
Hari sudah begitu siang tetapi Ziro belum juga bangun tidur, jika tidak karena luka dibagian paha dan tangannya ia pasti takkan bangun dari tidurnya.
"Luka ini tidak bisa membiarkan aku bersantai hari ini untuk menikmati hidup dan bermalas-malasan di atas kasur" keluhnya seraya bangkit dari tempat tidur.
Ziro bergegas memasang jasnya dan pergi untuk mencari jamur penyembuh yang terdapat di hutan depan istana, kemaren ia tidak sempat ke sana karena hari sudah begitu gelap. Setelah ia keluar kamar terlihat pelayan sedang berjalan ke arahnya.
"Tn. mau pergi kemana berpakaian begitu rapi" sapa pelayan kepada Ziro.
Ziro tersenyum "apa tidak salah pakaian kusut begini dibilang rapi" gumamnya dalam hati.
"Aku ingin pergi keluar dulu mau cari angin" jawab Ziro.
"Saya sudah menyiapkan sarapan di meja depan kasir" ucap pelayan.
Ziro menuju meja yang telah diberitahukan oleh pelayan tersebut, terlihat Kuro si pemilik penginapan sekaligus tempat best camp pertualang sedang duduk di tempat ia mau sarapan.
"Wahh Tn. Ziro sudah bangun mau pergi kemana berpakaiian rapi begitu" sapa Kuro.
"Orang ini juga bilang rapi padahalkan kusut begini" gumam Ziro.
"Aku mau pergi keluar ada urusan, biasa anak muda" jawab Ziro sambil duduk di kursi.
"Ohh begitu, jika ada sesuatu yang ingin disampaikan atau dibutuhkan jangan sungkan-sungkan meminta kepada saya, ini minum dulu" ucap Kuro dan menuangkan secangkir air.
"Terimakasih pak Kuro" jawab Ziro seraya minum air yang dituangkan Kuro.
"Oh iya lain kali jangan panggil saya pak Kuro lagi, sudah saya bilang panggil saja Kuro karena kita seumuran".
Ziro tersenyum-senyum sendiri dan bergumam di hatinya "apa yang ia bilang seumuran dengan ku, muka sudah tua begitu".
"Baiklah kalau begitu saya mau pergi dulu ada tamu yang datang dari luar negeri" ucap Kuro sambil berpaling meninggalkan Ziro.
Ziro pun sarapan, tetapi makannya belum habis termakan ia langsung pergi meninggalkan tempat duduknya dan keluar dari penginapan. Berjalan sendirian membuat ia juga merasa kesepian, Ziro berkeinginan untuk memiliki patner tetapi ia takut nanti akan dikhianati lagi. Sesampai di hutan yang di maksud, ia memetik jamur kemudian menghaluskannya menggunakan sebuah batu dan kemudian dioleskan ke lukanya.
Tidak lama setelah mengoleskan jamur yang telah ia haluskan seketika lukanya langsung menghilang tanpa bekas sedikitpun.
"Wahhhh efek jamur ini begitu sangat cepat memulihkan lukaku" gumamnya.
"Selamat anda naik level dan membuka skill regen" pemberitahuan muncul di sekilas tepat di depan matanya.
"Di lihat dari manapun dunia ini seperti gamekan tapi bagaimana cara aku kembali ke dunia asalku" gumamnya seraya berpikir.
Ziro melihat-lihat skill yang tertara di depan matanya seperti ia sedang memakai helm yang mempunyai digital di depannya.
"Baiklah setiap skill memiliki catatan masing-masing kemaren aku mendapatkan skill pemulihan, skill pemulihan berguna untuk menyambung kembali bagian tubuh yang terpotong, skill ini dapat diaktifkan setiap kali bagian tubuh terpisah dari badan. Kemudian aku mendapatkan skill regen, skill ini berguna untuk mereset ulang tubuh seperti kekurangan energi dan luka dibagian tubuh, skill ini dapat diaktifkan satu hari sekali. Ternyata semua skill sangat berguna untukku, tapi mengapa skill yang aku dapat semuanya untuk tubuhku tidak ada kekuatan untuk pedangku" Ziro berbicara sendiri dan mengeluh akan kekurangan dari skill yang ia miliki.
Ziro bergegas ingin kembali ke penginapan karena hari sudah begitu sangat panas. Ketika berbalik badan ia di tabrak oleh seorang gadis yang berlari seperti ketakutan.
"Bruuuk, aduh!!" gadis itu menabrak Ziro dan terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa?" ucap Ziro dengan mengulurkan tangan ke gadis itu.
"Aku baik-baik saja" balas gadis itu.
Seorang laki-laki memiliki sayap dan pedang yang begitu panjang dengan topeng diwajahnya berada jauh di depan Ziro.
"Bunuh gadis itu atau ku bunuh kau beserta gadis itu!" kata orang bertopeng dengan suara yang begitu besar.
Gadis yang berasama dengan Ziro langsung bersembunyi dibelakangnya.
"Untuk apa aku membunuhnya dan apa urusanmu dengan ku" jawab Ziro.
"Baiklah itu pilihanmu aku akan membunuhmu bersama dengan gadis itu!" kata orang bertopeng dan mulai mengayunkan pedangnya.
"Cyaaaaaaat, Sreeeet" teriak orang bertopeng dengan mengayunkan pedang panjangnya.
__ADS_1
"wuuuushhh" Ziro menghindar.
"Mengapa kau bersikeras ingin membunuh gadis ini" Ziro membela gadis itu.
"Bukan urusanmu, wuuuush, sreeet, sreeet, sreeet" orang bertopeng menyerang dengan cepat.
"Tang.... tang.... tang" Ziro menangkis serangan menggunakan pedangnya.
Setelah bertempur begitu lama akhirnya Ziro kewalahan.
"wwhaaaaaaaaa" orang bertopeng mengumpulkan tenaga dan kekuatan.
Aura hitam keluar dari laki-laki bertopeng itu seperti menyelimuti dirinya dengan kegelapan, seketika kecepatannya bertambah dan kekuatan yang begitu kuat sampai-sampai tanah runtuh ke bawah.
"i want kill you" kata orang bertopeng itu tetapi suaranya sangat berbeda dari yang tadi.
"Apa yang terjadi dengannya kenapa kekuatannya meninggkat begitu cepat?" tanya Ziro.
"Lebih baik kamu lari jangan sampai terbunuh olehnya karena hanya untuk melindungiku" kata gadis itu seraya meneteskan air mata.
"Apa yang kamu bicarakan, aku tidak ingin menolongmu, aku hanya merasa orang itu sangat jahat dan mengharuskan ku untuk melawannya" Ziro menyembunyikan perasaanya.
"dia adalah dark angel" kata gadis itu.
"malaikat kegelapan" gumam Ziro.
"Jangan banyak bicara lagi ayo hadapilah diriku" ucap malaikat kegelapan memotong pembicaraan mereka dengan begitu sombongnya.
"Baiklah aku akan menghadapimu dengan sungguh-sungguh, sreeeng" tantang Ziro dan mengeluarkan pedangnya.
Serangan dark angel begitu sangat cepat sehingga mata Ziro tak melihat pergerakannya.
"sreeeet, sreeeet" serangan malaikat kegelapan tanpa terlihat mata.
"aaaaargh" jerit Ziro terkena serangannya.
"Regen skill aktif" Ziro mengaktifkan skill pemulihannya.
Ziro tak dapat berpikir begitu panjang, ia lari dan membawa gadis itu pergi dari tempat tersebut.
"Hari ini kau bisa pergi dengan selamat tapi nanti akan ku hancurkan negeri ini" malaikat kegelapan berbicara sendiri.
Sesampai di desa Ziro menurunkan gadis itu yang telah ia gendong di punggungnya.
"Aku hanya dapat mengantarmu sampai sini saja" ucap Ziro seraya menurunkan gadis itu dan meninggalkannya pergi.
Tetapi gadis itu terus memegang bajunya "jangan tinggalkan aku, izinkan aku ikut dengan tuan" gadis itu memohon kepada Ziro.
Ziro tak ingin melibatkan orang lain lagi, tetapi ia juga kasihan kepada gadis itu.
"Aku mengizinkan untuk ikut dengan ku tetapi kamu harus berjanji tidak akan mengkhianatiku dan jika itu terjadi pasti tahu sendiri akibatnya!" tegas Ziro.
"Aku berjanji tidak akan mengkhianati tuan dan jika itu terjadi aku akan menerima konsekuensinya" gadis itu menerima ucapan Ziro.
"Siapa namamu?" tanya Ziro.
"Lily tuan, nama tuan siapa?" Lily menanyakan kembali.
"Namaku Ziro" jawab Ziro
"Baiklah pertama-tama aku ingin membelikanmu pakaian dulu, ayo kita berangkat" Ziro mengajak Lily.
Mereka pergi ke toko baju terdekat Ziro membelikan baju untuk Lily.
"Bagaimana dengan yang ini" Ziro menyodorkan sebuah baju kepada Lily.
__ADS_1
"wahhhh lucu sekali, aku suka dengan baju ini" mata Lily melotot sangat tertarik.
"Saya ingin membeli baju ini" Ziro menuju kasir seraya memperlihatkan baju yang ingin di beli.
"12 perunggu tuan" jawab penjaga kasir.
Baju telah ia bayar selanjutnya Ziro ingin membelikan Lily sebuah perlengkapan senjata. Mereka kemudian pergi ke toko Jack kenalan Ziro, sesampai di sana Jack terlihat sedang bersih-bersih di depan tokonya.
"Hay Jack!" sapa Ziro.
"Rupanya kau Ziro, ada apa tumben datang lagi kesini dan siapa yang di belakangmu?" tanya Jack.
"Dia Lily, aku menolongnya dari orang jahat yang mengejarnya dan aku ke sini untuk membelikannya perlengkapan! jelas Ziro.
Menurutmu apa yang cocok untuknya?" tanya Ziro.
"Kalau begitu kita masuk dulu aja gak enak ngobrol diluar begini" Jack mengajak mereka masuk ke dalam toko.
"Senjata ini mungkin cocok untukmu" Jack menyerahkan sebuah pedang kecil kepada Lily.
Lily tidak tertarik oleh senjata yang di berikan Jack, "wahhhh ini sepertinya bagus aku dapat melindungi tuan Ziro!" Lily mengambil sebuah perisai dengan tersenyum-senyum.
"Bruuuk, aduh" Lily terjatuh karena perisai yang ia angkat terlalu berat.
Jack dan Ziro tertawa melihat kelakuan Lily yang begitu kenanakan.
"hahahaha... Perisai itu untuk orang dewasa" ucap Ziro sambil menertawakan Lily.
"Tn. Ziro begitu jahat, tidak membantuku malah menertawakan" Lily kesel dan memonyongkan bibirnya.
"Jika kamu ingin perisai, ini yang lebih cocok untuk mu" Jack memberikan sebuah perisai ukuran yang lebih kecil.
"wahh ini terlihat sangat ringan untuk ku" Lily mengambil perisai yang diberiakan Jack.
"Harga normalnya 20 perunggu tapi jika denganmu aku kasih diskon 40%" Jack tersenyum.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
"Terimakasih sudah berkunjung lain kali datang lagi ya" ucap Jack.
Ziro dan Lily pergi meninggalkan toko dan pergi menuju desa Mecra yang dimana disana sangat terkenal oleh monster yang begitu banyak. Tujuan Ziro adalah untuk melatih Lily berhadapan langsung melawan monster.
"Monster apa itu berduri seperti landak namun bertubuh seperti kangguru!"
"Cyaaaaaat" Lily tiba-tiba menyerang.
"Tunggu" Ziro langsung berlari menuju Lily.
"Awas tuan, sreeet... tang" Lily menangkis serangan kangguru berduri dengan perisainya.
"Tuan tidak apa-apa" Lily mengkhawatirkan Ziro
"Aku tidak apa-apa, terimakasih sudah menolongku" ucap Ziro.
Mereka berdua dikelilingi moster kanguru berduri dan tidak ada celah untuk lari.
"Bagaimana ini tuan kita telah di kepung" Lily terlihat takut.
"Baiklah kamu lindungi aku, aku akan menyerang mereka" Ziro menyusun strategi.
"Sekarang, cyaaaat" Ziro melompat ke arah monster.
"Sreeet, tang" Lily menangkis serangan kangguru berduri.
"sreeet, sreeet, sreeet" Ziro menyerang.
__ADS_1
Setelah bertempur sangat lamanya akhirnya mereka dapat mengalahkan semua monster kangguru berduri tersebut. Mereka sangat kelelahan dan duduk di bawah pohon yang begitu rindang, terlihat desa Mearcerik (kuasa kekaisaran) berada di bawah jurang tempat mereka istirahat.
Bersambung