Pak Guru I LOVE YOU

Pak Guru I LOVE YOU
Jahat


__ADS_3

akhirnya aku pun pulang bersama kak Ziel,Tapi sebelum itu.Aku menemaninya bermain futsal.


Kami berdua terlihat seperti layaknya sepasang kekasih.Tanpa adanya rasa bosan,dia terus melemparkan senyumannya kepada ku.


Sampai sampai membuat orang orang yang berada di dekatku membicarakan kami.


"Wah sosweet banget yah cowoknya."


"Iya,Ngga cape apa senyum terus."


"Beruntung banget yang jadi ceweknya,Dari tadi disenyumin terus."


"Haha lama lama bisa diabetes saya ,karena terpana melihat senyumannya."


Begitulah kira kira omongan orang orang.Sebenarnya aku merasa sangat risih atas tingkah nya kak Ziel.Tapi mungkin dengan cara ini dia akan bersemangat.


Sambil menunggu kak Ziel bermain,tiba tiba pikiran ku kembali kepada kejadia semalam.


Jahat yah pak Tama?,mengambil paksa kesucian ku yang selama ini sudah ku jaga.Dan yang membuat aku sakit ketika dia membayang kan orang lain.Yang punya badan aku,bukan dia. hiks.


Tak terasa air mataku kembali menetes ,namun dengan sigap ku seka.Supaya tidak ada yang mengetahui ini.


Setelah lama menunggu akhirnya permainan fultsal kak Ziel telah usai.Dan kini dia tengah berjalan kehadapan ku


Terlihat dia begitu kelelahan dengan keringat yang bercucuran di wajah dan seluruh tubuhnya.Tapi aku rasa itu tidak mengganggu ketampanannya,karena justru saat ini dia terlihat sangat tampan


"Minum."Ucapnya meminta dibukakan tutup botol kepadaku.


"Nih...Pasti capek yah kak?."Tanya ku basa basi.


"Hmm...Ngga kok,kan ada kamu yang jadi sumber energi aku."Sahutnya.


Sontak aku langsung mencubitnya.


"Ishhh...Apaan sih kakak."


"Haha...Aw,,aw sakit.Lepasin."


"Lagian sih."Sahutku.


"Lapin dong keringet kakak,,Tuh handuknya."Ucapnya dan kemudian melemparkan handuk kecil itu kepada ku.


Sebenarnya aku ragu ,karena menurutku ini perbuatan tidak sopan ketika kita sudah bersuami.Tapi untuk apa?toh kami menikahbkarena keterpaksaan?jadi peratiran ini tidak akan berlaku sama sekali.


"Cepatt."Ucap kak Ziel


"Iya."Aku mngelap keringat yang ada di kepalanya.Dan kemudian pindah ke bagian tangannya.


Tapi tidak lama,aku melihat sepasang kekasih yang tidak asing bagiku.Ya siapalagi kalau bukan pak Tama dan bu Alda.Mereka sedang berpegangan tangan dengan mesra


Begitupun dia,sepertinya pak Tama melihat aku yang sedang mengelap keringat kak ziel.


Kami bertatapan sebentar,kemudian aku lebih memilih menghindar dari tatapan itu.


"Kak,,Udah yuk aku mau pulang."Ajaku kepada kak Ziel.


"Loh...Kenapa?masih siangkan ini?."

__ADS_1


"Ihhh kakak,mike belum ngerjain PR dari pak Dimas,besok dikumpulin.Ayooo."Ucap ku seraya menarik lengannya kak ziel.


"Iya ...Iyaa..."Ucapnya berdiri mengikuti ku.


...****************...


Kali ini aku minta diturunkan didepan gang.Karena tidak mungkin jika kak Ziel harus mengantar ku kedepan Rumah yang sekarang.


Aku berjalan menuju rumah,dengan malas.Karena jujur aku masih belum siap untuk bertemu dengan pak Tama dirumah.


Ups,,,Aku lupa!kan sekarang dia lagi jalan sama bu alda jadi ngga mungkin dong ya dia ada dirumah sekarang.


Aku harus cepat jalannya ,supaya sampai rumah aku akan langsung tertidur dan menghindari interaksi dengan pak Tama.


Namun baru beberapa langkah aku berjalan tiba tiba aku mendengar suara kelakson dari mobil di belakang ku.


Sontak aku langsung melihat kebelakang dan ternyata dia adalah pak Tama.


"Mike naik kemobil sekarang!!."Ucapnya dengan nada keras.


"Ngga mau!!."Tolak ku dan mempercepat langkah kaki ku.


Sementara pak Tama memajukan mobilnya untuk menyeimbangkan langkah ku.


"Saya bilang masuk ,masuk!!."Ucapnya dengan nada yang tinggi.


Dan aku tak mau kalah.


"Saya bilang gak mau yah ngga mau.Ngerti kan pak?."Tolak dengan tegas ku.


Aku melangkah berari menjauhi mobil ,sedangkan mobil pak Tama aku rasa sudah tidak mengejar ku lagi


Akhirnya aku memperlambat langkahku karena ,aku rasa mobil itu sudah tidak mengejar ku sekarang.


Tapi belum sempat aku berjalan santai.Tiba tiba tubuhku di angkat oleh seseorang bertubuh kekar.Yap siapa lagi kalau bukan pak Tama.


"Ihh..Apaan sihh..Bapak maen gendong gendong saya kayak gini...Lepasinnn."Aku memberontak dan ingin melepaskan diri..


"Semakin kamu memberontak ,akan semakin saya kencangkan."


"Ihh...Apaan sih pak ngga lucu tau!."Gerutu ku.


Dia menggendong ku seperti orang yang sedang menculik anak kecil.Menjijikan.


Kemudian dia melemparkan tubuhku begitu saja ke dalam mobil dan aku memberontak.


Tapi dia tidak kehabisan akal,sehingga dia mengikat tubuhku dengan sabuk yang ada dimobil entah apa itu namannya aku tak tau..Sehingga aku tidak bisa bergerak .


"Pak lepasinnn !!!!."Teriakku


Namun dia tidak mendengar kan ucapan ku.


"Pak ini mau kemana?.Kok jalannya ngga kerumah."


Namun lagi lagi dia tidak menjawab ucapann ku


"Fix bapak menderita penyakit budeg.Kayaknya besok harus periksa kedokter."Celetuk ku.

__ADS_1


Namun lagi lagi aku tidak mendapatkan jawaban.


"Kak Ziel Tolong aku.Hiks."Ucap ku dengan pelan


Ckittt.


Pak Tama mengerem mendadak dan bisa kulihat dia mengeraskan rahangnya


Kemudian dia menghadap ku ,dan mencengkram daguku dengan kuat.


"Akhh sakit."


"Yang ada di hadapan kamu saya !bukan dia.,Dan kamu tidak perlu menyebut pria mana pun didepan saya !!Mengerti."Ucapnya dengan kasar.


"Haha bapak saja tidak terima.Hanya karena ucapan saya bapak sudah marah.Lalu apa kabar dengan saya pak,yang sudah merelakan tubuh saya untuk menuntaskan hasrat bapak.Dan dengan enaknya bapak menganggap saya adalah orang lain."Entah keberanian ini muncul dari mana.Yang jelas aku sudah tak tahan dengan tindakan pak tama.


Dia terlihat seperti orang yang sedang menahan kemarahannya,Rahangnya mengeras.matanya menatap tajam kearah depan.


Sejujurnya aku takut dengan kondisi sekarang.


aku tak berani untuk menatap wajahnya.Karena aku tau sekarang dia sedang marah besar kepadaku.


"KELUAR SEKARANG!!!."Ucapnya Dengan penuh emosi.


"Tapi pak,ini hutan.Maafin saya pak.Saya mohon jangan turun kan saya disini."Pinta ku dengan tangisan.


"SAYA BILANG KELUAR DARI MOBIL INI SEKARANG!!!."


"Ta-tapi pak,mike takut.Hiks."


Dia melepaskan sabuk pengaman yang melilit tubuhku dan membuka pintu mobil ku dan kemudian dia mendorongku.


Awhh


"Pak mike mohon..Maafin mikee."Aku mengejar mobilnya.


Gelap...Aku takut kegelapan.


Ayah ibu...Mike takut.


Tak ada daya dan upaya yang bisa aku lakukan,mungkin aku hanya bisa menangis disini.


Tak ada satu orang pun disini,dan tidak ada lampu penerangan jalan disini.


Takut...


Sekarang bahkan aku tidak perduli dengan luka yang ada dikaki ku ini akibat dorongan tadi.


Aku hanya bisa menangis sembari menutup wajah.


Ayah...Ibuu...kenapa nasib ku seperti ini?


...----------------...


😭😭😭


Jangan lupa like komen dan subscribenya yah kakak😊

__ADS_1


Gimana part ini?komen dong pendapatnya nih😭


__ADS_2