
Kojek dan anggota yang lainnya berhasil lolos dari kejaran para zombie dan bersembunyi di sebuah gedung kosong , namun terlihat ekspresi marah dari wajahnya
Made : kita selamat kapten ..huuh..huuh..
tiba - tiba Kojek memukul Made, " buughg" Made jatuh tersungkur
Made : apaan ini kapten ( teriaknya)
Kojek : gua liat apa yang lu lakuin sama Rio
lu sengaja mendorong dia, iya kan
Made : bukannya kapten sama saja , kenapa ngak langsung menolong dia
Kojek menghampiri Made dan langsung menamparnya "Plakkk"
Koojek : sebagai kawan seharusnya lu sadar , nyawa seseorang lebih penting dari perasaan pribadi lu , dasar pecundang
Koojek: kesalahan besar gua terlalu percaya sama anggota gua (rasa penyesalan dalam dirinya)
Made : maaf kapten
Hanya itu kalimat yang bisa di ucapkan Made
Nova salah satu anggota perempuan berusaha menenangkan situasi
__ADS_1
Nova : sudahlah kapten , semua sudah terjadi , yang jelas kita harus terus bertahan hidup, situasi sekarang sangat kacau dan kita tidak tau apa yang terjadi di markas pusat
Koojek dan yang lain di liput rasa khawatir dan sejenak menjernihkan pikiran
Koojek : untuk saat ini kita istirahat dulu, setelah situasi aman baru kita bergerak
Desa Selari
Amat dan keluarganya sangat ketakutan, suara para zombie masih terdengar dan membuat bulu kuduk Ida dan anak - anaknya berdiri
Miko : suara apa itu yah
Amat : sssttt...pelankan suaranya
Amat menghampiri Istri dan anaknya dan menjelaskan apa yang terjadi , setelah memahami situasi tersebut , mereka pun berusaha untuk tetap tenang , lalu tiba - tiba Alan menangis
Ida panik dan berusaha menenangkan anaknya, Amat mencoba mengintip keluar, dan ia sangat kaget
Amat : gawat
Ida : ada apa yah
Amat : suara Alan menarik perhatian zombie
Ida bingung apa yang harus di lakukan , di satu sisi dia harus menenangkan anaknya di sisi lain dia takut suara tangisan anaknya menarik para zombie
__ADS_1
Ida memberi obat pereda sakit perut untuk Alan namun tidak mengurangi rasa sakit yang ada
Ida : yah apa yang harus kita lakukan ? , sakitnya tidak berkurang , Alan mengeluh kesakitan yah
Amat bingung dan berusaha tetap tenang
Amat : kita harus membawanya ke dokter
Ida : tapi di situasi yang begini gimana caranya
Amat pun menyusun rencana untuk membawa Alan ke rumah sakit
Ida : baiklah yah, Ida paham
Amat : Miko jaga Ibu kamu yah, Ayah pergi dulu
Miko : iya yah, hati - hati
Amat mengambil beberapa kain dan memasukkannya ke dalam mulut Alan untuk di gigit agar mengurangi suara yang di timbulkan dan perlahan Amat dan Ida mengintip ke pintu belakang
Setelah melihat situasi cukup aman, Amat dan Ida menjalankan rencana , Ida mengambil salah satu mainan anaknya yaitu mobil remote control , mobil tersebut sudah di lem dengan ponsel dan sudah terhubung dengan ponsel yang di pegang oleh Ida
mobil tersebut Ida kendalikan ke arah yang berlawanan dari rumah sakit yang akan di tuju suaminya
Setelah jarak lebih kurang 50 meter tidak jauh dari kerumunan zombie, Ida pun menekan nomor handphone , nomor yang di tuju adalah nomor ponsel yang sudah di pasang ke mobil tersebut
__ADS_1
nada ponsel tersebut berdering dengan keras menarik perhatian kerumunan zombie dan saat itulah Amat lari dengan kencang lewat pintu belakang menuju rumah sakit