
...😁Happy Reading📖...
...▪︎▪︎▪︎...
"Ting" notifikasi laptop William berbunyi menandakan ada email masuk
"Siapa lagi sih" ucapnya berjalan dari dapur karena ia tengah makan malam
"Tak tak" bunyi hentakan keyboard yang William pencet
Ternyata email yang memberinya tugas baru, seorang klien baru yang ingin memakai jasanya untuk balas dendam.
Si pengirim hanya menggunakan inisial, jadi William tidak tahu siapa si pengirim, karena penasaran William pun mencari identitas asli si pengirim.
Setelah mengetahui nama asli si pengirim William pun mengirimnya kepada salah satu informannya untuk mengetahui profil asli orang itu.
William mempunyai beberapa informan yang bekerja untuknya, secara rahasia dan mereka telah bekerja sama dengan William cukup lama bahkan sebelum ia bergabung dengan kelompok mafia.
Mereka hanya jarang bertatap muka saat William sudah mulai terjun ke dunia mafia, semua itu di karenakan William takut apabila informannya di jadikan target oleh musuhnya.
Dan itu bisa saja terjadi apalagi sekarang ia sudah tak punya bos yang dapat melindunginya, jadi ia menjadi lebih waspada terhadap musuh.
"Ting" notif email yang mengirimkan profil tentang si pengirim
William mengerutkan kening saat melihat lampiran profil kliennya yang ternyata seorang wanita.
"Whaaat?" William terkejut, karena selama ia menerima klien, baru kali ini ia mendapat klien seorang wanita dan tugas yang ingin ia berikan adalah menghabisi orang satu rumahnya, yang rumah itu terdiri dari kedua orang tuanya kakak dan adik kembarnya.
"Woww"
"Luar biasa" ucapnya salut dengan keberanian wanita itu.
"Aku harus apakan mereka semua" pikir William
Setelah memikirkan apa yang harus ia lakukan William pun kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan yang sempat tertunda tadi.
Baru beberapa suap masuk kedalam mulutnya, Ponsel dalam saku celananya berbunyi yang menandakan ada seseorang yang menelpon.
"Ck kenapa selalu saja ada yang mengganggu" William berdecak kesal sambil menggerutu karena acara makannya belum selesai tapi ada yang menggangunya lagi
"Halo" ucapnya cepat dengan nada yang tak bersahabat
"Wih, santai bro" balas si penelpon kaget dengan suara William
"Ada apa?" Tanya William saat tahu siapa yang menelpon
"Gue lagi ada di bar lo nih, gua tunggu"
"Iya" ucap William sedikit malas dan segera memutuskan sambungan telpon nya dan melanjutkan makannya walau sudah tak nafsu lagi.
...▪︎▪︎▪︎...
Seperti rencananya William pun menghapiri seseorang tadi di bar miliknya, setelah menghabiskan makan malamnya.
William langsung duduk di samping seorang perempuan yang berpenampilan layaknya seorang pria dengan kaos abu yang ia padukan dengan jaket levis yang dangan celana levis panjang warna hitam yang sobek di sana sini, jangan lupa tatanan rambutnya persis seperti lelaki, satu lagi ia punya tato dari leher sampai lengannya.
"Ck lama bener lo" ucap sang wanita setelah menenggak satu sloki minuman keras yang ia pesan
__ADS_1
"Ish..." ia merasa panas cairan yang ditelannyasampai mengalir di tenggorokannya
"Gue lagi makan tadi" ucap William santai sabil menuangkan lagi minuman ke sloki yang kosong itu.
"Glug..,errr" wanita itu kembali menenggak minumannya dan menungkan kembali pada gelas slokinya yang kosong dan berniat menenggaknya lagi sebelum William mengambil alih gelas tersebut dan meminumnya
"Eh..." protes Wanita itu
"Ck ngak usah banyak minum, ayo cerita, ada apa" ucap william menggoyangkan gelas slokinya
"Ngak ada, cuma kangen sama kamu aja sih, kan udah lama ngak ketemu" ucapnya sambil memberikan satu kecupan pada pipi William
William pun menatap Angel (nama temannya yang barusaja megecup pipinya) dengan tajam, William sangat tidak suka dengan perempuan yang sembarang menyentuhnya, tak terkecuali siapa pun itu.
William memang tak masalah dengan bersentuhan, memeluk tetapi bukan dengan sentuhan yang berlebihan, yah..... walaupun yang Angel lakukan masih dalam tahap wajar, tetapi bagi William itu sudah melewati batas yang ia buat, karena ia tak suka di sentuh sembarangan.
Agak lucu memang, kenapa tidak ingin di sentu berlebihan? kalo gitu tidak usah berteman dengan perempuan dan jangan datang ketempat, yang memang tempatnya semua orang untuk melakukan sesuatu yang lebih sekedar salaman, seperti bar ini contohnya.
"Kuperingatkan kau untuk tidak menyentuhku sembarang, untuk terakhir kalinya Mrs. Alen" ucap William dingin kepada Angel yang tampak gelisa di tempat duduknya, bahkan bahasa santainya berubah menjadi formal.
William tak suka di sentuh, ia tak ingin sampai melewati batas, apalagi saat ini ia dalam pengaruh alkohol. Selain karena prinsip hidupnya memang seperti itu. Ia tak ingin merusak seorang wanita dan menjadi seorang lelaki brengsek yang doyan celap celup tanpa adanya ikatan pernikahan, sangat kolot memang, pada zaman sekarang masih memegang prinsip seperti itu.
Walau ia seorang yang berhati dingin tanpa balas kasih pada korbanya, tetapi ia memberikan khusus untuk urusan yang satu itu balas kasih.
"Maaf, aku lupa" ucap Angel pelan dan mematap bersala kepada William
"hm" dengan kembali menampilkan raut santai
"Sebenarnya aku, cuma ingin memberitahumu informasi, ayahmu sekarang tengah mencarimu" ucap Angel hati hati.
"Ck untuk apa lagi tua bangka itu mencariku, bukannya ia sibuk dengan perempuan tak tahu diri itu?" Ucap William dengan meminum alkohol itu langsung dari botolnya tanpa menuangkannya pada slokinya.
"Wil hey" ucap Angel mengingatkan ketik melihat William yang berniat menghabiskan minuman itu, tetapi semua terlambat karena botol itu telah kosong.
"Tak" William menyentak botol itu ke atas meja
"Hay, satu lagi" ucapnya kepada bartender yang ada didepannya.
"Hay, kau bisa mabuk jika minum sebanyak itu" ucap Angel menegur
"Kau tak perlu ikut campur" ucapnya dingin
"Baiklah, aku harus pergi kalo begitu, aku punya banyak kerjaan, aku hanya ingin memberitahumu soal ayahmu, itu saja" ucap Angel berdiri dan menepuk pundak William dengan pelan, seolah menyemangati William yang terlihat sedih dan juga marah di saat bersamaan
"Hm" jawab William menimpali sekedarnya
Setelah Angel pergi William melanjutkan minumnya sampai habis dua botol.
Karena sudah merasa mabuk William pun, berjalan ke salah satu kamar yang ada di lantai tiga, tempat ia selalu bermalam jika berada di bar ini.
Ia ingin menghindari kemungkinan terjadinya penyerangan seperti kemarin apa bila ia nekat pulang dalam kondisi seperti ini.
...▪︎▪︎▪︎...
Angel Alen ia hidup seorang diri, pekerjaannya adalah seorang arsitek bangunan yang bekerja di salah satu perusahaan ayah William dan pekerjaan sampingannya adalah informan bagi William.
Ia kenal dengan William saat mulai bekerja di perusaan tempat ia bekerja sekarang yang berarti ia telah kenal dengan William selama enam tahun lebih.
__ADS_1
Ia tinggal di rumah yang ia bangun sendiri, ia desain sendiri dan dengan uang yang ia dapat dan kumpulkan sendiri.
Karena penampilan yang femini ia tak bisa menemuka pekerjaan yang layak, bahkan banyak perusahaan yang menolaknya, jadi ia pun mengganti penampilannya menjadi tomboy dan itu membuahkan hasil.
Tak lama setelah memasukkan lamaran kerjanya ia langsung ke terima di perusahaan, yang menjadi impinya sejak lulus kuliah.
Tak hanya mengubah penampilan ia juga mengubah gaya hidup dan ia pun banyak mendapat teman baru, semua orang berubah welcome terhadap dirinya dengan penampilan dan gaya hidupnya yang baru, walau harus meninggalkan jati dirinya yang asli, setidaknya dengan begini masyarakat mau melihatnnya.
Karena saat ia berpenampilan kaya dulu jangankan keterima kerja teman pun ia tak punya. Sudah tidak punya teman, tidak punya kerjaan dan tak punya keluarga, kehidupanya terasa sangat hambar dan sulit.
Ia hanya tinggal di panti asuhan yang telah menampungnya dari umur lima tahun sampai ia lulus kuliah.
Ia menjalani kesehariannya dengan penampilan yang, yah... disini sudah bukan hal yang ganjil jika melihat perempuan berpenampilan lelaki atau sebaliknya, bahkan banyak yang lebih parah dari Angel, yang hakan sampai oprasi kelamin.
Astaga ngak kebayang dalam benak Angel dengan orang yang seperti itu apalagi dengannya, lebih baik ia mengakhiri hidupnya jika memang sudah tak sanggup menjadi perempuan, itu cuma pemikiran Angel sendiri
Tak tahu jika orang yang melakukannya mungkin ia punya pemikirannya sendiri, tetapi Angel tetap orang yang sangat menentang dengan adanya hal semacam itu, walau itu dilegalkan pemerintah disini.
Angel itu sudah mengenal William cukup lama dan ia mengetahui hubungannya dengan ayahnya tidak baik, bahkan ia beberapa kali melihat mereka bertengkar beberapa tahun lalu.
Tetapi walau ia tahu masalah William, tetapi William selalu membatasinya saat ia ingin membantu apa pun itu, selalu ada tembok pembatas antara ia dan William, yang selalu William kokohkan setiap Angel ingin melewatinya.
Miris memang Angel menyukai William tetapi ia tahu William hanya menyukainya sebatas temannya saja.
Dan ia tahu William tak pernah dekat dengan perempuan manapun selama hidupnya, selain perempuan yang ia anggap sebagai teman, seperti dia contohnya.
...▪︎▪︎▪︎...
Sinar matahari memasuki kamar yang bernuangsa gelap itu, melalui cela gorden yang tak tertutup rapat.
William yang tengah berbaring terlentang pun terusik dengan cahaya yang membuatnya silau, ia pun perlahan bangun dari pembaringannya.
"Akh...." sambil memijat pelan kepalanya yang terasa sakit
"Huuf" meghela nafas untuk sesaat, karena sakit kepalanya belum berhenti.
William mengambil segelas air yang ada di atas nakas yang memang selalu di sediakan di sana.
"Glug...glug"
"Tak"
Setelah meminum habis airnya William bergegas membersihkan diri dan berniat pulang ke apartemen nya setelah mandi.
...▪︎▪︎▪︎...
Rencana William pertama, untuk menangkap Kevin adalah ia ingin menangkap dan membalas anak buah Kevin yang telah berani menusuknya.
Dan ia juka bisa mendapat informasi dari dia tentang Kevin tanpa perlu capek untuk memantau Kevin dari jauh.
Rencana yang telah ia susun pun ia laksanakan hari ini, setelah mendapat identitas Erwen (yang menusuk William yang sampai membuat William masuk rumah sakit) yang ternyata punya banyak pekerjaan selain menjadi anak buah seorang mantan mafia.
Salah satunya adalah seorang koki di kafe yang sering William datengi,(kalian ingat cafe yang pernah ia datengi untuk memantau Andres Stone) ya.. Erwen bekerja di sana hingga jam sebelas malam.
Sedangkan paginya ia bekerja sebagai pelatih kebugaran di salah satu tempat fitnes yang lumayan terkenal.
...▪︎▪︎▪︎...
__ADS_1
Tunggu aksi William dalam menagkap Erwen di part selanjutnya