Pandemi

Pandemi
Keberuntungan


__ADS_3

Amat pun pergi mencari beberapa alat yang di perlukan oleh Agus , sementara Agus mempersiapkan mentalnya untuk melakukan operasi


Agus : gua harus menyelamatkan anaknya, mudah - mudahan berjalan dengan lancar ya Allah


Amat bergegas mencari di setiap ruangan yang ada di rumah sakit namun dia tidak menemukan alat yang di butuhkannya, setelah beberapa saat kemudian dia berhenti di salah satu ruangan


Amat mengintip dari balik pintu kaca disana dia melihat alat - alat yang di butuhkannya namun disisi lain seorang perawat yang telah berubah menjadi zombie berada di ruangan tersebut


Amat : apa yang harus aku lakukan ?


Sejenak dia berpikir dan mendapatkan sebuah ide, zombie selalu bereaksi setiap mendengar suara kemudian dia membuka pintu ruangan tersebut


Dia memancing zombie itu keluar ,lalu dia bersiap bersembunyi di samping pintu kemudian ketika zombie tersebut keluar dia menendang kaki zombie tersebut hingga tersungkur ke lantai lalu menginjak kepalanya sampai hancur


"bughhh baghh bughhh " percikan darah menempel di sepatu Amat , dan dirinya merasa bersalah atas apa yang di perbuatnya , dia membuka bajunya dan menutupi wajah korban yang dia injak


Amat : maafkan aku


Amat berpikir dia harus menyelamatkan anaknya terlebih dahulu kemudian setelah menghabisi zombie tersebut , dia mengambil peralatan yang dia butuhkan di ruangan tersebut


setelah mendapatkannya dia pun bergegas menemui Agus. Agus sudah menunggu kedatangan Amat , mereka pun segera membawa Alan ke ruang operasi , proses operasi pun di lakukan dan Amat pun ikut membantu Agus

__ADS_1


Ketegangan terlihat jelas di wajah Amat , dia hanya bisa berdoa agar Alan di beri kekuatan untuk menjalani operasi tersebut


Sementara itu Ida dan Miko cemas akan kabar yang belum terdengar olehnya


Miko : gimana keadaan ayah Bu ?


Ida : ibu juga ngak tau nak, mau menghubungi ayahmu juga ngak bisa


Miko sedih dengan nasib keluarganya yang harus menerima banyak cobaan ketika dunia sedang di landa pandemi


Di China


Liu : ciihhh... gagal lagi ..gagal lagi


"lebih baik mencoba dan gagal dari pada gagal mencoba" (ucapnya)


Wajah lelah Liu terlihat jelas , karena di beri tanggung jawab yang besar oleh Zhang


Zhang yang baru tiba langsung bertanya kepada Liu


Zhang : bagaimana hasilnya?

__ADS_1


Liu : Virus ini cukup rumit , sifatnya mudah menular namun bukan berarti tidak ada obatnya , yang penting kita tetap harus meningkatkan daya tahan tubuh kita agar lebih kuat melawan virus tersebut


Zhang :hhmm begitu ya, secepatnya temukan vaksinnya karena negara lain juga sedang melakukan penelitian yang sama seperti kita


Liu : baik pak


Di rumah sakit


Operasi berjalan dengan lancar walau sesaat di liputi ketegangan tetapi Agus dan Amat berusaha yang terbaik agar Alan bisa selamat


setelah melakukan operasi, mereka keluar dan membiarkan Alan beristirahat di ruang tersebut


Agus : untuk saat ini kita biarkan dia istirahat sejenak


Amat : makasih ya dok, saya berhutang budi sama anda


Agus : sama sama pak , keselamatan keluarga prioritas kita saat ini, bapak beruntung bisa bertemu saya jika sedikit saja terlambat bisa berakibat fatal untuk Alan


Amat : makasih pak


Sementara itu sebagian masyarakat melakukan aksi untuk menolak blokade yang di lakukan oleh pemerintah dan sebagian yang lain bungkam

__ADS_1


__ADS_2