PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )

PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )
episode 05


__ADS_3

akhirnya Dinda dapat bertemu dengan Aldiva, Bu Hasna membawa nya ke kamar gadis itu , kamar sederhana dengan kasur dan lemari mengisi penuh ruangan kecil tersebut.


Aldiva duduk di dekat jendela teralis , memandang keluar jendela dengan tatapan kosong .


"sudah dua kali ibu dan mbak Sheila dari organisasi wanita membawa nya ke psikiater, tapi belum juga ada hasil nya " jelas Bu Hasna .


"sejak kapan Bu ?" tanya Dinda


"kalau diam begini setelah terakhir utusan dari perusahan tiba ,awal nya mengamuk tapi tiba-tiba diam kayak gitu ,ibu juga tidak paham "


"apa bisa saya bicara berdua dengan Aldiva?"


Bu Hasna mengangguk dan keluar dari kamar serta menutup pintu kamar anak nya.


"Aldiva" panggil Dinda ketika ia telah duduk di sisi kanan Aldiva.


Aldiva masih tidak bergeming, tatapan nya kosong, lalu Dinda menyentuh tangan Aldiva yang tertungkup di salah satu paha gadis itu.


Aldiva akhirnya menoleh ke arah Dinda "siapa?" tanya nya lirih.


"saya Dinda "


"hmmm" kembali gadis itu melihat kosong ke arah luar jendela.


"saya panggil diva ya ?" tanya Dinda.


Aldiva masih membisu ,"suka permen ? saya punya satu rasa strawberry? suka ?" Dinda mencoba menarik perhatian gadis itu.


Aldiva menoleh dengan wajah khawatir "permen ??? strawberry??? gak aku gak mau aku gak suka " Aldiva meringis ketakutan "karena permen itu akuuuu ,, hiks akuuu ,,, akh tidak aku tidak suka permen, aku tidak mau , tolong jangan paksa akuuu ,hiks " tubuh gadis itu gemetar, wajah nya memucat.


sesuai dengan apa yang telah Dinda perkirakan, semua nya di awali dengan permen strawberry.


Dinda sudah mencari tau bagaimana semua nya berawal, Aldiva tidak berani menyebutkan tentang permen,karena ia tau pasti tidak akan ada yang mempercayai diri nya ,maka nya kasus ini menjadi bola lemparan di kepolisian, laporan Aldiva tidak kuat karena ada indikasi bahwa laporan nya palsu dan mengada ada dari pihak korban .


karena Angelo Dawson mengklaim semua terjadi karena suka sama suka , terbukti dengan tidak ada nya bukti kuat bahwa korban di perkosa atau di lecehkan , dan juga tidak ada nya bukti seperti zat adiktif di dalam tubuh korban jika semisal pelaku menggunakan cara dengan memberi atau mencekoki korban obat terlarang atau obat perangsang.


kasus ini bisa viral hanya karena penggiringan opini publik yang di buat oleh organisasi wanita saja.


pihak Angelo Dawson lebih mementingkan menyelamatkan nama baik mereka untuk menyelamatkan perusahaan yang tentu saja telah terombang-ambing setelah kasus ini mengambang ke permukaan.


permen strawberry tersebut sudah di rancang sedemikian rupa agar tidak bisa terdeteksi ketika di periksa pada tubuh korban.


permen tersebut memberikan efek rangsangan hebat bagi pengkonsumsi nya ,sangat susah di dapat bagi kalangan rendah menengah , hanya kalangan atas yang memiliki akses untuk mendapatkan nya .


tentu saja informasi tersebut sangat mudah Dinda dapat kan , ia memiliki jaringan khusus yang luas untuk mendapatkan informasi apa pun yang ia butuhkan.

__ADS_1


Dinda harus menyelidiki dahulu setiap kasus yang akan ia tangani , ia tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.


karena prinsip nya ia harus menang ,tidak boleh kalah oleh apa pun dan siapa pun.


terserah orang menganggap ia egois,tidak punya hati , wanita iblis ,atau apa pun itu ,ia tidak perduli .


" ah baik lah kalau tidak suka ,aku akan memakan nya untuk diri ku sendiri" kata Dinda


" jangan " Aldiva menepis tangan Dinda sehingga permen tersebut jatuh ke lantai.


"kenapa ?" tanya Dinda lagi


"nanti ,nanti ,kamu nanti kamu ,,,"


"apa ???" suara Dinda mulai terdengar memberikan intonasi tapi tetap tenang.


"tuan Angelo, dia ,nanti dia marah " wajah Aldiva memerah,suara nya terdengar ketakutan.


"apa kau takut pada Angelo?"


Aldiva mengangguk kan kepala nya


"memang nya ada apa dengan Angelo dan permen strawberry? kenapa Angelo harus marah ?"


"nanti kamu sakit " lirih Aldiva.


"permen nya ada obat nya ?" Aldiva mendekat dan berbisik di telinga kiri Dinda.


"benarkah ? obat apa ? " Dinda pura-pura bertanya.


"tidak bisa aku malu menceritakan nya ,kata Angelo nanti aku bisa ketagihan kalau makan permen itu , Angelo cuma kasih satu ,kata nya satu lagi jika aku mau menuruti semua yang ia mau "


"apa kah permen nya enak ?"


"manis , sangat manis "


"apa kau menikmati nya ?"


wajah Aldiva kembali memerah "suuuttt jangan berisik nanti ibu tau , aku malu "


"lalu kenapa kamu bisa setertekan ini Aldiva? apa yang sebenarnya terjadi " Dinda menatap Aldiva tajam .


wajah Aldiva memerah ,ia seperti baru menyadari sesuatu.


"sejak kapan kamu bersandiwara seperti ini " Dinda telah kembali ke mode dingin nya.

__ADS_1


Aldiva menghela nafas nya kasar "kamu siapa ? " tanya nya kesal .


Dinda tersenyum sinis "aku penasehat hukum mewakili tuan Angelo Dawson "


Aldiva sedikit kaget " yang aku tau tidak ada satu pun firma hukum yang mau membantu pria brengsek tersebut"


"kamu salah "


Aldiva tersenyum remeh "berapa kamu di bayar untuk membantu pria itu ?"


"dengan harga tertinggi tentu nya , dan ia tidak mendapatkan hasil yang sia-sia tentu saja " jawab Dinda santai .


gambaran kemenangan sudah ada di depan nya ,ia sudah dapat gambaran langkah apa yang harus ia buat tanpa banyak melangkah, jika bisa semua harus selesai hari ini juga .


gadis bernama Aldiva ini memang awal nya di lecehkan oleh Angelo Dawson, dengan bantuan permen strawberry.


namun ketika ia meminta pertanggung jawaban dari Angelo tentu saja pria Flamboyan tersebut menolak mentah-mentah, karena ia hanya ingin bermain dengan Aldiva seperti kebiasaan nya selama ini.


tentu saja Aldiva tidak terima , lalu ia mulai bertindak gegabah dengan menteror Angelo dengan selalu datang menemui Angelo baik di kantor mau pun di rumah .


setiap menerima penolakan ,ia akan pulang dengan kondisi buruk , tiba-tiba ketika ia baru saja akan pulang ke rumah setelah menemui Angelo dan penolakan nya , Aldiva bertemu dengan Sheila, salah satu anggota organisasi wanita ,yang memang telah banyak membantu para korban pelecehan dan pemerkosaan.


dari pertemuan tersebut lah akhir nya mereka menyusun rencana ,awal nya mereka berhasil , dari membuat laporan , menjatuhkan melalui media sosial, massa maupun cetak .


hingga tidak ada satu pun firma hukum yang bersedia membantu Angelo Dawson.


"sejak kapan kamu tau ?" tanya Aldiva berusaha menutupi kemarahan nya.


"itu gampang, informasi dan bukti nya sudah aku pegang, kamu dan Sheila tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi "


"apa mau mu ?" tanya Aldiva kesal , emosi nya tertahan ,nafas nya mulai tersengal .


"saran ku lebih baik kamu mengalah saja ,aku akan membantu mu mendapatkan ganti rugi yang sepantasnya"


"maksudnya?" suara Aldiva mulai bergetar.


"saya akan mengajukan kompensasi yang wajar untuk mu hingga kamu bisa melanjutkan hidup kamu menjadi lebih baik lagi , kamu bisa pindah dari sini membawa ibu kamu , memulai dari awal lagi " ucap Dinda tenang ,ia rasa itu adalah solusi terbaik yang bisa Aldiva dan ibu nya terima., "kasihan ibu kamu jika mengetahui yang sebenarnya" sambung Dinda.


"hanya kompensasi katamu ? lalu bagaimana harga diriku ?" jawab Aldiva serak .


"apa kamu pikir sekarang kamu masih punya harga diri ? setelah semua masyarakat Indonesia tau ? jadi saran saya berhenti lah , sebelum semua nya menjadi besar dan akan mempermalukan diri mu sendiri "


Aldiva menangis sesenggukan, tidak tau apa lagi yang bisa ia sampai kan .


"jangan bermimpi untuk menikahi pria brengsek itu ,kamu akan tersiksa seumur hidup mu ,dari awal niat nya hanya bermain-main, jangan pernah menaruh perasaan mu pada pria seperti itu , karena kamu itu berharga ,sayangi diri kamu ,perbaiki semua dari awal , bahagia kan ibu kamu yang tidak tau apa-apa, tidak akan ada orang yang akan menghargai kamu jika kamu sendiri tidak pernah menghargai diri kamu sendiri " Dinda berdiri dari duduk nya , menyentuh pundak Aldiva dan meremas nya pelan seolah memberi kekuatan pada gadis yang tengah terpuruk tersebut.

__ADS_1


"tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kamu bisa menjadi lebih baik lagi ,hubungi aku jika kamu sudah berpikir jernih ,jangan lama-lama saya tidak suka menunggu , mengerti " Dinda menyerah kan kartu nama nya lalu berlalu meninggal kan kamar Aldiva.


tampak Aldiva masih menangis tertahan sesenggukan sembari menatap lama kartu nama yang baru saja ia terima .


__ADS_2