
Rumah 22.00
Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 malam,tapi hingga kini pak Tama masih belum sampai rumah juga.
Walaupun aku tidak memiliki ikatan perasaan apapun dengan pak Tama ,Tapi mengapa sekarang aku mencemaskannya?
Ah?aku sampai lupa,mungkin pak Tama sekarang sedang bersama bu Alda.Tadi kan saat di sekolah mereka menghabiskan waktu berdua ?mungkin pak Tama menginap di rumah bu Alda.
Tapi kenapa hati ku berkata lain?Kenapa hati ku mengatakan bahwa aku harus menunggu pak tama ?
Ah sudah lah untuk apa kamu menunggu nya?menunggu orang yang sedang berbahagia bersama kekasihnya?
Tapi lagi lagi akal sehat ku tidak berfungsi,dan aku memutuskan untuk tetap menunggu pak Tama di ruang tamu.
Setelah beberapa menit aku menunggu ,namun tak kunjung mendapatkan hasil,akhirnya aku pun tertidur di sofa.
23.00
Saat aku tertidur,tiba tiba aku di kejutkan dengan bunyi dorongan pintu yang sangat keras sampai sampai enggsel pintu itu pun ikut terpental
Brukkkkkk
Astaga!!ada apa dengan pak tama?kenapa dia terlihat seperti orang yang sedang mabuk berat?
Matanya menatap kebencian kearahku,sambil berjalan lunglai dia menghampiriku.Jujur sekarang entah kenapa aku merasa sangat takut sekali melihat tatapannya itu.
Dia tetap memajukan jalannya ,dan sebaliknya aku memundurkan langkah kakiku
Sepertinya sekarang aku sedang tidak dalam posisi yang baik baik saja.
Ibu....
__ADS_1
Sampai akhirnya tubuhku kini sudah menempel dengan tembok.Dan aku tidak bisa menghindar dari situasi ini
"Ada apa pak?kenapa bapak begitu menakutkan seperti ini?."
Bukannya mereda ketika mendengar ucapanku,justru amarahnya kini semakin tersulutkan
Dia menarik paksa dagu ku dengan cengkramannya
"Akh...Sakit pak."
"Karena kamu alda menolak pernyataan cinta saya."Ucap Pak Tama dengan penuh emosi
Oh jadi sikap pak Tama sekarang karena bu alda menolak pernyataan cintanya pak Tama?
"Ta-tapi pak,Pernikahan ini terjadi bukan kerena saya."
"Jelas ini semua kerena kamu!dan karena kamu alda menolak cinta saya.Jadi sekarang kamu harus mempertanggung jawabkan semua itu."
Aku mencoba untuk memberontak,tapi itu semua sia sia,Tenagaku tidak cukup kuat untuk menghalangi tenaga pak Tama .
Kenapa nasib ku seperti ini tuhan?kenapa ?
Setelah puas dengan ciumannya,dia menarik tubuhku dengan kasar keatas sofa.
Dan kemudian dia melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan.
Air mataku terus bercucuran,tidak ada kelembutan disini.Dia mempermainkan aku layaknya seperti boneka.
Yang punya masalah dia dengan bu alda ,tapi kenapa harus aku yang jadi korbanya.Tuhan :'(
π»
__ADS_1
Dan setelah dia puas melepaskan dahaganya,dia berbaring disisi ku dan mengucapkan kata yang
"Hah..Terimakasih Alda."
Jleb
Jadi selama tadi kami berhubungan badan,pak Tama tidak menganggapku ada?dia yang membayang kan wanita lain?bukan kah itu sangat menyakitkan??
Yang punya badan aku,bukan dia
Tak terasa airmata ku kembali bercucuran.Sakitnya bukan main.Bagai tertusuk ujung tombak busur panah yang runcing.
Lantas untuk apa aku ada disini?
*Ibu ....Hikss
Ibuu ini sungguh menyakitkan..
Hikss Hisskkk*
Sekarang aku tidak bisa berbuat apapun disini.
Kabur?itu bukanlah solusi yang tepat untuk saat ini.Karena aku tau,jika aku kabur sekarang.Ayah dan ibu yang akan jadi sasaran tante itu.
Aku hanya bisa tertidur,memunggungi pak Tama.Sambil Terisak aku memaksa tubuh ini untuk tertidur dan melupakan kejadian tadi.
Tak ku sangka ,ternyata walaupun pak Tama terlihat seperti orang yang bijaksana di sekolah.Tetapi dia juga memiliki sifat yang sungguh tidak bisa diduga oleh akal sehat.
πΌπΌπΌπΌπΌ
LIKE SAMA KOMENNYA YUK KAKAK
__ADS_1