
Semua monster telah dimusnahkan oleh Ziro dan Lily, selanjutnya mereka pergi mencari tempat yang aman untuk beristirahat. Jauh dari pandangan Ziro melihat sumber air yang begitu menyilaukan karena tempatnya tepat di bawah bayang-bayang matahari tenggelam, setelah mendekat ke sana ternyata sebuah sungai yang begitu panjang. Mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di sana, senja berganti malam suara burung hantu dan jangkrik yang membuat ramai suasana.
Lily terlihat sangat lahap memakan ikan hasil tangkapan di sungai, Ziro sedang melihat-lihat pedang yang sedang ia pegang di depannya. Lily bertanya siapa sebenarnya Ziro
"Sebenarnya Tn. Ziro ini siapa? Kemampuan pedang dan bertempurnya sangat hebat, aku baru pertama kali melihat seseorang sehebat itu!" tanya Lily seraya memuji Ziro, mulut yang penuh dengan ikan dan dua tangan memegang ikan yang di tusuk.
"Pahlawan.... Pahlawan berpedang" jawab Ziro melepas pedangnya dan meletakannya di samping.
"Pahlawan berpedang? Pahlawan legendaris itu? Pahlawan berpedang adalah pehlawan yang terhormat dan sangat baik hati, aku pernah mendengarnya dari Kevin!" Lily terlihat tersenyum namun ketika ia menyebut nama Kevin mukanya berubah dan berhenti makan.
"Pahlawan terhormat...... tidak sesuai dengan kenyataan ku saat ini" Ziro berbicara di hatinya.
Melihat perubahan di wajah Lily membuat Ziro merasa khawatir "kamu kenapa? Siapa Kevin? Ziro bertanya dan mendekat ke sisi Lily.
Lily bercerita tentang masalalunya
"Saya sangat sedih, Kevin adalah teman masa kecil yang sangat saya sayangi dan saya anggap sebagai saudara sendiri. Tetapi ketika waktu itu desa di serang oleh raja iblis Azazil kedua orang tua kami tewas, Kevin ingin membalas dendam akan kematian kedua orang tua kami, saya pun ikut serta dalam operasi tersebut. Kami membuntuti dan berhasil menyergap raja iblis Azazil yang sedang istirahat di dalam gua. Saat itu saya tidak tahu apa yang di baca oleh Kevin, ia menyuruh saya untuk mendekat dan saya pun mendekat, ia terus membaca mentra seraya memegang bahu saya. Saya pingsan dan tak tahu apa yang terjadi setelahnya, setelah saya sadar...... sosok yang tidak di kenal ada di samping saya ia bilang ia adalah Kevin dan ia telah menyegel raja iblis Azazil di dalam diri saya. Ternyata Kevin telah dikuasai oleh pedang demon milik raja iblis Azazil yang ingin membunuhku dan mengambil dirinya seutuhnya. Di situasi seperti itu membuat saya takut dan akhirnya kabur untuk menyelamatkan diri kemudian bertemu dengan Tn. Ziro".
"Jadi yang kamu sebut dengan dark angel adalah Kevin teman kamu!" Ziro mengingat perkataan Lily ketika berhadapan dengan orang bertopeng, memiliki sayap dan pedang panjang tadi siang.
"Benar Tuan... uhuk... uhuk" Lily batuk
"Minumlah ini...... ini minuman yang aku racik sendiri untuk menghilangkan demam" Ziro menyerahkan ramuan dan memegang dahi Lily.
Lily meminum ramuan yang diberikan Ziro tetapi rasanya sangatlah pahit, Ia terus memaksa Lily untuk meminumya. Setelah meminum ramuan tersebut Lily tertidur dengan jas Ziro sebagai selimut. Di dalam tidur Lily, ia terlihat sangat gelisah seperti sedang memimpikan sesuatu yang membuatnya trauma
"Tolong.... tolong... tolong selamatkan saya, jangan bunuh saya" teriak Lily dengan air mata yang mengalir di sebujur pipinya.
Mendengar itu membuat Ziro kaget dan langsung memeluk tubuhnya "kamu tenang saja, sekarang tidak apa-apa" kata Ziro seraya mengelus-ngelus kepala Lily.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Lokasi: Jual-Beli (toko herbal atau toko obat-obatan alami)
"Sekarang hal menarik apa lagi yang kau bawa...... wahhhh ini lumayan juga kau sangat hebat mampu membuat ramuan penyembuh" pembeli bahan herbal tertarik kepada ramuan yang dibuat Ziro.
"Bagaimana kita berbisnis bersama Tn. muda, saya untung kau juga untung?!" tanya pemilik toko herbal.
Ziro terlihat berpikir "Benar juga kata orang tua ini".
"Berapa keuntungan untukku" tanya Ziro
"50% dari semua hasil penjualan" jawab pemilik toko herbal
__ADS_1
"Aku tidak mau, kecuali mendapatkan keuntungan 75% karena aku yang membuat ramuan ini" Ziro menaikan kontraknya.
"Ba-baiklah kalau begitu kau dapat 75%" pemilik toko herbal menyetujui kontrak yang diberikan Ziro.
"Tapi yang sekarang ini mau aku jual diulu" Ziro menodokan ramuan yang telah ia bungkus menggunakan daun.
"semuanya 6 perunggu" kata pemilik toko seraya membayar ramuan yang ia beli.
"Apa ada barang yang tidak terpakai lagi?" tanya Ziro.
"Tunggu sebentar....... ini tas dan topeng yang berharga ku, namun topeng ini tidak terpakai lagi setelah lama aku simpan tetapi sayang tidak pernah di pakai... ambilah aku berikan kepadamu" pemilik toko menyerahkan tas yang tak terpakai.
"Topeng sebenarnya paman siapa?" tanya Ziro dengan penasaran.
"Sebenarnya aku dulu adalah seorang ninja dan pembunuh bayaran" kata Pemilik toko herbal.
"Tunggu..... nama paman siapa" Ziro menanyakan kembali.
"Rikimaru...... ya namaku Rikimaru Shinobi" jawab pemilik toko herbal.
Ziro mengingat-ingat "Rikimaru Shinobi, aku pernah mendengar cerita ketika masih di duniaku dulu, ia merupakan seorang ninja yang sangat hebat dan menyelesaikan misi tercepat" gumamnya.
"Kenapa paman Rikimaru sekarang jadi penjual obat herbal?" masih banyak tanda tanya dipikiran Ziro.
"Ohh begitu, Terimakasih paman Rikimaru untuk tas dan topengnya..... kalau begitu aku permisi dulu" Ziro berjalan keluar meninggalkan toko.
Rikimaru Shinobi hanya tersenyum karena telah mendapatkan barang bagus dari orang misterius.
"Maaf Lily aku sangat lama di dalam! karena membicarakan bisnis tentang ramuan yang aku buat!" Ziro menghampiri Lily yang tengah duduk melihat anak-anak bermain kejar-kejaran.
"hmmm tidak apa-apa, saya juga tidak begitu kesepian karena melihat mereka bermain" Lily menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, ayo sekarang kita pergi ke desa Mearcerik untuk mencari penginapan" Ziro memegang tangan Lily.
Diperjalanan mereka melihat sebuah kereta kuda yang berdiri di tepi jurang tanpa pemiliknya.
"Tn. Ziro lihat di sana ada kereta kuda tanpa pemiliknya" Lily menunjuk ke arah kuda di dekat jurang.
Ziro langsung menghampiri kuda tersebut dan melihat-lihat kearah bawah jurang ternyata ada seorang perempuan yang berpegang di sela-sela ranting pohon yang patah karena jatuh dari jurang. Setelah Ziro melihat secara jelas ternyata perempuan itu adalah Karin, mengingat dendam Ziro kepada Karin yang tidak bisa dimaafkan dengan begitu mudah. ia tidak berkeinginan menolong Karin, tetapi ia tidak mau membiatkan orang yang kesusahan minta tolong.
"Tolong..... tolong aku siapa saja diatas sana tolong saya" jerit Karin yang masih bergelantungan di ranting pohon.
"Lily aku pinjam perisaimu dan ini pegang pedangku, kamu tunggu saja di balik pohon itu jangan sampai keluar oke" kata Ziro kepada Lily dan memberi perintah untuk bersembunyi.
__ADS_1
"wuussssssh...tap..tap..tap" Ziro melompat kebawah dan berlari di ranting pohon.
Tanpa bersuara Ziro membawa Karin naik ke atas jurang tempat kudanya berada.
"Terimakasih..... Tn. Iron untung kamu datang kalau tidak aku bisa mati karena jatuh" Karin tidak sadar kepada Ziro.
Ziro langsung meninggalkan Karin dengan cepat "untung saja aku menutup wajahku menggunakan topeng yang di berikan paman Rikimaru, dengan ini Karin tidak menyadariku dan menganggapku sebagai Iron (pahlawan perisai)".
Terlihat Lily sedang menunggu Ziro dengan menggengga kedua tangannya ke wajah meminta harapan agar Ziro selamat. Ziro tiba-tiba muncul di depannya, Lily berlari dan langsung memeluk hangat Ziro.
"Ka-kamu kenapa Lily seperti orang yang talah lama tak berjumpa? ada apa? ada yang salah dariku?" tanya Ziro dengan muka memerah.
"Syukurlah Tn. Ziro selamat aku sangat khawatir lho! aku kira Tn. Ziro takkan kembali kesini!" Lily terus memeluk Ziro dengan eratnya.
"jangan perlu khawatir, selama aku adalah pahlawan aku tidak akan mati semudah itu" Ziro tersenyum lebar.
Lily melepaskan pelukannya kemudian memegang tangan Ziro "Tn. Ziro sebaiknya kita bergegas ke desa Mearcerik hari sudah mulai malam" Lily menarik tangan Ziro.
Mereka melanjutkan perjalanan yang sangat jauh untuk kembali ke penginapan Kuro.
Desa Mearcerik (penginapan Kuro)
"Wahh siapa yang datang, lama tidak berjumpa.... siapa gadis yang di belakang mu?" tanya kuro si pemilik penginapan.
"Dia Lily patner ku, berapa sewa penginapannya untuk tambah satu orang anggota" Ziro meletakan uang di meja kasir tempat Kuro berdiri.
"Tidak perlu di bayar karena kau telah ku anggap sebagai saudaraku sendiri" Kuro tersenyum dan mengembalikan uang Ziro.
"Dia terlalu mudah mempercayai orang lain ataukah ada suatu rencana yang dapat merugikanku, aku harus berhati-hati dengan orang ini" Ziro mengomel di hatinya.
"Terimakasih, kalau begitu aku mau istirahat dulu.... hoooooaaaamm" Ziro pergi menuju kamarnya, Lily terus memegang tangan Ziro tanpa melepaskan sekalipun.
Malam terasa panjang bagi Ziro, ia tidak bisa tidur karena Lily sangat terlalu dekat membuat jantungnya berdebar-debar. Ziro duduk di samping jendela dan terus menatap bulan, terpikir di benaknya bagaimana caranya ia kembali ke dunia asalnya. Memikirkan hal itu membuatnya pingsan dan tak sadarkan diri karena terlalu ngantuk dan lelah.
Ziro bermimpi bertemu dengan seorang kakek tua bongkok menggunakan tongkat menghampirinya dan menepuk pundaknya "Kamu harus terus berjuang karena masih banyak yang akan kamu selesaikan, kamu tidak dapat kembali ke dunia asalmu sebelum semuanya berakhir. Oleh karena itu kamu harus menjadi kuat sebelum waktu itu tiba" kata seorang kakek tua bongkok dan menghilang dari mimpinya.
"tunggu, mohon tolong saya" teriak Ziro.
Terdengar suara Lily di mimpinya "Tn. Ziro bangun itu hanyalah sebuah mimpi" Lily berada di sampingnya.
"tunggu... tunggu saya" Ziro kembali berteriak dan terbangun dari tidurnya kemudain ia memegang kepalanya karena terasa sakit.
"Akhirnya tuan Ziro bangun juga! aku sangat khawatir karena di pagi hari begini Tn. Ziro sudah teriak-teriak dan aku terus memanggil nama tuan" Lily terlihat lega karena Ziro sudah bangun dari mimpi buruknya.
__ADS_1
Bersambung