PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )

PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )
episode 04


__ADS_3

" jadwal selanjutnya,ada pertemuan dengan klien baru ,tuan Jackson menyerah kan klien ini untuk anda Bu , tadi sekretaris nya menghubungi saya dalam waktu lima belas menit lagi mereka akan tidak di ruang meeting Bu " jelas Rima pada Dinda yang tengah mempelajari berkas dengan map berwarna hitam di atas meja nya , sesekali ia melihat ke layar komputer di depan nya lalu mencatat beberapa tulisan di lembar berkas tersebut.


Rima sangat memahami, diam nya Dinda berarti ia harus mempersiapkan pertemuan nya dengan klien nya , lalu Rima meletakkan berkas yang harus Dinda pelajari untuk pertemuan mereka nanti nya.


ringkas dan cepat Dinda mempelajari setiap apa yang tertulis di berkas tersebut "kasus pelecehan ternyata, dan korban nya karyawati di kantor nya " gumam Dinda menatap jijik pada map yang baru saja ia tutup .


Dinda bertemu dengan klien yang ia temui bersama Rima dan juga Rizki mendampingi diri nya di ruangan khusus meeting bersama klien yang tersedia di kantor nya.


"ini kasus yang berat " ucap Dinda ketika mereka telah duduk mengitari meja bulat besar yang ada di tengah ruangan .


dua orang pria duduk di sisi seberang Dinda dan kedua asisten nya ,satu pria dengan setelan kerja warna navy dengan kacamata minus bertengger di hidung nya ,dan satu lagi menggunakan kaos hitam dan celana jeans dengan sedikit robekan serta sepatu sneaker santai ,juga topi hitam dan kacamata hitam menutupi wajah nya ,tapi tetap menggambar kan berapa mahal nya outfit yang ia kenakan .


pria tersebut duduk dengan pongah nya menyenderkan punggung bidang nya pada kursi yang sedang ia duduki ,seraya menatap pada sisi di mana Dinda dan asisten nya di balik kacamata hitam dengan harga fantastis itu.


tidak butuh waktu lama Dinda tau siapa yang bermasalah di sini tentu saja salah satu anak orang konglomerat di negeri ini , Angelo Dawson dari da'n coorporation , baru saja di resmikan menjadi pengganti ayah nya yang telah pensiun.


begitu lah yang sering terjadi ketika anak manja yang biasa nya tidak pernah bekerja,tau nya hanya menerima dan menikmati kerja keras leluhur nya ,tidak bisa bertanggung jawab ,ckckck , ini sudah biasa dan di maklumi Dinda .


tapi tidak bisa ia pungkiri, ia sukses dan berada di tempat nya karena perangai anak-anak konglomerat yang tidak bertanggung jawab seperti sekarang ini , semakin banyak mereka bermasalah semakin banyak pundi-pundi masuk ke rekening Dinda .


ah ya jangan di tanya kenapa pria brengsek ini tidak di penjara, kekuatan uang sangat lah berpengaruh di sini ,padahal kasus nya sudah viral di semua lini medsos karena organisasi wanita yang menolong korban sangat gencar dalam membantu agar korban mendapatkan keadilan seadil-adilnya.


sebenarnya jika menuruti hati nurani ,Dinda sangat keberatan menerima kasus menjijikan seperti ini ,tapi sayang nya hati nurani nya telah tenggelam dalam di Palung hati yang terdalam .


percakapan di awali dengan perkenalan basa basi dari kedua pihak .


"sebelum nya kami menggunakan jasa firma hukum yang lain yang setara dengan firma hukum kalian ,tapi mereka menolak menjadi pengacara atasan saya,kami tidak bisa menggunakan firma hukum yang standar nya rendah ,kami pun beralih ke sini ,yang seperti anda pahami kami kesulitan karena wanita itu melibatkan organisasi wanita , jadi saya rasa anda lebih memahami nya Bu " pria bernama Arya yang menjadi asisten Angelo Dawson .


"berapa lama anda susah menjadi asisten nya tuan Angelo ? " tanya Dinda .


"sebelum nya saya adalah asisten nya tuan Dawson senior, saya melanjutkan menjadi asisten tuan Angelo setelah tuan besar pensiun "


"seberapa banyak anda mengenali tuan Angelo Dawson ??"


"maaf ??"


"saya hanya ingin tau dari sudut pandang orang yang terdekat nya " Dinda menatap dalam Arya .


"ah itu " Arya terlihat meragu dengan menggaruk leher belakang nya dengan sedikit gelisah.


"apa maksud anda bertanya seperti itu ?" Angelo bertanya dari kursi dengan gaya pongah nya sembari melipat kedua tangan nya ke dada "jangan berbelit-belit, cukup kamu katakan menerima atau tidak kasus ini ,saya sudah jengah " bentak nya.


"saya harus tau bagaimana cara nya menang dalam kasus ini ,tapi tentu nya anda dan orang-orang terdekat anda harus ikut bertahan dan berjuang bersama saya , karena saya tidak suka ada nya aroma pengkhianatan, saya harus membaca situasi kedepannya karena ini juga menyangkut dengan kredibilitas saya tentu saja " jelas Dinda tenang .

__ADS_1


Angelo membuka kacamata hitam nya dan tersenyum pongah dari duduk nya lalu menegakkan tubuh nya dan bertumpu pada kedua siku tangan nya di atas meja


"saya menyimpulkan bahwa anda telah menerima kasus saya !" masih dengan gaya pongah lelaki ini menatap Dinda seraya senyum sinis mengembang di sudut bibir nya.


"anda tentu nya siap membayar mahal bukan ,hhhmmm " tantang Dinda dengan wajah datar nya.


Angelo menepuk tangan dengan senyuman sumringah nya " tentu saja ,jangan khawatir, anda tau siapa keluarga saya bukan ,uang bukan masalah buat kami "


waktu di habis kan dengan pembicaraan seberapa berat permasalahan nya dan bagaimana langkah-langkah yang akan di lakukan dalam penyelesaian nya .


kedua tamu tersebut pamit dan Dinda dan tim nya kembali ke ruangan kerja Dinda .


Aldiva ,nama wanita yang telah melayang kan pengaduan pada Angelo Dawson ,kini beebagai pose Poto nya sudah ada di diagram yang di pasang di salah satu dinding ruangan kerja Dinda .


Dinda berdiri di depan diagram yang telah ia buat untuk kasus yang baru saja ia terima ,dengan kedua tangan di dalam saku ,Dinda memandangi diagram di depan nya .


gadis manis dengan senyum yang menampakkan gingsul gigi nya ,berambut ikal bergelombang dengan warna hitam pekat .


Dinda sudah mendapati nomor ponsel serta alamat gadis cantik tersebut ,setelah mengecek notifikasi di ponsel nya.


"kita akan pergi ke alamat gadis ini " ucap Dinda tiba-tiba.


"apa ? saya ? " Rizki yang sedari tadi ikut diam di sebelah Dinda langsung termegap karena ucapan Dinda yang tiba-tiba.


Dinda langsung mengambil tas di atas meja nya serta kunci mobil ia serah kan pada Rizki yang masih tampak kebingungan.


tanpa menjawab Dinda berjalan meninggalkan Rizki yang masih kebingungan.


akhirnya Rizki menyadari ketertinggalan diri nya ,ah langkah bos nya ini terlalu cepat sehingga Rizki berlari untuk dapat mengejar langkah besar Dinda .


kedua nya pun langsung menuju alamat Aldiva yang menghabiskan waktu sekitar dua jam dengan segala kemacetan ibu kota.


mobil mewah Dinda yang di kendarai Rizki berhenti di depan sebuah rumah sederhana bercat putih yang tampak sudah memudar di semua sisi nya, dengan pagar kayu menjadikan jarak antara rumah dan sedikit halaman dengan rumput yang mulai di tumbuhi ilalang.


"di sini Bu ?" tanya Rizki mencoba memecahkan keheningan.


Dinda tidak menjawab hanya lekas turun dari mobil nya setelah melepas sabuk pengaman pada tubuh nya.


Rizki yang mengela nafas nya dan mengikuti Dinda memasuki gerbang pagar yang ternyata kayu pagar tersebut terlihat goyah .


Dinda mengetuk pintu berwarna coklat kayu di depan nya .


"sebentar" terdengar suara sambutan dari dalam rumah .

__ADS_1


lalu pintu terbuka dengan seorang wanita paruh baya di depan nya .


"mau cari siapa?" tanya wanita itu


"Aldiva" jawab Dinda .


wanita itu menatap Dinda menyeluruh, menerka nerka ,serta Rizki yang berada di belakang wanita itu, apa tindakan yang akan ia ambil ,semoga ia tidak salah dalam melangkah.


"anda siapa ?" tanya nya lagi dengan pandangan ragu.


"perkenalkan nama saya Dinda dan dia asisten saya " Dinda melirik pada Rizki .


Rizki yang tidak paham dengan lirikan Dinda yang bermaksud mengenalkan diri nya malah maju dan menjabat tangan wanita paruh baya tersebut.


bingung wanita tersebut masih kebingungan dengan Rizki yang mendadak ramah dengan nya, tapi setelah nya ia pun juga ikut menerima kedua tamu nya dengan ramah dan mempersilahkan kedua nya masuk ke dalam rumah .


lalu ketiga nya pun duduk di kursi tamu sederhana di tengah ruang tamu yang juga sederhana.


"silahkan di minum mas mbak ,maaf seadanya ya " wanita paruh baya tersebut membawa air putih yang ia taruh kedalam gelas bening untuk menjamu tamu nya.


keadaan memaksa nya bertindak kurang baik pada setiap orang yang datang ke rumah nya semenjak kemalangan menimpa keluarga mereka ,di mana putri nya satu-satunya Aldiva ,putri kebanggaan nya mengalami musibah pelecehan seksual oleh atasan di tempat ia bekerja .


karena setiap ia menerima tamu pasti mereka hanya orang suruhan dari pelaku pelecehan yang melakukan penekanan pada keluarga mereka agar mencabut laporan kekerasan dan pelecehan tersebut.


"maaf kalau ibu ingin bertanya mbak sama mas ini ada perlu apa ya ,tadi nyariin Aldiva?" tanya wanita itu lirih tampak kesedihan tergambar di wajah nya.


"saya pengacara tuan Angelo Dawson" suara Dinda terdengar penuh penekanan namun tenang.


"mau apa lagi ?" tanya wanita itu tenang seperti sudah biasa mendapati situasi seperti ini.


"saya ingin bicara dengan Aldiva " Dinda masih tenang menghadapi wanita paruh baya yang tampak lelah tergambar di wajah nya.


"buat apa ? menyakiti anak saya lagi ? mengintimidasi dia lagi ? apa kah kalian tidak bosan melakukan ini semua ? kalian sendiri tau apa yang akan terjadi bukan " ibu Hasna namnya menegaskan kata-katanya dengan lirih, seperti tengah menyampaikan agar berhenti melakukan hal-hal yang akan Dinda lakukan saat ini.


"saya tau apa yang di rasakan oleh keluarga ibu dan saya datang kali ini ingin membawa kedamaian, izin kan saya bertemu dengan Aldiva ibu " suara Dinda di rendah kan nya terdengar lirih ,Rizki yang mendengar sedikit mengernyit kan dahi nya.


Bu Hasna menggelengkan kepala nya dan tertawa sumbang "cukup ,saya lelah , silahkan anda berdua keluar dari rumah saya" ucap nya lirih.


"anda belum mendengar kan keseluruhan cerita saya Bu ,tolong izin kan saya ,berikan saya waktu ,saya tidak akan menawarkan kepedihan, saya ingin membantu mengobati rasa sakit yang di derita Aldiva, saya bisa merasakan sakit yang di dera nya saat ini ,hanya yang pernah terluka sama bisa menyembuhkan luka yang tak kasat mata " Dinda menggenggam kedua tangan Bu Hasna yang sedari tadi meremas di antara kedua pahanya.


lalu Bu Hasna menceritakan penderitaan keluarga nya setelah semua kemalangan menimpa, diiringi derai air mata yang tidak mampu ia usai mengalir tanpa paksaan ,betapa hancur hati nya mendapati kenyataan pahit tersebut.


hati nya terluka kala ia tidak mampu memberikan perlindungan pada putri semata wayangnya, dan lebih menyalah kan diri sendiri ,ia mencoba kuat demi Aldiva.

__ADS_1


Dinda memberikan dorongan semangat hangat nya keyakinan akan maksud dan tujuan nya ,setitik air mata ikut membasahi pipi nya kala ikut mendengarkan kisah tersebut.


Rizki melongo dalam diam ,ini nyata atau kan sandiwara ? batin nya


__ADS_2