang sering ditemukan di dunia asalnya yang berguna sebagai penyembuh atau obat herbal. ia memetik semua jamur kemudian menawarkannya ke toko herbal atau toko pembuatan obat-obatan alami.


"Dari mana kau menemukan Jamur ini?" Kata pemilik toko herbal.


Ziro menjawab "Saya menemukannya di dalam hutan depan istana" saraya mengeluarkan sisa jamur yang belum di keluarkan.


"Bagaimana kesepakatannya aku membeli jamur ini dengan seharga 4 perunggu perjamur?" pemilik toko herbal menawarkan harga.


Ziro berfikir "lumayan juga untuk memambah biaya hidup sehari-hariku" gumam dalam hatinya.


"Baiklah aku sepakat dengan harga yang kau tawarkan" Ziro menyetujui anggaran pemilik toko herbal.


"Aku akan menghitungnya dulu 1, 2, 3,........8, 9, 10, semua jamur berjumlah 10 buah jadi ini anggarannya 40 perunggu" kata pemilik toko sambil menyerahkan biaya pembeliannya.


"Terimakasih" ucap Ziro seraya mengambil anggarannya.


"Lain kali mampir lagi kesini!" seru pemilik toko.

__ADS_1


"Baiklah saya permisi dulu" kata Ziro yang telah jauh di depan pintu.


Selanjutnya Ziro ingin menyewa kamar untuk menginap beberapa malam "Penghasilan hari ini cukup lumayan untuk aku menyewa kamar dan makan" gumam Ziro sambil melempar-lempar bingkisan yang berisi uang ke atas.


Tiba-tiba datang tiga orang yang tidak ia kenal (preman) menghampirinya.


"Serahkan uangmu!" kata preman yang berbadan gemuk.


"ya serahkan uangmu jangan sampai kami menyakitimu" kata preman yang berkumis tebal berbadan pendek meyakinkan Ziro.


"Kalian mau uang, kerja dong jangan bisanya jadi pengemis!" Ziro membela diri.


"Wah ini orang perlu di kasih pelajaran" kata preman berbadan tinggi dan kurus.


Mereka bertiga mengeroyok Ziro, namun Ziro dapat membela diri, preman berhasil kabur.Tetapi Ziro mengalami luka sobek di bagian paha dan tangan karena preman menggunakan sebuah pisau dapur yang sangat tajam.


Ziro tidak ingin menggunakan pedangnya untuk melukai seseorang jadi ia melawan mereka bertiga dengan tangan kosong. ia juga belum terbiasa bertarung dengan seseorang selain monster-monster yang selalu di basmi.


Ziro ingin kembali kehutan mencari jamur penyembuh, namun hari telah menjelang malam ia terpaksa menunda untuk ke sana dan hanya mengikat luka dengan sobekan baju dalam Ziro yang kusut. Dengan segera Ziro mencari tempat penginapan, kebetulan tidak jauh di depan ia menemukan sebuah camp petualang atau tempat perkumpulan para petualang. ia mulai masuk ke dalam, di sana sangatlah megah dengan fasilitas yang lengkap Ziro mulai tertarik dengan tempat penginapan yang ia kunjungi.


Seseorang menghampirinya "Ada yang biasa saya bantu tuan!" kata orang itu sambil membungkuk.


"Begini pak saya ingin menginap disini apakah bapak tau pemilik penginapan ini?" tanya Ziro.


"Ya saya sendiri sebagai pemilik penginapan ini, terlebih dahulu perkenalkan nama saya Kuro" jawab seorang pemilik penginapan.


"ohhh begitu, nama saya Ziro"


"hmmmmm nak Ziro, aku mendengar rumor tentangmu kau adalah pahlawan berpedangkan, mengapa kau melakukan hal itu kepada putri Paduka Raja Arch?" tanya Kuro si pemilik penginapan.


"Mohon maaf pak saya tidak mungkin melakukan hal sekeji itu kepada putri Paduka Raja" Ziro menjawab pertanyaan Kuro.


"Benar juga yah, kau tau tidak saya mendengar rumor tentang kekaisaran mengalami ke kurangan makanan" Kuro mengatakan hal itu kepada Ziro.


"Mengapa bisa begitu pak" tanya Ziro.


"Tidak usah membahas itu lagilah kita lanjutkan topik pembicaraan awal, kamu ingin menginap disini ya?" Kuro mengalihkan pembicaraan.


"iya pak" seru Ziro


"Baiklah kalau begitu kita duduk dulu!" Kuro mengajak Ziro duduk.


"Begini, penginapan kami menyediakan fasilitas lengkap serta makan 3 kali sehari jadi untuk biaya perhari adalah 8 perunggu" Kuro menjelaskan tentang pembiayaan penginapan.


Ziro berfikir "wah murah sekali disini" gumamnya


"Baik pak, saya menginap disini selama 3 hari ini uangnya 21 perunggu" Ziro menyetujui kesepakatan dari Kuro.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pergi dulu ada urusan lagi" Kata Kuro seraya meninggalkan Ziro.


Bersambung


__ADS_2