PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )

PALUNG HATI ( Antara Dendam Dan Cinta )
episode 08


__ADS_3

di sebuah club VVIP


"udah dong bro ,stop minum nya " Mario mengambil paksa gelas yang berisi brandy di tangan kanan Luis .


Luis sudah mabuk berat ,ia mengoceh tidak karuan , kata-kata makian keluar begitu saja dari mulut nya.


Mario benar-benar kewalahan di buat nya saat ini hingga senyuman terbit di wajah nya ketika seorang pria yang masih dengan jas mahal nya melangkah berjalan menuju tempat ia tengah mengurusi sahabat nya Luis.


"parah neh " seloroh pria tampan tersebut.


"tau ne Luis kok bisa gini " jawab Mario kesal melirik ke arah Luis yang kini tengah menghempas kan gelas ke lantai hingga pecah terburai di lantai .


segera pria yang baru tiba memerintahkan salah satu pelayan agar segera membersihkan nya.


"emang kenapa dia bro ? "


"tau neh ,bingung juga gue udah satu Minggu ini kayak gini , mana dia gak pulang ke rumah lagi ,bini nya neror gue terus lagi ,pusing gue abe " Mario curhat dengan kesal.


"dia emang ada nelpon gue waktu gue lagi di Aussie, kata nya dia ada problem di rumah sakit, problem hukum gitu ,gue saranin ke uncle gue , dan gue denger dia menang di kasus nya itu ,bukan nya harus nya happy ya kok jadi kacau gini ,lu udah nanya bini nya kenapa ?" pria bernama Abraham Jonathan Maxime itu menatap aneh pada sahabat nya yang tengah hilang kesadaran yang tiba-tiba saja menangis lirih dan akhirnya tertidur karena terdengar dengkuran dari tubuh nya.


"bini nya juga gak tau, malahan kata bini nya ia mulai aneh setelah kasus nya menang , kala ia melakukan party dengan penasehat hukum nya ,lalu gak pernah pulang ke rumah ,dan gini aja terus ,mabuk ,tidur bangun mabuk lagi ,bingung gue ,kata bini nya juga bokap nya nyariin juga ,gak pernah datang ke rumah sakit lagi " ucap Mario .


Abraham tampak berpikir " kira-kira kenapa ya ? Lo pernah coba tanya ?"


"pernah ,dia gak mau cerita, cuma bilang dia akan balas suatu saat nanti "


"apa itu berhubungan dengan ia menghubungiku lewat email kemarin ya ?"


"dia kirim pesan lewat email ke kamu ?"


"iya ,dia suruh gue balik ke indo secepatnya, ada yang mau dia bahas , penting " Abraham mengurut dahi nya pelan.


"kenapa bro ? pusing ? "


"gue baru sampe , waktu lu bilang lagi urus ni bocah ,gue langsung ke sini ,pusing dikit la "


"bawa minum bro " Mario tersenyum " dah lama gini kita ngumpul kan !!! " Mario menyuruh waitres menuangkan minuman ke gelas yang sudah di pegang Abraham.


Abraham langsung menegak minuman nya habis ,membasahi kerongkongan nya yang terasa kering .


"lu benar bro , gue kangen juga ne kayak nya dengan kalian "


"iya kali ,udah tujuh tahun lu di Aussie ,gak pernah balik indo pula ,by the way ngapain lu balik , mendadak gini ? jangan bilang karena email ni bocah tengil ?"


"gak la ,bodo amat gue ! hehe ,gak segitu nya kali gue ambil keputusan, lu kira enak bolak- balik Aussie indo ,capek gila ,gue balik karena bokap suruh gue urus perusahaan yang di sini karena perusahaan yang di Aussie udah stabil , waktu nya gue pulang kata nya "


"anak bini lu ?"


"ikut la ,tapi bini gue tau la dia kan emang suka traveling sekarang sedang di Afrika, tadi gue balik sama anak gue dulu "


"udah berapa lama bini lu di Afrika? "


"sekitar tiga tahun la " jawab Abraham santai.


"what !!! tiga tahun dan lu nanggepin nya sesantai itu " Mario melongo.


"tutup tuh mulut nanti masuk lalat " Abraham santai sembari menyesap kembali minuman yang menghangatkan tenggorokan nya.


dengan susah payah Abraham dan Mario membawa Luis yang mabuk parah dan nyaris pingsan .

__ADS_1


mereka memutuskan membawa tubuh lemas Luis ke tempat khusus mereka ,yaitu sebuah apartemen yang mereka rancang untuk tempat mereka kumpul.


tempat itu sudah ada ketika mereka tengah bersekolah di tingkat menengah umum ,mereka membeli nya dari mengumpulkan uang saku mereka masing-masing.


Abraham yang mempelopori nya ,karena mereka merasa membutuhkan tempat untuk menghabiskan waktu .


mereka yang terlahir kaya sedari kecil kadang membutuhkan waktu sendiri dari tekanan yang selalu mereka dapat dari keluarga .


apa lagi mereka bertiga sudah akrab sedari kecil ,mana rumah yang bertetangga dekat dan ikatan keluarga mereka yang ada terhubung dari pernikahan Tante atau om dari salah satu nya.


ketika mereka berkuliah pun mereka tidak terpisahkan, sehingga tiga serangkai melekat pada sebutan mereka bertiga.


mengambil jurusan yang sama di universitas yang sama , benar-benar tidak terpisahkan.


setelah meletakkan tubuh Luis di kasur , Mario dan Abraham memutuskan untuk tidur di apartemen tersebut, mereka memiliki kamar masing-masing.


apartemen tersebut memang jarang di kunjungi apa lagi semenjak Abraham pindah ke Aussie, tapi tetap ada orang yang akan membersihkan nya setiap hari .


untung lah masih weekend, mereka terbangun ketika matahari tengah di atas .


tampak Abraham sedang minum dekat dispenser, terlihat Mario baru keluar dari kamar ,seraya menggaruk kepala belakang nya dengan rambut acak-acakan dan sesekali masih menguap .


"gue lapar ,kita pesan makan ya ?" tanpa menunggu jawaban dari Abraham ia sudah mengetik sesuatu di ponsel nya.


Luis yang tampak buruk baru saja berjalan keluar dari kamar nya dengan langkah gontai .


"hai bro kapan sampai ?" tanya nya ketika telah berada di samping Abraham, mengambil gelas dan ikut minum .


"semalam ,gue juga yang bawa lu ke sini "


Luis hanya mengangguk kepala nya santai, lalu duduk di meja makan "gue lapar bro ada makan gak ?"


"lu kira kita lagi di mana hah ?" Mario ikut duduk di meja makan "baru juga gue pesan "


Luis mengusap wajah nya kasar "gue udah kehilangan harga diri gue bro ,gue frustasi "


"baru ngomong lu ke Abraham, gue tanya maren maren kemane aja lu ,diem aja kayak orang bodo ,terus mabuk gak jelas , penting banget harga diri lu ,Ampe bini lu ,lu cuekin gitu ?! " Mario mendumel kesal.


"gila , penting lah ,gak pernah gue di giniin ,seorang Luis Andrean, dokter bedah ternama , pemilik rumah sakit terbesar dan banyak cabang nya di Indonesia serta mancanegara, gue di giling dalam satu malam ,lu gak tau hancur nya gue " terdengar pilu dan menyesakkan.


Mario menahan tawa tapi akhirnya tawa nya meledak, tapi ketika ia menatap Abraham yang menampakkan wajah serius, tawa nya berhenti seketika.


"lu serius bro " tanya nya ulang ,Luis menunduk kan wajah nya , terdengar isakan pelan .


"gue gak punya wajah lagi bro ,buat ketemu bini gue aja gue udah gak bisa " Isak nya .


seperti nya Luis memang menunggu teman nya ini datang dan berkumpul dengan mereka baru lah ia bisa mengutarakan semua nya.


"emang nya siapa yang udah injak harga diri lu ? penasaran gue ,siapa yang seberani itu ?" Abraham memasang wajah serius dan tengah berpikir dalam.


"gue gak sanggup bilang ,gue malu " kembali terdengar suara isakan.


"bro ,lu gak kena leceh kan ?" ucapan Mario yang spontan mendapatkan tatapan maut dari kedua sahabat nya.


ketika ketegangan merasuki ketiga nya tiba-tiba suara bel terdengar "tenang-tenang ini ujian ,itu pasti makanan kita , sambung lagi ketika kita udah kenyang, sumpah gue sudah lapar " Mario berdiri dan langsung kabur ke pintu untuk mengambil pesanan mereka sebelum kedua teman nya melempar nya dengan gelas yang tengah kedua nya pegang.


"sudah lama gue udah gak makan yang beginian, sedap nikmat pake banget dah " dengan lahap Abraham memakan bebek goreng dengan sambel kemangi yang nikmat.


"yang bener itu nikmat nya terasa banget karena kita makan bersama, udah lama banget kan kita gak gini " seloroh Mario .

__ADS_1


kedua temannya mengangguk sembari tetap melanjutkan makan mereka seraya menyesap es teh manis yang juga nikmat.


selesai makan mereka bertiga merokok di balkon dengan tiga cangkir kopi yang sudah dua seduh Mario ,untuk urusan seduh menyeduh kopi Mario lah jagoan nya.


"gila ,kopi Lo aja nikmat banget bro " puji Abraham ,Mario hanya membalas dengan mengangkat cangkir kopi nya sedikit lalu menyesap nya ke bibir nya .


"gimana uis , udah bisa cerita Lo ? " tanya Abraham pada Luis yang tengah berdiri di pinggiran pagar pembatas balkon .


"lu kenal sama pengacara yang kerja di kantor uncle Jackson?" tanya Luis .


Abraham mendengus "mana gue kenal bro ,gue gak pernah ada problem hukum soalnya "


"emang kenapa bro ?" tanya Mario heran .


"uncle jack ngenalin gue ke dia waktu gue kena kasus kemaren , orang cantik bro ,body nya bohai , pokoknya mantap la "


"terus Lo di tolak ma dia ?" tanya Mario .


"gila ,mana ada yang berani nolak pesona gue ,semua tunduk sama gue bro "


"Terus masalah nya apa Bambang !!!" seloroh Mario membuat Abraham menahan tawa nya.


"kami akhirnya sering ketemu dan semakin dekat ,lalu ketika dia menang dalam kasus gue , kita buat party gitu ,gila dia malam itu cantik paripurna banget ,gue benar-benar terhipnotis, kita minum lebih intens ketika yang lain pulang ,entah siapa yang mulai kita akhirnya saling itu lah ,lu berdua ngerti la kan maksud gue "


kedua sahabat nya mengangguk mengerti .


"dia hot banget, kita tu sampe nirwana bareng ,kita ngelakuin nya berulang kali hingga tenaga gue habis ,pokok nya gak peke puas ,semua tentang dia gak bisa hilang gitu aja di kepala gue Ampe kini " Luis tertunduk .


"terus !!!"sahut kedua sahabat nya kompak ,tampak tidak sabaran dengan cerita sahabat nya ,serasa mereka ikut tersedot dalam cerita terbang ke nirwana ini, walaupun tidak di cerita kan dengan vulgar tapi karena mereka mengenal Luis tentu nya mereka tau bagaimana kisah having night nya tersebut.


"ketika gue bangun tengah malam itu ,gue kan masih pengen peluk ya ,pengen manja gitu ,tapi !"


"tapi apa ? jangan bilang ternyata lu tidur sama vampire ? " Abraham benar-benar menimpuk pelan kepala Mario dengan sendok kopi nya ,Mario sedikit mengaduh seraya mengusap kepala nya dengan cengiran di wajah nya.


"dia usir gue malam itu ,dia bilang dia gak mau menghabiskan malam ini dengan lanjut tidur dengan gue ,dan bilang ini yang pertama dan terakhir, gila kan "


"terus masalah nya di mana ?! " wajah bingung Mario membuat Abraham menyenggol kaki nya.


"lu tau gimana gue Rio ,gue ngerasa terhina , tercampakkan, seolah olah gue ini gagal memuaskan dia ,dan lu tau gimana dia liat gue ,kayak liat pelacur aja ,usir gue kayak gue lelaki murahan ,pokok nya gue merasa gue itu cowok yang gak ada harga diri nya banget "


"lu tinggal balas aja kan gampang ,kayak biasa nya kalo elo bete sama cewek gak jelas gitu "


"gue cuma teror dia dengan kirim dia bunga tulip merah "


"kenapa ? cuma segitu nyali lu "


"maka nya gue pengen kita kumpul, kalian bantu gue , tolong balasin dendam gue "


Abraham tertawa kecil "Luis Luis lu gak ada perubahan nya juga ,umur aja yang udah tua ,ingat bro kita udah 35 tahun ,gak ada zaman nya lagi pake balas dendam segala ,kayak ABG labil aja lu "


"bener bro ,gue setuju dengan Abraham, lebih baik lu lupain aja " sambung Mario.


"gak nyangka gue ,respon kalian gini , kalian emang udah beda semua " Luis tampak kesal menatap kedua sahabat nya.


"terus mau lu kita harus gimana bro ?! " tanya Mario .


"bantu gue dong " jawab Luis


"emang mau ngelakuin apa sama tu cewek ?" tanya Mario lagi.

__ADS_1


"iya bro ,lu harus mikir juga ,tu cewek juga punya hak buat nolak lu ,lu harus sadar itu " sambung Abraham, ia masih tidak setuju dengan apa yang di pikir Luis ,anggapan nya sangat lah kekanakan.


"gue mau dapatin dia untuk jadi simpanan gue selama hidup dia " jawab Luis dengan pandangan serius , mengutarakan betapa seriusnya ucapan nya saat ini.


__ADS_2