Pandemi

Pandemi
Rencana


__ADS_3

Kojek dan anggota yang lainnya berhasil lolos dari kejaran para zombie dan bersembunyi di sebuah gedung kosong , namun terlihat ekspresi marah dari wajahnya


Made : kita selamat kapten ..huuh..huuh..


tiba - tiba Kojek memukul Made, " buughg" Made jatuh tersungkur


Made : apaan ini kapten ( teriaknya)


Kojek : gua liat apa yang lu lakuin sama Rio


lu sengaja mendorong dia, iya kan


Made : bukannya kapten sama saja , kenapa ngak langsung menolong dia


Kojek menghampiri Made dan langsung menamparnya "Plakkk"


Koojek : sebagai kawan seharusnya lu sadar , nyawa seseorang lebih penting dari perasaan pribadi lu , dasar pecundang


Koojek: kesalahan besar gua terlalu percaya sama anggota gua (rasa penyesalan dalam dirinya)


Made : maaf kapten


Hanya itu kalimat yang bisa di ucapkan Made


Nova salah satu anggota perempuan berusaha menenangkan situasi

__ADS_1


Nova : sudahlah kapten , semua sudah terjadi , yang jelas kita harus terus bertahan hidup, situasi sekarang sangat kacau dan kita tidak tau apa yang terjadi di markas pusat


Koojek dan yang lain di liput rasa khawatir dan sejenak menjernihkan pikiran


Koojek : untuk saat ini kita istirahat dulu, setelah situasi aman baru kita bergerak


Desa Selari


Amat dan keluarganya sangat ketakutan, suara para zombie masih terdengar dan membuat bulu kuduk Ida dan anak - anaknya berdiri


Miko : suara apa itu yah


Amat : sssttt...pelankan suaranya


Amat menghampiri Istri dan anaknya dan menjelaskan apa yang terjadi , setelah memahami situasi tersebut , mereka pun berusaha untuk tetap tenang , lalu tiba - tiba Alan menangis


Ida panik dan berusaha menenangkan anaknya, Amat mencoba mengintip keluar, dan ia sangat kaget


Amat : gawat


Ida : ada apa yah


Amat : suara Alan menarik perhatian zombie


Ida bingung apa yang harus di lakukan , di satu sisi dia harus menenangkan anaknya di sisi lain dia takut suara tangisan anaknya menarik para zombie

__ADS_1


Ida memberi obat pereda sakit perut untuk Alan namun tidak mengurangi rasa sakit yang ada


Ida : yah apa yang harus kita lakukan ? , sakitnya tidak berkurang , Alan mengeluh kesakitan yah


Amat bingung dan berusaha tetap tenang


Amat : kita harus membawanya ke dokter


Ida : tapi di situasi yang begini gimana caranya


Amat pun menyusun rencana untuk membawa Alan ke rumah sakit


Ida : baiklah yah, Ida paham


Amat : Miko jaga Ibu kamu yah, Ayah pergi dulu


Miko : iya yah, hati - hati


Amat mengambil beberapa kain dan memasukkannya ke dalam mulut Alan untuk di gigit agar mengurangi suara yang di timbulkan dan perlahan Amat dan Ida mengintip ke pintu belakang


Setelah melihat situasi cukup aman, Amat dan Ida menjalankan rencana , Ida mengambil salah satu mainan anaknya yaitu mobil remote control , mobil tersebut sudah di lem dengan ponsel dan sudah terhubung dengan ponsel yang di pegang oleh Ida


mobil tersebut Ida kendalikan ke arah yang berlawanan dari rumah sakit yang akan di tuju suaminya


Setelah jarak lebih kurang 50 meter tidak jauh dari kerumunan zombie, Ida pun menekan nomor handphone , nomor yang di tuju adalah nomor ponsel yang sudah di pasang ke mobil tersebut

__ADS_1


nada ponsel tersebut berdering dengan keras menarik perhatian kerumunan zombie dan saat itulah Amat lari dengan kencang lewat pintu belakang menuju rumah sakit


__ADS_2