
Pagi hari nya setelah mereka tertidur dalam berpelukan Pangeran Alfa bangun terlebih dahulu tapi sebelum ia keluar dari kamar ia mengecup kening lnshira.
Tapi saat ia mengecup kening milik lnshira, lnshira sudah bangun dan saat itu pangeran jadi salah tingkah sendiri.
" eh? kau sudah bangun?" tanya pangeran Alfa yang gelisah.
" oh iya tadi pangeran mencium keningku bukan?" memegang kening yang pangeran cium tadi.
" hm..itu..ya aku mengecup keningmu! apa kau marah?"
" Kenapa aku harus marah?"
" bukankah ini kecupan pagi sepasang kekasih" goda nya.
"eh!" itu membuat pangeran salah tingkat nya menambah.
" sudah kau jangan menggoda ku lagi atau kau akan ku hukum!" dengan wajah yang sudah benar benar merah.
" Lah pangeran langsung kehukuman "
" gak seru! tapi....."
" tapi kenapa?"
lnshira pun turun dari kasur dan mulai berdiri berjalan mendekat ke pangeran kemudian pangeran mundur dengan pelan sampai lnshira berjalan lebih cepat dan mencium kening pangeran Alfa.
" Selamat pagi " ucap nya dengan tersenyum.
" ya ampun, kau..." yang tak bisa berkata kata lagi.
" kecupan selamat pagi " dan berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan pangeran.
Pangeran Alfa pun kemudian keluar dari kamar lnshira dengan senyum senyum sendiri mengingat hal tadi.
Tidak mungkin bukan Pangeran menunggu lnshira didalam kamar yang ada banyak yang salah faham dan ia di cap sebagai cabul.
__ADS_1
Apalagi ia sedang didalam kerajaan yang bukan memang milik nya melainkan milik orang lain.
Setelah pangeran Alfa keluar dari kamar lnshira ia langsung pergi mencari Ashka
sedangkan saat ini Ashka masih mencari informasi tentang kematian orang tua lnshira.
Kini Pangeran Alfa sudah menemukan Ashka yang berada di belakang halaman kemudian ia memanggil Ashka untuk berbicara empat mata dengan Ashka.
Dengan setuju pun Ashka mematuhi ajakan pangeran Alfa, sesampainya mereka sampai ditempat yang tidak ada orang satu orang pun pangeran Alfa berbicara.
" Ashka..bagaimana ? apa kau sudah menemukan pembunuh itu?"
" belum pangeran tapi menurut ku disini tidak ada tanda tanda atau semacam hal yang mencurigakan " jelasnya
" owh baiklah "
" jadi pangeran..Aku sebagai pengawal kerajaan dan kepercayaan mu aku ingin memberikan saran!"
" saran? apa saran mu?"
" owh baiklah aku setuju dengan saranmu dan besok kita langsung ke kerajaan bagian timur lagipun kita sudah tidak memiliki waktu!"
" siap pangeran!" tegas nya
" sekarang kau boleh pergi" ujar pangeran yang kemudian membelakangi Ashka
Kemudian Pangeran Alfa berdiri sejenak sambil memikirkan kematian lbunda nya dan kedua orang tua lnshira.
" sialan pembalas ini sangat sulit....tidak disangka ini akan begitu rumit"
" ya tuhan sepertinya kisah cinta ku dengan lnshira masih panjang " gumam nya
"huh" menghembus kan nafas berat nya dan pergi melanjutkan misi nya.
Selanjutnya kini lnshira sudah mencari informasi tentang kedua orang tua nya akan tetapi ia tidak menemukan apapun.
__ADS_1
Saat ini lnshira berada di belakang halaman kerajaan untuk meneliti tempat itu. Tak lama kemudian Aurora menghampiri lnshira.
Sebenarnya saat dimana pertama kali ia bertemu dengan pengawal itu ia sudah sangat curiga dengan gerak gerik orang itu.
Bahkan Aurora ingin mencari tau apa yang sebenarnya pengawal itu ingin kan dari kerajaan nya.
Sampai tanpa sengaja ia melihat pengawal yang kemarin itu di halaman belakang istana dengan perlahan ia melangkah ke ara pengawal itu.
" Hei!"ucap Aurora yang memegang bahu lnshira.
" eh? siapa itu?" dengan terkejut lnshira membalikkan kepalanya kebelakang dan melihat tuan putri yang berdiri disebelahnya.
" Salam tuan putri!" bungkuk nya
" Sudah tidak usah formal " ujarnya
" baik!" dan kembali berdiri tegak
" Sebenarnya saya sudah curiga dengan mu saat pertama kali " ucapan Aurora tentu membuat lnshira terkejut karna ia sudah dicurigai.
" itu ...putri sebaikanya putri jangan curiga dengan saya karna sebenarnya saya tidak suka keramaian "
" owh.." putru hanya ber oh ria bahkan ia percaya tanpa mencurigai pengawal nya itu.
Sampai lnshira membawa Aurora berkeliling halaman belakang istana sampai kini sudah siang hari.
Aurora pun berpamitan dengan Simon karna lnshira memberitahukan ke Aurora kalau namanya adalah Simon Hardiman.
" baiklah kalau begitu saya pergi duluan ya" ucap Aurora dengan senyum nya
" Baik tuan putri " Aurora pun dan pergi makan siang bersama ayahnya.
Author udah up nih jangan lupa tinggalkan jejak yang berupa like, koment, rate 5 dan vote seikhlas hati.
thanks atas dukungan nya
__ADS_1