
Ziro bingung tentang mimpinya kemaren, ia mengingat ucapan kakek tua bongkok yang ada di mimpinya "Oleh karena itu kamu harus menjadi kuat sebelum waktunya tiba", "Apa maksud dari perkataan itu" Ziro berbicara dengan dirinya sendiri.
Hari ini Ziro ingin bermalas-malasan di atas kasur tetapi terus berbaring membuat badannya sakit dan pegal-pegal, ia duduk dan melihat Lily sedang bermain ular tangga sendiri. Ziro seperti sedang mengingat sesuatu yang telah ia lupakan, ia ingin membuat ramuan penyembuh dan menyetornya ke toko Rikimaru (toko herbal).
Ziro bersiap-siap untuk pergi kehutan mencari dedaunan dan jamur untuk bahan membuat ramuan penyembuh, kemudian memasukkan topeng ke dalam tas, sepertinya ia tidak lupa membawa kemanapun akan pergi.
"Lily kamu mau ikut aku mencari bahan untuk membuat ramuan penyembuh tidak?" Ziro mengajak Lily untuk pergi bersamanya.
Lily tidak menghiraukan ucapan Ziro, Ziro berpikir mungkin Lily juga sedang lelah karena sudah latihan berminggu-minggu.
Ziro pun pergi sendiri, sesampai di hutan ada seekor bison yang mengamuk mendubruk sebuah pohon besar. ia berputar-putar mengelilingi pohon tersebut membuat Ziro penasaran.
"Ada apa dibalik pohon besar itu?" Ziro bertanya di hatinya.
Ziro mendekat sedikit demi sedikit dan mulai memburu seekor bison yang sedang kebingungan. Ia mengendap-ngendap di balik semak belukar kemudian melompat ke arah bison.
"Aduhh.." Kepala Ziro terbentur di pohon besar
Ziro tidak berhasil menangkap bison dengan hasil kepala memar karena terbentur. Di samping tidak keberuntungannya ia melihat sesuatu yang berkilau di balik bawah pohon besar, ternyata sebuah bongkahan emas batang yang tergeletak tepat di akar pohon.
__ADS_1
"Wahhhh aku sangat beruntung tidak jadi makan daging bison tetapi ada gantinya nih " Ziro melihat kekiri dan kekanan seraya memasukkan emas tersebut kedalam tasnya.
Ia bergegas mencari bahan yang di maksud, setelah semua terkumpul ia kembali ke penginapan. Ketika masuk kamar Lily sedang tidur dikasurnya, Ziro memberikan selimut ke badan Lily. Membuat ramuan yang telah Ziro pelajari hanya mencampurkan dua bahan dedaunan dan jamur, ia mulai meracik ramuan penyembuh dengan waktu yang tidak lama telah menyelesaikan 20 bungkus ramuan.
Ziro bergegas ke toko Rikimaru untuk mengantarkan ramuannya. Sesampai di sana terlihat orang yang sudah tua duduk di depan kasir yakni Rikimaru.
"Hay paman Rikimaru bagaimana kabar anda?" Ziro menyapa Rikimaru.
"Ohh rupanya kau Tn. muda! Aku sehat-sehat saja walaupun rupaku sudah tua tetapi semangatku tetaplah muda! Kenapa kau baru muncul? padahal pelanggan sampai tidak kebagian dengan ramuanmu yang sangat manjur itu!" Sanjung Rikimaru
"Kemaren sangat-sangat sibuk karena aku terus berlatih agar menjadi lebih kuat" Ziro mengangkat bahunya yang berotot.
Ziro melamun sejenak berpikir bahwa apa yang dikatakan kakek tua bongkok dimimpinya telah terbongkar, ia bertekat untuk menjadi lebih kuat sebelum bencana itu tiba.
"Ini ramuan yang kemaren aku janjikan tapi hanya 20 bungkus saja" Ziro mengeluarkan barang yang ia buat.
"Wahhh.... Ini yang aku tunggu! Tidak apa-apa walaupun sedikit tapi bermanfaat!" mengambil ramuan.
"Sesuai kesepakatan kita kau mendapatkan 75% dan aku sisanya! Minggu kemaren mendapatkan penghasilan 2 perak! Ini bagian untukmu 1 perak 50 perunggu dan ini bagian untukku 50 perunggu" Rikimaru mengeluarkan uang dari dalam laci.
__ADS_1
"Penghasilannya banyak juga ya" Ziro mengambil bagiannya.
"Kenapa dengan kepalamu? Mengapa di tutup perban?" tanya Rikimaru.
"Oh ini.... tadi terjadi kecelakan sedikit! ngomong-ngomong mau tanya nih! Benda ini laku dijual dimana ya?" Ziro mengeluarka bongkahan emas dari dalam tas.
Mata Rikimaru berseri-seri dengan mulut yang terbuka lebar. Ziro melambaikan tangannya ke muka Rikimaru, "Wooyy paman tidak apa-apa?" tanya Ziro.
Rikimaru terkejut ringan "Ehh aku tidak apa-apa! Darimana kau menemukan benda sangat berharga ini?' Memegang bongkahan emas.
"Setahuku toko emas berada di dekat pintu gerbang masuk desa Mearcerik! Tetapi kamu harus berhati-hati membawa barang ini karena banyak orang menginginkannya?" Rikimaru menyerahkan bongkahan emas dan memberikan nasihat kepada Ziro.
"Baiklah aku pergi dulu untuk menjual barang ini! Terimaksih atas kerja samanya!" Ziro meninggalkan toko herbal.
Perjalanan ke gerbang lumayan cukup jauh karena itu perbatasan desa Mearcerik dengan Molard.
Ketika di perjalanan ia sudah di tunggu oleh preman yang dulu pernah menghadangnya, tetapi mereka tidak berjumlah tiga orang saja melainkan 15 orang. Rupanya mereka mendengar pembicaraan Ziro ketika di toko herbal.
"Serahkan bongkahan emas yang kau bawa kepada kami! Kali ini kau tak akan bisa lolos lagi karena aku sudah membawa banyak anak buah" Kata Ketua Preman sambil mengeluarkan sebuah pisau.
__ADS_1
Bersambung