Pahlawan Legendaris

Pahlawan Legendaris
Episode 7 : Light of Angel vs Raja Iblis Azazil


__ADS_3

Dugaan Ziro tentang bencana ternyata salah, karena yang muncul adalah Dark Angel membawa pasukan yang begitu banyak keluar dari portal dan membawa Lily di bahunya. Ziro merapatkan giginya "Aku terlalu lengah sehingga Lily jatuh ketangannya!", ia menyesali perbuatannya.


☆☆☆☆☆


Kekaisaran bawah langit


Langit di penuhi awan hitam dengan monster yang beterbanga dimana-mana. Paduka Raja Arch, Karin, Zeno, Jail dan Iron sedang bersiap untuk menghadapi mereka.


Monster mulai menyerang mereka bergerak sesuai rencana yang telah di rancang. Zeno mengerakan tongkatnya "Tobak seribu" Ia menusuk-nusuk monster hingga tak tersisa sedikitpun.


"Hujan panah", Jail menembakkan panahnya keatas langit, kemudian ribuan panah menghujani monster hingga rata dengan tanah.


"Perisai dewa", Iron mengaktifkan skilnya untuk melindungi mereka semua.


Mereka berhasil mengalahkan monster dengan kerja sama tim, Karin terus menempel pada Zeno.


☆☆☆☆☆


"Kali ini kau tak bisa lari dariku! Sesuai ucapanku jika kau tak mau membunuh gadis ini! Kau akan ku bunuh bersamanya. Namun, pikiranku berubah tidak untuk membunuhmu saja, tetapi akan menghancurkan seluruh kota ini". Dark Angel memerintahkan pasukannya melakukan pemberontakan. Warga setempat berlari kesana-kemari karena ketakutan.


Ziro menyerang Dark Angel, tetapi percuma serangan tidak mempan dengannya. Dark Angel hanya mengayunkan pedang panjangnya untuk menghalangi Ziro mendekat.


Ziro sudah habis teknik serangan tetapi Dark Angel tak kunjung tumbang. "Bagaimana aku mengalahkannya."


Ia teringat perkataan Lily, bahwa Kevin terpengaruh oleh pedang Demon milik Raja Iblis Azazil. Ziro mencari cara agar tidak terkena serangannya ketika mendekat, ia berlari ke dalam penginapan, memakai topeng yang diberikan Rikimaru dan meminjam Perisai Lily. "Sekarang aku mengerti! Ketika memegang senjata selain pedang ini aku terasa sakit, tetapi topeng ini membuat netral Perisai!", Ziro keluar penginapan.


"ha ha ha ha! Teknik konyol apalagi yang ingin kau tunjukan kepadaku! Menyerahlah, biarkan aku memotong-motongmu!".


Ziro melompat kearah Dark Angel yang masih berada dilangit. "Wuuushh... cyaaaaat... tang.... sreeet...sreeet", Ziro menangkis serangan Dark Angel dan menyerang balik dengan memotong sayapnya.

__ADS_1


Ziro merebut Lily dari bahu Dark Angel "baag.. buug.. bruuk", Ziro menendangnya dan terjatuh.


Sekarang Ziro merasa seri karena lawannya kehilangan kedua sayapnya, "Mau mencoba terbang! Terbanglah yang tinggi!" Ziro mengejeknya.


Dark Angel marah dan menyerang, tetapi serangannya sangat lemah sehingga membuat Ziro tidak perlu menghindar.


"Apakah kau selemah ini? buug..", menendang di perut. "seeet", Ziro menangkap pedang Demon.


Kevin kembali ke seperti semula, menjadi manusia biasa. "Apa yang telah aku lakukan kepada saudaraku? Lily.. Lily."


Pedang Demon yang di pegang Ziro bergetar dan bergerak sendiri, "Waktuku telah tiba! Kehancuran kemarilah!" Suara berasal dari pedang.


Tiba-tiba pedang melayang sendiri dan berubah menjadi sebuah cahaya yang masuk ketubuh Lily. Ziro meletakkan Lily, tidak lama setelah itu ia kejang-kejang muncul aura hitam di tubuh Lily.


"Gawat!" Kevin mulai panik, mengingat kejadian masalalunya dimana kehancuran desanya di sebabkan oleh Raja Iblis Azazil.


Monster kembali berdatangan,"Ha ha ha ha! Kebangkitanku telah tiba", Raja Iblis Azazil. Melihat bentuknya saja membuat Ziro merinding, padahal pedang yang semula kecil menjadi sebesar Paris.


Pemberitahuan : Anda naik level dan membuka skill [Immortality Prevent Death]


Ziro terkejut "Immortality Prevent Death! Yang benar saja".


Warning!! : Energi lawan melewati batas maksimal, Immortality Prevent Death [Active]


Tubuh Ziro melayang ke udara bersinar terang, seketika tubuhnya berubah menjadi berzirah putih dan memiliki sayap putih [Skin Light Of Angel].


"Wah tubuhku terasa ringan sekali!", Ziro melihat-lihat kebagian tubuhnya.


"Seperti ada yang mengganjal di belakangku?", Memalingkan kepalanya.

__ADS_1


Ziro terkejut dirinya bisa terbang, tetapi kendali belum sepenuhnya ia bisa.


Azazil melihat ke arahnya, "Apakah kau penyelamat mereka?" Malaikat putih kecil!".


Ziro menantangnya berduel, kemudian terbang di depan Azazil dan menatapnya.


"Apa kau meremehkan kemampuanku? Tang... buug.. bruuk" Azazil menyerang Ziro dengan pedang besarnya, Ziro terlempar kesebuah pohon, pohon roboh karena benturan terlalu keras.


Ziro tak melawan walaupun diserang berkali, ia ingin mencoba kemampuan skilnya, apakah benar membuat abadi? Seharusnya setelah diserang dengan pedang sebesar itu, badannya terpotong dengan mudah. "Benar-benar impossible! Aku tidak merasakan sakit sama sekali!" Ziro meregangkan lehernya.


"Bagaimana mau lanjut?" Ziro bersiap menyerang.


Azazil mengayunkan pedangnya kearah Ziro, "Wuuushhh.... Sreet", Tangan Azazil terpotong dengan sekali serang Ziro.


"Aaaaaargh.. ****.. ****..", Azazil menjerit kesakitan dengan darah yang terus mengalir keluar dari bahunya.


"Wuuuussh... Aku tidak ingin membuatmu menderit! Sreeeet", Ziro terbang dengan cepat dan memotong lejer Azazil.


Langit berubah menjadi semula monster-monster yang berdatangan telah lenyap. Kuro berlari keluar penginapan,"Apakah kau Tn. Ziro".


"Benar aku Ziro" sambil mengangkat Lily masuk kedalam.


"Bolehkah saya ikut dengan Tn. Ziro?" Kevin berdiri dengan kaki yang bergetar.


"Boleh kamu saudara Lily kan!", Ziro mempersilakannya ikut.


Kuro hanya tercengang dan heran mengapa Ziro berubah seperti itu. Dan ia bertanya-tanya monster apa yang telah Ziro lawan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2