Pandemi

Pandemi
Panik


__ADS_3

Amat yang merasa ada yang tidak beres segera menutup tokonya, beberapa barang jualannya di biarkan di luar, tiba - tiba sosok yang berlari ke arahnya tadi berusaha masuk dengan cara menabrak tubuhnya ke arah pintu toko tersebut


"bruuuk bruukk"


mendengar suara yang keras tersebut membuat Miko terbangun, dia pun menghampiri ayahnya


Miko : yaaah, ada apa sih berisik sekali


Amat : "sssstttttt"


Amat memberi isyarat agar Miko diam, Ida pun terbangun dari tidurnya begitu juga Alan


Ida : Ada apa yah?


Amat : "sssstttttt"


Amat berusaha membuat keluarganya tetap diam dan tidak bersuara, meminta Ida mematikan lampu, lalu sosok yang dari tadi berusaha untuk masuk ke toko Amat tiba - tiba berhenti sejenak

__ADS_1


kemudian suara lain terdengar " roarrrggg"


Amat panik


Amat : sebenarnya apa yang terjadi ? ( dalam pikirannya )


Amat berusaha mengintip dari celah pintu , sosok yang tadi masih berdiri namun dia terkejut melihat sosok tersebut, hampir seluruh tubuhnya berlumuran darah, yang lebih mengerikan lagi bola matanya memutih


Melihat kejadian aneh tersebut , Amat merasa harus memberitahukan kepada keluarganya


dan dia pun dengan langkah perlahan segera berbisik dan memberitahukan apa yang di lihatnya dengan mata kepalanya sendiri dan menjelaskan kejadian yang sebelumnya terjadi


Amat mencoba untuk menghubungi pihak kepolisian


"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan " berkali - kali Amat mencoba namun hasilnya tetap sama, hujan mulai deras dan rasa cemas mulai melanda keluarga amat


Amat tiba - tiba menyalakan televisinya dan suara televisi tersebut di pelankan. Pusat kota sedang di landa wabah mengerikan, beberapa bangunan kota habis terbakar ,berbagai kendaraan berserakan di tengah jalan dan timbul kepanikan di tengah masyarakat

__ADS_1


Polisi dan tentara kewalahan mengendalikan situasi yang ada, lalu beberapa orang bertingkah aneh , mereka mengigit orang orang yang berada di sekitarnya


Orang - orang yang terkena gigitan tersebut juga berprilaku yang sama menyerang warga sekitar , polisi dan tentara yang di kerahkan mulai kewalahan , lalu mereka di paksa mundur oleh atasannya dan di perintahkan untuk membentuk blokade


Amat mulai khawatir setelah mendengar berita tersebut, lalu ia menatap wajah anggota keluarganya yang mulai terlihat ngantuk dan membiarkan mereka terlelap tidur


Keesokan harinya


Amat kembali memeriksa sosok yang menghantui mereka tadi malam, sosok tersebut telah pergi, dia merasa lega namun hanya beberapa saat tiba - tiba seseorang menggedor pintu rumahnya


" Pak Pak tolong saya pak " Ida Miko dan Alan terbangun


Ida : siapa itu pak


Amat : ngak tau buk


" tolong saya pak" Amat ragu untuk membuka pintunya ,lalu ia mengintip dari celah pintu ternyata yang di lihatnya Wampi yang sering belanja di tokonya namun kondisi Wampi terlihat berantakan kemudian dia melihat bahu sebelah kanan Wampi sobek seperti bekas gigitan

__ADS_1


Amat terdiam sejenak dan bergerak pelan ke arah Ida dan anak - anaknya, dia pun menjelaskan situasi yang ada, Ida mulai takut dan memberitahu suaminya untuk tidak membuka pintu


Wampi yang merasa tidak adanya respon dari Pak Amat mulai melangkah pergi dari tokonya , tetapi sekelompok orang mengejarnya dari belakang dan menangkapnya kemudian mengigit setiap bagian tubuhnya , teriakan pun pecah memenuhi suasana hening tersebut


__ADS_2