
Seorang wanita duduk di sebuah sofa memandang jauh di depan nya pemandangan indah nya ibu kota pada malam hari ,dengan gemerlap lampu yang menghiasi di setiap sudut bangunan tinggi yang megah, terjarak oleh kaca hitam yang memangkas keberadaan nya .
Ia mengenakan baju tidur sexy berbahan satin berwarna putih ,dengan segelas wine berwarna merah di lengan kiri nya .
Sesekali ia menyesap manis nya wine mahal tersebut sebelum menghidu nya dengan memejam kan mata .
Sebatang rokok bertengger di sela jemari kanan nya , dengan malas ia menghisap rokok tersebut dan menghembus kan nya pelan.
Entah apa yang tengah ada di pikiran nya kini ,lalu senyum sinis terbit di ujung bibir nya kala ia menatap tajam pada pantulan bayangan kaca di depan nya, tubuh seorang pria tanpa busana yang tengah bergerak malas di balik selimut sutra berwarna emas yang hanya menutupi tubuh bagian bawah nya saja.
Mata pria yang tengah lelap tersebut membuka setelah mengerjap beberapa kali ,lalu tersenyum setelah menyadari yang ia cari ada di depan nya tengah duduk menikmati wine dan rokok nya.
“bangun lah “ suara wanita tersebut dingin.
Lelaki tersebut tersenyum heran menatap lirih berusaha mengumpulkan segenap energi yang tak bersisa setelah pergumulan mereka tadi.
Wanita tersebut mengerutkan dahi nya menatap jengah pada lelaki yang tampak tidak berminat dengan apa yang barusan ia ucap kan.
“bangun lah “ tegas nya kembali
“kenakan semua pakaian mu dan segera pergi dari sini sekarang juga " ucap nya sinis sembari memberi sedikit tendangan pada pakaian lelaki tersebut yang berserakan di lantai dengan karpet berbulu tebal .
lelaki tersebut terhenyak dengan pemikiran nya ,rasa kesal dan merasa rendah berputar di pikiran nya .
wanita tersebut keluar dari kamar dan meninggal kan lelaki tersebut setelah memastikan akhirnya lelaki tersebut bangun dari tidur nya ,dan mulai mengenakan pakaian nya satu persatu dengan perasaan kesal luar biasa , menatap kesal pada punggung wanita yang tengah berjalan keluar dari kamar ,menutup pintu kamar dengan santai nya tanpa rasa bersalah.
"kau mengusir ku ?!!!" tanya lelaki yang telah mengenakan kemeja putih dan celana jeans nya dengan sedikit tergesa karena masih belum paham dengan apa yang barusan di katakan oleh wanita tersebut.
__ADS_1
ia bertanya dengan kesal menatap wanita yang tengah berdiri di balkon apartemen milik wanita tersebut.
wanita tersebut berbalik dan menatap lelaki yang baru saja berbicara di belakang nya.
ia menatap dingin lelaki itu ,menyesap wine di tangan nya ,lalu mematikan rokok di tangan nya pada asbak yang tersedia di balkon tersebut.
"aku sudah bersenang senang, dan aku mau istirahat waktu nya kamu pulang ke rumah ke istri mu " ia menekan kan kata istri .
lelaki itu mendengus kesal , memasukkan kedua jemari nya ke saku kiri kanan jeans yang tengah ia pakai.
"kita bersenang senang, apa kau lupa ?" tanya lelaki itu pongah .
"maka nya aku tidak suka jika kamu masih ada disini "
"hah ,asal kamu tau ya ,banyak wanita yang antri untuk tidur bersama ku " jawab nya masih dengan kesombongan.
"dan sial nya aku bukan wanita seperti itu ,aku tidak bisa mengantri untuk pecundang " balas wanita itu santai.
"aku rasa kau masih ingat di mana pintu keluar " wanita tersebut masih menjawab dengan santai tanpa beban.
"apa kau lupa kau tadi yang mengajak kita bercinta ?! " sang lelaki masih tidak mau mengalah ,rasa amarah masih berkecamuk dalam dada nya ,merasa di rendah kan ,dan ia pun kembali meledakkan amarah nya.
tidak pernah sekali pun ia merasa terhina seperti ini ,sudah banyak wanita jatuh kepelukannya dan semua wanita tersebut memohon untuk ia tinggal agar tidak meninggal kan mereka ,tapi wanita di depan nya ini sama sekali sangat berbeda ,tidak bisa di tebak ,sangat menggoda tapi tidak bisa di jinakkan.
walaupun tidak bisa ia pungkiri bercinta dengan wanita ini benar-benar membuat ia terbang , wanita ini luar biasa batin nya kala itu.
terbersit di hati nya ,ia ingin menjadikan wanita ini sebagai simpanan nya nanti ia akan membicarakan nya.
__ADS_1
tapi apa ini ,apa yang sedang terjadi kenapa tidak sesuai dengan apa yang ia harap kan ,kenapa ia merasa ia tengah tercampakkan .
biasa nya ia lah yang mencampakkan semua wanita yang telah membuat ia bosan.
wanita tersebut hanya tersenyum mengejek "lalu apa ? apa mau mu ? kau mau sampai pagi berada di sini ,tidur bersama dalam pelukan begitu ? hah !! " lalu tawa tertahan tergambar di wajah wanita tersebut.
lelaki tersebut hanya bisa memandang heran pada wanita yang baru saja bertukar peluh dengan nya .
"dengar ,kurasa kau salah paham dengan ku boy ,aku bukan wanita yang berharap pelukan seorang pria ,aku tidak membutuhkan nya ,bagiku kau hanya lah pemuas nafsu ku saja ,tidak lebih ,ah ya dan jangan berharap akan terulang lagi ya ,itu hanya sekali antara kau dan aku ,ah juga kau bukan klien ku lagi jadi kita tidak akan ada pertemuan kembali ,kurasa seorang dengan gelar dokter seperti mu pasti sangat mengerti bukan " kembali ia menyesap wine nya dengan penuh penghayatan.
lelaki tersebut terhenyak mendengar tutur kata yang terucap dari wanita yang masih berada di depan nya dengan wajah dingin tersebut.
masih tidak bisa terima tapi harga diri nya harus ia tegakkan ,dengan kesal dan amarah yang tertahan ia menarik kasar jas yang tersampir di salah satu sofa apartemen wanita tersebut.
lalu berjalan keluar dari apartemen tersebut dengan nafas tersengal ,semua umpatan tertahan di hati dan menjadi gumaman di mulut nya.
dengan kesal ia banting pintu apartemen tersebut.
"dasar pecundang " gumam wanita tersebut .
dia adalah Dinda kirana SH,MH seorang pengacara terkenal ,berusia 35 tahun ,yang bekerja di J & J law firm, perusaan firma hukum yang sangat terkenal di Indonesia, karier nya sedang berada di puncak kejayaan, klien nya hanya berasal dari orang-orang ternama dan konglomerat di negeri ini, karena setiap ia menangani semua kasus tersebut tidak ada yang tidak berhasil di tangan nya.
bos nya saja sangat memuji kerja keras nya ,ia sangat di segani baik di kantor maupun di semua kolega nya.
wanita tegas ,dingin ,cerdas dan mampu bekerja dengan total di setiap tugas nya .
setelah menaruh gelas wine tadi ke tempat cucian piring di dapur nya ,Dinda berjalan masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
ia membuka salah satu lemari nya mengambil boneka kelinci berwarna putih dengan telinga terjulur di kedua sisi nya ,di hidu nya dengan dalam aroma boneka tersebut ,lalu di bawa nya ke dalam pelukan dengan mata terpejam lalu menggoyang kan tubuh nya seakan menidur kan boneka tersebut dalam dekapan hangat nya.
"i Miss you " lirih nya .