Pahlawan Legendaris

Pahlawan Legendaris
Episode 8 : Sebuah Dunia Virtual


__ADS_3

Ziro membawa Lily ke kamar dan meletakkanya di atas kasur. Ia sedang membuat sesuatu untuk membuat penawar agar Lily cepat siuman. Kevin terlihat sedang melamun di jendela kaca yang ia pecahkan sebelum menjadi dirinya yang sekarang.


"Dark Angel kesini bantu aku! Kita membuat ramuan untuk Lily!", Ziro memanggil Kevin.


Kevin mendekat dan memberitahukan agar jangan memanggil nama itu lagi, karena ia tidak mau mengenang masa yang menyakitkan, dimana dirinya tak bisa mengendalikan dan terus memburu Lily. Ia bilang sering menangis ketika melihat Lily di sakitinya. Ziro paham apa yang dikatakan Kevin dan tidak akan pernah menyebut nama Dark Angel lagi.


"Ramuan untuk Lily membuatnya sangat susah?" tanya Kevin sembari melihat Ziro mempersiapkan bahan.


"Tidak begitu susah kau cukup menggabungkan dua bahan ini saja! Setelah itu kau tuang sedikit air, kemudian peras!", Mengeluarkan bahan yang dibutuhkan.


Kevin mengikuti apa yang dikataka Ziro, hasil pertama gagal karena ramuan begitu kental, hasil yang kedua juga gagal karena ramuan terlalu encer dan yang terakhir Kevin melakukannya sangat hati-hati, perlahan-lahan akhirnya ramuan menjadi sempurna.


"Kau memang pandai dan pantang menyerah! Akhirnya kau berhasil membuatnya," Ziro memuji Kevin.


[Cling! Selamat anda mendapatkan Exp 2000]


[Cling! selamat anda naik level 12]


Ziro terkejut, sekian lama ia berada di dunia ini tidak pernah melihat ada profil. Baru kali ini ia melihat sebuah profil dan menyentuhnya.


Profil:


[Nama :Ziro (Pahlawan Berpedang)]


[Power : 320.000]


[Rank : King]


[Level : 12]


[Ras : Human]


[Class: Fighter (Brsreker)]


[Hp: 3600/3600]


[Mp: 2100/2100]


[Exp: 200/56000]


Info skill:


[Regen Hp & Mp]


[Regenerate]


[Devil Sword]


Transform:


[Light of Angel]


Ziro membuka info Rank:

__ADS_1


[Rank : Power]


[Newbie : 5.000]


[Baron : 80.000]


[Viscount : 120.000]


[Breve : 240.000]


[King : 320.000]


[Legend : 480.000]


[Saint : 600.000]


"Ternyata ini semua sebuah game belaka!" gumam Ziro.


Tetapi anehnya jika ini game mengapa tidak ada peta untuk mengetahui mana dengoen dan zona aman.


Ziro menatap Kevin dan keluar sebuah info di kepalanya.


[Nama : Kevin]


[Power : - ]


[Rank : - ]


[Level : 1]


[Ras : Elf]


[Hp : 100/100]


[Mp : 80/80]


[Exp : 0/10]


Kemudian menatap ke Lily yang sedang terbaring di kasur


[Nama : Lily]


[Power : 80.000]


[Rank : Baron]


[Level : 21]


[Ras : Elf]


[Class : Tanker]


[Hp : 1200/1200]

__ADS_1


[Mp : 600/600]


[Exp : 1200/15000]


Setelah melihat profil Lily, Ziro terkejut. Levelnya padahal sangat rendah di bandingkan dengan Lily, tetapi pangkat Ziro sangat tinggi dari pada Lily. "Apa karena aku pahlawan", gumamnya.


☆☆☆☆


Ziro tidak ingin terlalu kebingungan, ia menuangkan ramuan yang di buat kevin ke dalam gelas, kemudian meminumkannya kepada Lily.


Tidak terlalu lama ramuan tersebut bereaksi, Lily siuman dengan cepat.


Kevin meminta maaf kepada Lily atas perbuatannya. ia memeluk Lily seraya menangis bahagia karena Lily selamat.


Ziro mempunyai sebuah ide, "Kevin bagaimana kamu menjadi bagian dari kami? Kita membuat serikat untuk dapat menghadapi bencana gelombang pertama nanti!".


Kevin menyetujui ajakan Ziro, tapi sebelum pergi berburu, mereka pergi menuju toko Jack untuk membeli peralatan untuk Kevin.


Setelah sampai didepan toko Jack, Ziro membuka tasnya, memeriksa bingkisan yang berisi 150 koin emas. Mereka masuk bersamaan terlihat Jack sedang melamun kearah pintu, tetapi ia tidak melihat kedatangan mereka.


"Wooyyy" Ziro melambaikan tangannya ke muka Jack.


"Eh kalian! Kapan kemari?" Jack kembali tersadar.


"Kenapa kau terlihat melamun begitu? Sehingga tidak melihat kami datang!" tanya Ziro.


"Toko sangat sepi, tidak ada pelanggan yang datang kesini!" Keluh Jack.


"Siapa pria lagi yang bersama denganmu itu?" Jack bertanya.


"Perkenalkan nama saya Kevin, pemula."


Ziro tidak melanjutkan pembicaraan dengan Jack. ia bertanya kepada Kevin senjata apa yang mau di pakai, Kevin memilih Mage karena Ziro dan Lily telah menjadi petarung depan.


"Apakah disini menjual staff yang bagus untuk Kevin?" Ziro meletakan tasnya ke atas meja.


"Tunggu sebentar!" Jack pergi kebelakang. "Sepertinya ini sangat cocok untukmu, Staff freeze!" Jack menyerahkan tongkat kepada Kevin.


"Wahh ini benar-benar menakjubkan," Kevin mengambil tongkatnya."Berapa harga tongkat ini?" kembali bertanya.


"2 Gold coin!".


Kevin mengkerutkan dahinya, "Bagaimana aku dapat membayarnya" gumam Kevin.


"Sting.. sting" Ziro menjatuhkan 2 koin emas. "2 Koin emas kan!".


Jack terkejut "Apakah kau telah menjual bongkahan emas kemaren?" berbisik di telinga Ziro. Ziro tersenyum lebar "Sekarang sudah menjadi sultan!" membalas bisikan Jack.


Mendengar bisikan dari Ziro, "Dorr... dorr... dorr" Jack membenturkan kepalanya keatas meja dan mengacungkan jempol.


"Tn. Jack kenapa?" Lily mendekat.


"Sudah dia tidak apa-apa!", Ziro menarik Lily.

__ADS_1


"Kalau begitu kami pulang dulu Jack, bye .. bye!" Mereka bertiga meninggalkan Jack yang masih membenturkan kepalanya, Jack seperti stres ketika mendengar kata Ziro "Sultan".


Bersambung


__ADS_2