Paid Assassin

Paid Assassin
Tugas Yang Berat


__ADS_3

...📖Selamat Membaca😁...


...▪︎▪︎▪︎...


Beberapa hari setelah jahitan tangannya mengering William menerima kembali misi, kali ini permintaan dari Organisasi S***** walau sudah lama tak saling berhubungan mereka masih percaya pada William untuk melakukan sebuah Tugas rahasia organisasi tersebut, tetapi perlakuan mereka terhada William sedikit berbeda karena sekarang William sudah termasuk orang luar, jadi ia hanya di bayar untuk melakukan sebuah tugas dan dilarang bertanya.


Simpel sih, tetapi William itu cerdik ia tidak pernah menerima Tugas/ bertindak tanpa tau sebab akibat dari Tugas yang akan ia lakukan walau tanpa sepengetahun klien nya sendiri tentunya, ia akan cari tau sendiri.


Seperti sekarang ia dibayar oleh klompok mafia untuk membunuh seorang polisi yang mengkepalai sebuah tim yang bertugas pada pelabuhan tempatnya menyelundupkan barang-barang ilegal termasuk manusia yang sering ia perjual belikan di negara ini, walaupun berpusat di italia anggota mafia Sisilia banyak tersebar di berbagai negara termasuk di sini di Amerika.


Kelompok mafia itu merasa geram karena mereka jadi terhambat untuk melakukan distribusi ke daerah ini walau pelabuhan itu bukan satu satunya tempat untuk menyelundupkan barangnya tetapi pelabuhan itu adalah tempat yang sangat strategis menurut mereka.


Masalahnya kenapa harus William yang menanganinya? itu karena William sudah sangat kenal dengan daerah ini, selain itu mereka kenal betul dengan William yang tak pernah gagal dalam menjalankan misi berbahaya seperti ini dan yang terakhir mereka tak ingin menanggung akibat jika mereka gagal apalagi yang mereka serang adalah aparat negara,itu sangat beresiko.


Dan William sudah tau semua itu, tetapi William tetap menerima Tugas ini, karena ia akan di beri kontribusi yang tinggi jika mampu melancarkan peyelundupan kelompok Mafia itu.


Tak hanya itu ia akan di beri sepertiga pendapatan mereka setiap teransaksi mereka berhasil disini, dengan kata lain ia harus menjaga agar penyelundupan mereka tidak ada yang menghalangi selama mereka melakukan teransaksi. Yang mungkin akan memakan waktu bertahun tahun dan ia tak punya pilihan lain selain menetap di negara ini jika menyetujui Tugas tersebut.


Tetapi itu tidak apa asal uangnya terusa mengalir dan kepuasannya tak terhenti, entah mungkin ia akan bosan suatu hari nanti, tetapi ia hanya akan jalani saja, seperti mengikuti aliran air kemanapun air itu membawanya.


...▪︎▪︎▪︎...


Sekarang William tengah bersiap untuk memulai aksinya, ia berencana menembak sang kapten dari jauh karena jika tidak resikonya berat karena bawahan si kapten bisa saja mengetahui identitasnya kalau ia menyerang mereka dari dekat, tetepi jika ia gagal dalam penembakan jarak jauh ini ia tak punya pilihan selain menyerang langsung.


Berjalan kesebuah ruangan dalam apatemennya yang hanya bisa di akses melalui sidik jari nya.


Setelah memyentuh layar tadi pintu di sampingnya tebuka, William pun berjalan santai sambil mendorong pintu itu.

__ADS_1


Di dalam terlihat beberapa senjata berjejer rapi mulai dari pistol kecil, laras panjang sampai senjata yang dipakai para penembak runduk, senapan angin yang bisa dipakai jarak jauh tak hanya senjata api disana juga terdapat bergai pisau dari mulai pisau lipat sampai pedang samurai pun ada.


Di dalam sana seperti sebuah toko penjual senjata, semuanya tertata rapi didalam lemari dengan pintu yang terbuat dari kaca dan tak hanya senjata moderen, senjata tradisional juga ada seperti panahan yang masih terbuat dari kayu, sampai panahan yang moderen seperti sekarang.


Benar-benar seperti kolektor senjata, dalam ruangan ini William mengoleksi berbagai macam senjata yang harganya bernilai fantastis.


Satu hal yang kalian perlu tahu William sangat gemar mengoleksi senjata makanya ia membuat ruangan khusus di apartemennya tempat seperti ini, di negara lain pun yang sering ia singgahi pun terdapat juga ruangan khusus seperti ini, walau tak selengkap ini. Dikarenakan memang ini tempat terlama yang ia tinggali selama ini jadi ia pun melengkapi persenjataannya.


Setelah melihat dan membersihkan beberapa senjatanya yang berdebu William pun mengambil salah satu senapan angin yang akan ia pakai untuk menembak jarak jauh dan mengambil tiga butir peluru, untuk berjaga-jaga ia mengambil dua buah pistol dan empat buat megazin yang terisi penuh oleh peluru.


Salah satu pistol ia selipkan pada pinggangnya sedangkan pistol yang satu ia masukkan kedalam tas yang menampung senapan anginnya tadi.


Ia membawa keluar tas itu dan menyimpannya di meja dapur selanjutnya ia pergi untuk mengganti pakaiannya. Sesampainya di depan lemari ia mengambil rompi anti peluruh di pakai untuk berjaga-jaga setelahnya ia memilih sebuah kaos hitam dan jiket yang selalu ia pakai dan tak lupa dengan topi dan maskernya.


...▪︎▪︎▪︎...


Dan sampailah sekarang ia di sebuah gedung apartemen yang jaraknya paling dekat dengan pos penjaga pelabuhan untuk unit polisi.


"Clek" pintu penghubung untuk keluar dari gedung menuju atap yang kebetulan sekali tidak terkunci.


William berjalan menuju sisi atap dan membuka tas yang tadi ia bawa untuk memasang perlengkapan senjatanya.


Ia pun membidik sasaran yang tengah duduk diluar rungan, yang tampak santai sambil memyesap minumannya.


"Waktu santaimu harus berakhir pak" gumam William


"klak" bunyi kokangan sengata yang siap ia tembakkan

__ADS_1


William menyeringai di balik maskernya sebelum melepaskan peluruhnya yang hand shoot tepat mengenai sasaran.


"Tass.."


Di sana tepat dikepala sang kapten bersarang peluruh William. Membuat semua yang sedang bersantai disana terkejut akan kejadian yang terjadi dalam kedipan mata kapten mereka tumbang dengan darah yang merembes cepat memenuhi lantai.


William dengan santai merapikan kembali senjatanya dengan perlahan tanpa ekspresi, selanjutnya ia turun dari lantai atas melalu tangga darurat lagi.


Sementara diluarsana semuanya tampak heboh dengan apa yang terjadi termasuk beberapa penghuni apartemen yang sudah mendengar beritanya.


William keluar dengan santai, akan tetapi di hadang oleh dua orang polisi yang ia yakini sebagai bawahan kapten yang ia tembak tadi.


Kepolisian disini sangat tanggap dengan kasusu penembaka seperti ini makanya dengan cepat mereka melakukan penyidikan, tidak seperti di film yang polisinya selalu datang terlambat


"Stop" ucapnya menghentikan William, sedangkan si empu hanya melihat mereka dengan satu alis terangkat


"Kau bukan warga sini kan?" Tanyanya


"Iya" jawabnya santai


"Lalu apa yang kau lakukan disini dengan tas hitammu itu"


"Ah.. itu privasi saya" sambil mengangkat tasnya


"Kami sedang menyelidiki kasus dan kau salah satu tersangka karena berada digedung ini" ucapnya dengan tak bersahabat


"Oh, saya tak peduli" ucapnya acu tanpa menghiraukan petugas itu dan berniat melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Tetapi langkahnya terhenti saat petugas itu meraih tasnya dan memperlihatkan sebuah kertas yang menunjukkan perizinan penggeledahan.


...▪︎▪︎▪︎...


__ADS_2