
Takut...
Sekarang bahkan aku tidak perduli dengan luka yang ada dikaki ku ini akibat dorongan tadi.
Aku hanya bisa menangis sembari menutup wajah.
Ayah...Ibuu...kenapa nasib ku seperti ini?
Tapi tidak cukup lama tiba tiba mataku disoroti oleh cahaya mobil.
Pak Tama?Kenapa dia kembali lagi
Dia memberhentikan mobil itu dan langsung turun manghampiri ku.Dan dia langsung memelukku.
"Ba-pak..Maafin mike,tolong jangan tinggalin mike sendirian disini Hiks."Aku menangis di pelukannya .
Dia menenangkan ku,dan mengusap punggung ku
"Bapa,boleh buang mike dimana aja,tapi jangan di tempat yang gelap seperti ini.Hiks."
"Jangan menangis lagi,Ada saya disini.Maafkan saya karena terlalu bersikap kasar kepada kamu."Dia terus memeluku dan masih berusaha menenangkan aku.
Dan setelah beberapa saat ,tangisku mulai mereda dan pikiran ku mulai tenang.
"Sekarang kita pulang yah."Dia menggandeng lenganku yang masih sesegukan.
Namun Belum sempat aku berjalan ,tiba tiba kaki ku terasa sangat sakit.Dan tidak bisa di gerakan.mungkin ini akibat dorongan tadi.
"Awhh...Sakit pak."Ucapku
__ADS_1
Sontak tubuhku langsung di angkat olehnya dan di masukan kedalam mobil.
🌻🌻
Saat sampai rumah aku kembali digendong olehnya dan didudukan di ruang tamu.
"Kamu tunggu disini.Saya mau ambil kotak P3K ."
Kesambet apa bapaknya?kenapa tiba tiba menjadi baik seperti ini setelah tadi mencelakai aku?.
Dia langsung mengeksekusi luka yang ada dikaki ku.dengan perlahan.
"Shhh.."
"Maaf ,,,karena saya kamu terluka."
"Ngga usah minta maaf pak,kalau bakalan diulangi lagi.Awwhhh."
"Jadi saya harap kamu bisa menghargai saya sebagai suami kamu,dan satu lagi saya tidak suka melihat kamu berdekatan dengan Azriel."
"Kenapa pak?Kenapa harus saya saja disini,yang tidak boleh berdekatan dengan lawan jenis?sedangkan bapak sendiri?."Sahutku
"Karena sekarang status kamu adalah seorang istri,dan tugas seorang istri adalah menuruti perkataan suami."
"Lalu apa kabar dengan hubungan bapak dan bu alda?apa bapak bisa melakukan itu seperti yang bapak perintahkan kepada saya untuk menjauhi kak Ziel?."
"Saya akan pertimbangkan hal itu."
"Awhh."
__ADS_1
"Tahan ...Bentar lagi selesai."Ucapnya
"Sakit..Ibuu.Hiks."Tidak-sebenarnya aku menangis bukan karena luka ini.Tetapi karena sakit hati mendengar ucapan dan jawaban dari pak Tama.Dia menyuruhku untuk menjauhi kak Ziel,Sementara dia--dia tak mampu untuk menjauhi bu alda kekasihnya.bukan kah itu tidak adil?.
"Sudah selesai.Jangan menangis."Ucapnya
"Sekarang saya akan membawa kamu kekamar tidur."Ucapnya dan mengangkat tubuhku.
Setelah sampai,dikamar tidur.Dia langsung merebahkan tubuhku diatas kasur.
Aku tertidur dengan posisi menyamping dan membelakanginya.
Tapi bodohnya air mata ini terus mengalir mengingat perilaku perilaku kasar pak Tama kepadaku..
"Hiks....Hiks..."
Andai ada ibu disini,mungkin aku sudah merasa kan kedamaian yang telah lama tak kurasakan.
Sampai kapan aku terus berada disini?,Apakah aku boleh menyerah saja pada kehidupan?.Atau malah harus bertahan?entah lah .Hanya tuhan saja lah yang tau.
...----------------...
Paginya...
Tubuhku kini sudah tidak terlalu terasa sakit.Hanya luka yang ada dikaki saja yang masih sedikit terasa sakit.
Tapi aku merasa ada hembusan nafas di leherku,dan ada tangan juga yang melingkar di perutku.
Dengan perlahan aku menyingkirkan lengan itu dari perutku.
__ADS_1
😌LIKE JANGAN LUPA