
"Rizki" pemuda tampan bernama Rizki tersebut berdiri dari duduk nya dan dengan hormat menjulur kan tangan kanan nya hendak bersalaman dengan Dinda ,senyuman manis terukir di wajah nya .
Dinda menatap lekat pemuda tersebut dan akhirnya menerima juluran tangan nya dengan lekas menarik nya kembali , Rizki yang awal nya ingin mencoba beramah tamah akhirnya duduk kembali ke sofa nya dengan perasaan tidak di terima dengan tulus ,ah apa kah hanya pemikiran nya saja batinnya.
"jadi Dinda , saya percayakan Rizki pada mu ya ?! " akhir nya kata-kata tersebut terucap juga dari tuan Jackson dengan tenang ,penuh penegasan agar tidak ada penolakan.
Dinda memahami nya ia pun hanya mengangguk pasrah , perintah atasan yang tidak bisa ia tolak pikir nya dalam diam .
lalu Rima masuk ke ruangan kerja Dinda dengan nampan yang penuh dengan minuman serta makanan ringan ,yang langsung ia suguh kan ke atas meja tamu .
Dinda pun menawarkan kedua tamu nya hidangan yang telah ada di atas meja.
lalu waktu pun berlalu dengan obrolan singkat dan ringan dengan di warnai tawa khas pak Jackson atas ucapan Dinda yang terkadang receh ,sedangkan Rizki dan Rima yang mendengar nya hanya tersenyum masam di posisi mereka masing-masing.
setelah tuan Jackson pun pergi dari ruangan Dinda ,akhir nya Rizky dengan polos nya masih mematung di sofa yang tengah ia duduki menatap Dinda di depan nya yang kembali pada mode serius menatap kembali tab nya .
rima yang juga masih mematung di tempat nya berdiri hanya memandang Rizky dengan tatapan memuja .
Rizky yang merasa tengah di pandangi dengan sepenuh hati melihat ke arah Rima dengan penuh tanda tanya.
"hmm apa kah kita memang harus diam saja seperti ini ? tidak adakah proses perkenalan, atau memberi tahu di mana meja kerja ku ? atau apa yang bisa aku bantu " Rizky mencoba memecahkan keheningan diantara mereka bertiga.
rima menatap nya iba ,ketika Dinda memandang ke arah Rizky dengan tatapan sinis karena baru saja mengganggu pekerjaan nya.
" maka nya jika mau kerja tuh masuk melalui jalur biasa aja ,jangan jalur luar biasa kayak gini ,jadi yang ngurus urusan yang kamu sebutin tadi itu tugas nya bagian HRD bukan tugas saya ,kamu sudah buang waktu saya untuk memulai percakapan ini ,sangat menguras waktu saya yang berharga " jawab Dinda lembut tapi penuh penekanan dan lebih ke sarkas yang bergaya.
seketika mulut Rizki membulat dengan mata berkedip lambat ,tidak ia sangka mendengar jawaban dari wanita di depan nya ini yang sayang nya adalah atasan nya mulai hari ini.
rima meringis sendiri setelah mendengar semua nya dengan langsung, dan memandang iba Rizky .
"wah ,anda benar-benar seperti yang sering saya dengar ,luar biasa ,saya sudah bertekad akan menjadikan anda sebagai panutan saya yang berharga " kilatan semangat tampak di mata Rizki ketika dengan frontal ia menyampaikan betapa ia sudah benar menjadikan wanita di depan nya ini sebagai panutan dan mentor nya kedepan .
seketika Rima yang tadi nya memasang wajah iba pada Rizki mendadak bengong dan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dan ia sendiri yang mengalami nya .
Dinda yang juga mendengar nya bahkan kata-kata tersebut memang di tujukan untuk nya tidak tampak kaget ,dengan santai ia kembali menatap pekerjaan nya ke depan tab yang tengah berada di tangan nya.
__ADS_1
"jangan terlalu bersemangat, kamu ikuti Rima saja ,dan banyak bertanya dan belajar sendiri ,karena saya bukan guru juga mentor kamu ,saya atasan kamu di sini ,ingat itu !!!" tanpa menatap ke arah Rizky tentu nya Dinda memberi kode pada Rima .
Rima yang sudah dari awal menemani karier gemilang Dinda tentu saja paham dengan kode lirikan mata atasan nya tersebut langsung membawa Rizki keluar ruangan ,untung saja Rizky pun tidak lagi banyak bicara dan pasrah ketika Rima menggiring nya keluar ruangan .
setiba nya mereka keluar dari ruangan tersebut, spontan Rima langsung menghembuskan nafas lega nya.
Rizky menatap Rima heran "kenapa mbak ?" tanya nya .
"kamu kok bisa ya setenang itu waktu di dalam ? saya aja susah nahan nafas ketika kamu jawab gitu " Rima masih mencoba menenang kan hati nya.
"ya saya kan bicara apa ada nya mbak " jawab Rizky santai .
"ya sudah ,ayo saya antar kamu ke meja kamu dan akan saya jelas kan tentang pekerjaan di sini ,juga saya akan kenal kan kamu pada semua rekan kerja kamu di sini " ajak Rima lalu berjalan sembari di ikuti Rizky di belakang nya.
Rima mengantar Rizky ke meja yang tidak terlalu jauh dari ruangan kerja Dinda " ini meja kamu ,yang di sebelah nya meja mbak ,di sini kita berdua yang menjadi staf nya Bu Dinda "
"jadi sebelum saya datang ,mbak sendirian dong membantu semua pekerjaan Bu Dinda ?" tanya Rizki sedikit bingung.
"ya mau bagaimana lagi ,kamu lihat sendiri bukan gimana bu Dinda itu orang nya ,gak ada yang betah "
"ya mau gimana lagi ,mau kerja apa lagi saya kalau tidak di sini ,di usia seperti saya ini ya kan ,hidup ini keras ,gak kayak sinetron Indosiar, yang pemain nya udah menderita lalu langsung jadi kaya raya "
"mbak ini bisa aja " Rizky menggelengkan kepala nya mendengar seloroh Rima yang sama sekali tidak lucu tapi mampu membuat kedua nya pun tertawa pelan.
" jadi Rizky kamu udah bisa membayangkan bagaimana pekerjaan kita kedepan nya bukan ? walaupun waktu kamu di sini hanya satu tahun ,mbak harap kamu betah ya ,yang penting kamu harus tutup kuping kamu ketika kata-kata pedas itu datang ,anggap aja lagi makan ayam geprek" kembali Rima dapat membuat Rizky mengulum senyum manis nya.
"mbak udah berkeluarga?" tanya Rizky lagi.
"udah dong ,udah anak dua ,kenapa ? ?masih kayak masih gadis ya !!!"
"iya mbak ,tepat sekali ,apa sih resep nya mbak ?! "
"mau tau ??? apa mau tau banget???!!!"
akhir nya Rizky pun mendapat kesimpulan nya sendiri kenapa mbak Rima sangat betah bekerja dengan Dinda di karenakan wanita yang tengah melempar kan guyon nya ini adalah orang yang humble dan juga asyik serta memiliki hati sekuat baja ,karena dapat Rizky bayang kan banyak nya kata-kata pedas yang terlontar setiap hari nya.
__ADS_1
waktu pun berlalu ,Rizky yang mulai mendapatkan tugas pertama nya pun tampak bersemangat dalam melaksanakan nya.
lalu tiba-tiba seorang kurir datang membawakan satu buket besar bunga tulip merah .
" maaf mbak ini saya mau mengantarkan bunga ini kepada nona Dinda Kirana " tanya kurir tersebut pada Rima yang tengah sibuk dengan berkas yang tengah ia pilah-pilih.
"dari siapa mas ?? " Rima bertanya tanpa menoleh, ia dapat membaui wangi bunga tersebut, tumben ada yang kasih bunga ke big bos batin nya .
"saya juga tidak tau mbak ,saya hanya kurir tapi ini ada kartu nya , tolong di terima dulu dong mbak ,berat ini " terdengar suara ringisan dan sang kurir .
akhir nya Rima pun mendongak,dan terkejut ketika mendapati sebuket besar bunga tulip merah nan wangi semerbak, satu ruangan ini pun mendadak wangi .
terdenangar bisik-bisik dari para karyawan lain yang bekerja untuk pengacara lain nya ketika mereka melihat buket bunga tersebut.
pasti mahal banget ituh , dari siap ya ? kok ada ya yang mau sama malaikat pencabut nyawa itu ,orang aneh ,heh nasib nya aja yang bagus ... bla bla bla
begitu lah tidak suka nya mereka pada Dinda ,selain karena pribadi nya ,mereka juga tidak suka dengan persaingan yang kadang terjadi di antara atasan mereka, dan itu adalah hal lumrah tentu nya di setiap pekerjaan apa lagi mereka yang bergerak di bidang jasa .
Rizky pun ikut menatap buket bunga tersebut yang telah berdiri kokoh di salah satu meja di ruangan tersebut .
"mbak tanyain dulu kali ya Ki ?" Rima meminta pendapat rekan kerja nya tersebut.
"iya mbak " jawab Rizky yang langsung membawa Rima menuju ruangan bos nya.
wajah Dinda biasa saja ketika membaca kartu yang terdapat bersamaan dengan sebuket besar bunga tulip merah tersebut.
lalu ia hanya bisa tersenyum sinis sambil memandangi jalanan ibu kota serta bangunan tinggi lain nya.
bunga tulip secara universal melambangkan cinta dan romansa, adapun makna positif tulip merah adalah tentang cinta, gairah, romansa, kekuatan, dan kegembiraan.
namun makna negatif dari bunga tulip merah merah melambangkan agresi, kemarahan, bahaya dan kemurkaan.
Dr lois Andrean sang pengirim bunga tulip merah tersebut, tentu saja Dinda paham akan arti semuanya ,karena merasa tercampakkan semalam, membuat sang dokter muda tersebut murka dan mengantarkan pesan bahwa ia akan membalas kan semua nya.
satu hal yang tidak di pahami oleh dokter tampan tersebut, bahwasanya umpan yang di buang Dinda telah berhasil ia tarik.
__ADS_1
"sebentar lagi , bersabar lah wahai hati " ucap nya pelan .