PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )

PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )
episode 06


__ADS_3

dengan langkah anggun Dinda melangkahkan kaki nya menuju sebuah ruangan sebuah club VVIP yang tersedia di salah satu restoran terkenal yang memang di khusus kan untuk kaum Borjuis .


tiba di sebuah pintu besar berornamen indah ,dua pelayan tersenyum dan menunduk hormat serta membuka kedua daun pintu tersebut agar Dinda dapat masuk ke dalam sebuah ruangan.


ia langsung di sambut oleh Arya , asisten Angelo Dawson, ya jamuan makan malam mewah ini di selenggarakan oleh tuan Davin Dawson ayah dari Angelo Dawson.


"selamat datang ,nona Dinda Kirana" Arya membawa Dinda ke arah sekelompok pria telah berkumpul yang tengah duduk di salah satu meja makan , dan yang baru saja menyapa nya adalah tuan Davin Dawson.


Angelo Dawson duduk di sisi kiri ayah nya , tuan Jackson pun juga turut hadir ,dengan senyum merekah ia menyambut kehadiran Dinda.


lalu seorang wanita paruh baya yang masih tampak anggun dan cantik di usia nya ,ikut tersenyum pada Dinda ,duduk di sisi kanan tuan Davin Dawson, Dinda bisa menebak bahwa wanita tersebut adalah istri tuan Davin Dawson.


"saya sangat berterima kasih pada tuan Jackson yang telah mengenalkan anda pada kami nona Dinda ,pilihan nya tidak pernah salah " tuan Davin memulai percakapan sembari melirik ke tuan Jackson yang juga membalas dengan senyuman sumringah.


"ah terima kasih atas kepercayaan anda tuan Davin , saya memilih Dinda karena saya sangat tau bahwa semua akan selesai dengan baik jika ia yang mengurus nya ,saya sangat percaya dengan kemampuan nya " ucap tuan Jackson penuh dengan kebanggan.


"anda benar sekali tuan Jackson ,tidak sia-sia kami mempercayai semua nya ,ah ya tuan Jackson, untuk kedepannya perusahaan kami akan bekerja sama dengan firma hukum anda ,saya harap anda bersedia? "


"tentu saja bagaimana saya bisa menolak bekerja sama dengan salah satu perusahaan besar seperti perusahaan anda tuan Davin , itu adalah sebuah kebanggaan tentu nya " raut wajah tuan Jackson tampak sangat bahagia, ia melirik ke Dinda dengan senyuman sumringah.


"kalau begitu,besok Arya akan mempersiapkan semua kontrak nya , semenjak young law firm menolak membela Angelo, kami langsung berhenti bekerja sama dengan mereka, alasan mereka menolak karena itu adalah kasus pribadi bukan lah tentang perusahaan, ah penilaian macam apa itu , mereka tidak tau , Angelo Dawson adalah wajah perusahaan kami " terdengar amarah di setiap ucapan tuan Davin , semua yang mendengar hanya diam .


"padahal tidak ada bukti seperti apa yang mereka tuduh kan pada Angelo kami " sambung ibu dari Angelo, menatap sendu pada putra yang duduk di sebelah nya.


"jika saja mereka bisa bekerja dengan baik semua tidak harus membesar dulu " kata tuan Davin .


"ternyata wanita itu hanya menginginkan uang , ah memang uang lah di atas segala nya ,hingga mereka menjatuhkan harga diri nya serendah itu ,tidak bisa di percaya , kasihan anak ku ,menjadi bulan bulanan orang-orang dua Minggu ini " ibu nya Angelo terdengar sangat sedih seraya mengusap sayang telapak tangan putra nya.


Dinda menyesap minuman anggur yang di ada di atas meja ,sambil menatap drama keluarga konglomerat di depan nya dengan pandangan entah .


wajar saja anak mereka menjadi pecundang dan brengsek seperti ini , karena tumbuh di dalam keluarga brengsek.


akhirnya Aldiva menarik laporan nya di Mapolresta, setelah gadis itu bertemu dengan Dinda dan mereka berbicara banyak.


entah apa yang di katakan dan di lakukan nya, tiba-tiba gadis itu menurut saja ,tentu saja dengan kompensasi yang tidak kecil ,berupa biaya kuliah sampai strata dua , biaya penunjang hidup ia dan ibu nya untuk seumur hidup.


awalnya pihak Angelo dan orang tua nya keberatan, tapi dengan pasti Dinda dapat meyakinkan mereka bahwa semua nya bukan lah apa-apa jika di bandingkan dengan kebebasan Angelo dan nasib perusahaan , sehingga mereka ikut saja dengan semua kesepakatan tersebut.


"tentu saja nyonya ,maka nya Dinda berhasil dengan mudah menyelesaikan semua nya" tuan Jackson berucap.


"kalau boleh tau nona Dinda apa yang anda katakan untuk meyakinkan mereka ?" tanya tuan Davin .


"saya hanya mengubah pola pikir gadis itu " jawab Dinda singkat.

__ADS_1


kedua orang tua Angelo terlihat mengerti dengan sedikit anggukan.


Angelo melirik pada Dinda dengan tatapan sinis seraya menggoyang minuman di dalam gelas nya.


setelah berbasa-basi ringan tersebut, mereka pun mulai makan setelah semua makanan telah tersaji di depan mereka.


" hmmm, maaf nonda Dinda boleh bertanya" tanya nyonya Helena ibunda Angelo.


Dinda hanya mengangguk pelan sembari memakan dessert nya .


"apa kah anda sudah memiliki pasangan?" sambung wanita tersebut.


"tidak " jawab Dinda singkat.


"atau kah sudah ada calon ?" tanya wanita itu seperti masih penasaran.


"saya tidak memiliki rencana untuk sampai ke sana , nyonya" Dinda memberikan sedikit tekanan di intonasi suara nya, jujur ia tidak suka jika ada yang bertanya tentang kehamilan pribadi nya.


nyonya Helena sedikit terhenyak, sebagai wanita kelas atas tentu saja jawaban dari Dinda sedikit menggetar kan harga diri nya ,padahal ia hanya ingin berbasa-basi saja.


tuan Jackson yang menyadari keadaan tertawa dengan siri khas nya ,dan melempar kan ucapan agar suasana hangat kembali.


tapi nyonya Helena masih kekeuh dengan pertanyaan tidak penting nya , menurut Dinda .


terdengar bisik-bisik halus di belakang nya ketika ia berjalan menuju toilet.


karena rasa jengah lebih mendominasi, Dinda memutuskan tidak kembali ke ruangan makan mereka, ia memutuskan menuju bar yang ada di restoran itu juga , setelah ia mengirim pesan pada bos nya.


bar yang ia datangi memang khusus untuk orang yang ingin minum dengan tenang tanpa suara berisik dan bising.


Dinda duduk di salah satu sisi meja bar ,memesan minuman nya pada bartender tampan dengan lesung di kedua pipi nya ,sangat manis di tambah dengan mata teduh yang menenangkan, Dinda suka melihat pemandangan indah seperti ini gumamnya dalam hati .


"pesan dengan yang sama di pesan oleh wanita cantik ini ya " Angelo Dawson tiba-tiba telah duduk di sisi kanan Dinda .


Dinda hanya melirik singkat padanya seraya menyesap minuman pesanan nya.


"tenang ,nanti aku yang bayar " sambung Angelo dengan senyuman menawan di wajah nya.


sayang sekali kamu brengsek sekali dan aku tidak tertarik untuk tidur dengan mu ,ucap hati Dinda seraya tersenyum sinis .


Dinda sudah mengorek siapa Angelo, pemuda kaya paling brengsek yang pernah ia kenal karena perilaku menyimpang yang ia sembunyikan,dari sekolah menengah pertama, pemuda ini sudah banyak melecehkan perempuan yang ia dekati ,sayang nya tidak ada satu pun yang mampu memberikan hukuman pada nya ,semoga ia berhenti batin Dinda ,jika tidak ,akan ku pastikan semua yang ada pada mu akan habis sehabis nya.


"mau permen !?" tawar Angelo menyodorkan satu permen dengan bungkus berwarna pink pada Dinda.

__ADS_1


"saya tidak suka permen, apa lagi yang rasa strawberry " jawab Dinda santai .


Angelo tertawa kecil dengan seringai kelicikan muncul di wajah nya.


"jadi kamu sudah mengetahui semua nya ?" tanya nya sarkas .


Dinda diam tak acuh masih menikmati minuman mahal di dalam gelas yang tengah ada dalam genggaman nya.


"dengar, aku sudah tau semua nya , apa yang kamu lakukan dan kamu sampai kan pada gadis si*lan itu ,apa maksud mu mengatakan hal itu hah ?!"


"memang nya saya bilang apa ?" Dinda masih tak acuh .


"jangan pura-pura tidak tau kamu ya , brengsek kamu ,kamu pikir aku ini apa hah ?!" Angelo mulai emosi.


lalu ia mengeluarkan ponsel nya dan memutar sebuah rekaman suara .


"apa yang membuat anda menarik laporan anda " terdengar suara seorang pria , dapat di pastikan bahwa itu suara penyidik kepolisian.


"ada seseorang yang berkata ,saya harus berpikir perspektif, jangan mau masuk ke dalam jurang yang tidak berujung ,saya sangat berharga untuk seorang brengsek yang tidak punya tanggung jawab ,saya harus menjadi kuat jika ingin membalas semua nya ,dan sekarang belum waktunya " terdengar suara seorang perempuan dan dapat di pastikan itu adalah suara Aldiva ,dengan ketegasan yang lantang ia mengungkapkan semua nya .


lalu Angelo mematikan rekaman tersebut ,dan menatap jengkel Dinda .


"lalu masalah nya apa ? salah nya di mana ?" tanya Dinda memutar tubuh nya menghadap Angelo dengan tatapan tajam nya.


"wanita itu membuangku seolah aku ini sampah , seharusnya aku lah yang membuat ia menjadi sampah, mengerti !!! hah !!! "


"seperti banyak wanita sebelum nya ?"


kedua bola mata Angelo membesar "kau menyelidiki semua nya ?"


"tentu saja ,aku harus tau sebrengsek apa kah diri mu "


"kau seolah menjadi pahlawan bagi kedua orang tua ku ,tapi kau menjatuhkan harga diri ku ,kamu pikir aku akan diam saja ,hah ,aku pastikan kontrak kerja firma hukum mu dengan perusahaan ku gagal "


"silahkan saja ,tidak ada untungnya bagi ku dan tidak ada rugi nya ,tapi kamu ? apa kamu pikir aku tidak memiliki bukti apa pun ? berpikir lah pintar , kamu itu pewaris dari sebuah perusahaan besar ,apa kah kamu mau menghancurkan nya ketika kamu yang memimpin, hhmm !!! "


Dinda mengembalikan posisi duduk nya ,dan meraih gelas nya yang telah terisi kembali dengan diiringi senyuman menawan dari bartender Dinda meminum minuman nya.


Angelo mengeram dengan tangan terkepal "kau,,,," terdengar suara gemeretuk gigi dari rahang atas bawah nya, begitu lah orang yang tengah menahan amarah ,apa lagi orang yang pasti nya tempramental seperti Angelo Dawson.


"berpikir ulang lah jika ingin melakukan hal menjijikan itu lagi ,mungkin ini yang terakhir saya membantu anda ,karena jika terjadi lagi ,saya harap anda masih punya kaki untuk berdiri " ancam Dinda tidak lah main-main .


dengan kesal Angelo menghentakkan kaki nya dengan menyentak jas yang tadi ia sampirkan di kursi duduk nya.

__ADS_1


"butuh supir untuk mengantar anda pulang ?" tanya sang bartender di jawab anggukan Dinda .


__ADS_2