Pak Guru I LOVE YOU

Pak Guru I LOVE YOU
Lemah!!


__ADS_3

Saat aku terbangun,aku merasa asing dengan tempat ini.Di penuhi oleh buku buku dan ada meja buku,seperti kantor seseorang.


"Akhh."Aku terbangun dan langsung duduk,perutku terasa sangat sakit sekali


"Jangan terlalu banyak bergerak."


"Bapak?Kenapa saya bisa ada disini?.Maaf pak kayaknya saya harus balik kekelas."Ucap ki dan hendak berdiri meninggalkan kantor pak tama


Namun dia menarik lenganku,dan aku terjatuh kembali ke atas kasur.


"Kamu harus makan,perut kamu perlu asupan."Ucap nya sok perhatian.Halah tadi aja bikin aku malu sekarang sok sok perhatian.Ngga mempan!


"Maaf..Itu bukan urusan bapak,Biar saya yang menanggung rasa sakit ini.Dan Saya harap bapak bisa mengerti."Bener kan ucapan ku?setelah tadi dia memperlalukan ku seperti orang yang tidak memiliki hati.Tapi giliran sekarang?setelah aku sakit dia bertingkah manis seperti ini.


"Tapi kamu istri saya,Bukan kah seorang istri harus menuruti apa kata suami?."


"Hah?Apa pak?ISTRI?apa saya ngga salah denger pak?,setelah bapak buat saya terlambat dan mempermalukan saya di depan teman teman saya DAN menyebabkan penyakit lama saya kambuh lagi.Itu yang di namakan suami pak?."Ucap ku.


"Permisi pak,saya harus masuk kelas."Ucapku yang kekeuh untuk keluar dri ruangan ini.


Pak Tama tidak memberikan reaksi apapun,dia hanya diam.Dan membiarkan aku pergi.


Namun sialnya,sepertinya tubuh ku tidak siap untuk aku pergi.


"Awhh."Perut ku terasa sangat sakit,mungkin karena masih belum terisi apapun


Pak Tama langsung menyanggah tubuh ku.


"Saya sudah bilang,isi dulu energi kamu.Lalu setelah itu baru kamu pergi."


Aku mengangguk dan kembali duduk diatas Soffa.


Aku memakan roti dan teh hangat yang ada.Sedangkan pak Tama,dia duduk di depan layar komputer.


"Tadi berangkat naik apa?."Tanya pak Tama.


"Jalan kaki."Sahut ku.

__ADS_1


"Kenapa jalan?kenapa tidak naik taxi?."Dih apaan sih? kenapa sok nanya nanya gini sih.


"Ngga ada taxi yang lewat."


Dia mengagguk ngaggukan kepalanya.


"Besok berangkat bareng saya."tawar pak Tama.


"Ngga usah pak,nanti semua orang bisa curiga."


"Ini perintah!,saya tidak ingin mendengar pembantahan."Ucap pak Tama


Aku menganggukan kepala dan melanjutkan makan.


Tidak ada percakapan diantara kami.Yah bisa di bilang masih terlalu kaku.


Terdengar suara bel dari luar ruangan.


Ting Nong ,Ting Non****g


Dan yang lebih mencengangkan nya lagi.Orang itu langsung datang dan memeluk lengan pak Tama.


"Sayang..Udah makan siang belum?.Aku laper nih."Ucap bu Alda


Yang masuk keruangan pak Tama adalah bu alda,entah ada hubungan apa mereka yang jelas sepertinya mereka berpacaran.Karena yang aku lihat mereka sangat dekat sekali.Seperti ingus yang ada di baju,nempel terus hehehe


dan sepertinya bu alda belum menyadari bahwa adanya aku disini.


"Iya nanti.."Jawab singkat pak Tama


"Ah..Ayang,kamu mah nanti terus."Ieuu,Ayang ayang mbah mu!!,jijik sekali aku melihat kemesraan mereka.


Sepertinya bu alda sudah menyadari bahwa ada aku yang sedang duduk di sofa.


"Loh?Ngapain kamu disini?!."Ucap bu Alda


"Ann-u bu,saya habis nganterin tugas."Elak ku.

__ADS_1


"Oh gitu."Dia mengaggukan kepalanya.


Sedangkan pak Tama aku melihat diraut wajahnya,tidak ada rasa bersalah apapun.Dia hanya memasang wajah yang datar.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak,bu.Maaf sudah mengganggu."Ucap ku seperti orang yang bodoh!


Sakit sih rasanya ketika melihat,suami sendiri bermesraan dengan wanita lain.Di depan istrinya sendiri.Tapi apa boleh buat?toh aku menikah bukan karena didasari oleh cinta?.


Dengan perlahan aku berjalan,sembari memegangi perutku.


Namun sial lagi lagi aku berjalan menabrak buku buku yang ada diruangan pak Tama.


Brugg


"Ahhh."Sakit sekali rasanya,perut ini.


Ku lihat ke arah pak Tama,Tadi saat aku terjatuh dia hendak berdiri atau mungkin sudah berdiri.Namun tangannya di cegah oleh bu alda.


"Udah yang,ngga usah di bantuin.Dia bisa sendiri."ucap bu alda


Sesak daan sedih ketika melihat pak Tama seperti itu.


"Kamu bisa bangun kan."


Aku menahan air mata agar tidak terjatuh.Sembari aku rapihkan buku buku yang tadi aku tabrak.


"Bisa bu."Ucap ku lirih


"Sudah tidak perlu kamu bereskan buku nya."Ucap Pak Tama.


"Ba-aik pak."Aku keluar dari ruangan itu,dan membiarkan suami ku berduaan bersama orang lain.


Istri macam apa aku??


💗💗💗


YANG BACA WAJIB KASIH LIKE NYAAA :3:3:3

__ADS_1


__ADS_2