Pangeran Tampan Ku

Pangeran Tampan Ku
Selamat Tinggal Paman


__ADS_3

saat pagi hari ini sebelum Inshira pergi ke istana ia akan berlatih terlebih dahulu bersama paman nya


beberapa jam berlalu Luke berjalan ke arah Inshira yang masih belajar bela diri.Inshira menghentikan latihan paginya saat melihat pamannya mendekat kearahnya


" ada apa paman?" tanya Inshira yang mengelap keringat nya


tanpa Luke beebicara ia memberikan sesuatu ke Inshira.Inshira pun meneriman pemberian pamannya


" paman ini apa?" tanya nya


" itu baju untuk kamu "


" aku kan perempuan paman?"


" iya paman tau kamu perempuan hanya saja kamu harus menutup rapat rapat jati diri kamu dan kamu harus berubah penampilan menjadi laki laki yang tak berbalas ampun" jelas Luke dan pergi meninggalkan Inshira


tapi sebelum Luke pergi ia mengatakan Inshira


" kamu harus ganti nama menjadi Simon Hardiman " ucap Luke


saat matahari terbit Inshira bersiap siap untuk pergi ke istana tapi sebelum ia pergi setidaknya ia berpamitan dengan pamannya


" paman ,Shira pergi dulu ya nanti Shira akan sering sering kirim surat ke paman " ucap Inshira

__ADS_1


" baiklah" Luke tersenyum kepada keponakan ya untuk terakhirnya


" kakak dan kakak ipar apa bahagia disana? kami sangat merindukan kalian dan kalian juga lihatkan kalau aku telah menjaga anak kalian dengan dengan baik bahkan ia menjadi gadis cantik.dan mungkin aku sebentar lagi akan mengunjungi kalian karena umurku sudah tua dan juga.tunggu aku kakak dan kakak ipar " gumam Luke dengan lirih


Luke pun menulis sesuatu dikertas dan diletakkannya di bawah bantal kamar Inshira karna itu surat penting dari Luke sebelum ia pergi dari dunia ini


" selamat tinggal paman " gumamnya sambil memotong rambut panjang nya dengan kaca dan pergi


Inshira berjalan kaki ke arah istana karna perjalanan dari hutan ke istana sangatlah jauh jadi ia terpaksa menginap cukup satu malam


setelah ia membayar tempat penginapan ia langsung berbaring di tempat tidur nya dan ia pun tertidur


sekarang masih pagi pagi sekali Inshira pergi dari penginapan dan melanjutkan perjalanan nya ke istana dengan tak sengaja ia melihat ada seorang laki laki yang dimarahi dan di caci maki


Inshira yang melihat kejadian itu langsung mendekat dan yang paling ia benci itu adalah orang kuat melawan orang yang lemah


" hei kau minggir gak!" ancamnya Inshira bukannya takut malah mendekat dengan menatap preman itu dengan tajam


preman itu hanya pura pura merasa santai walau dia sebenarnya takut melihat tatapan mata Inshira


" jangan melawan orang yang lemah" bentaknya ke arah para preman itu


mereka pun menjadi pusat perhatian tapi tiba tiba saja pangeran dari kerajaan merekapun bubar karna takut dengan pangeran

__ADS_1


" minggir!" perintah salah satu pengawal


para preman itu langsung berlari kencang karna suatu bentakan para preman itu pergi dengan Inshira penasaran ia pun berbalik yang ternyata dibelakang nya ada seekor kuda yang dinaikin oleh pangeran


mata merekapun saling pandang sampai Inshira membungkuk ke pangeran dan pangeran mengangguk dan pergi


Inshira jug mengikuti pangeran dan pengawalnnya dari blekang karna ia juga akan pergi keistana


sesampainya mereka disana sebelum itu Inshira diberhentikan


" ada keperluan apa anda kesini"


" saya mau menjdi pengawal pribadi pangeran" jawabnya dengan dingin dan Inshira diizinkan masuk dan juga diantar ke area perang


setelah ia diantar oleh salah satu pengawalnya ia langsung mengganti bajunya seperti baju kesatria


mereka semua yang ingin menjadi pengawal pribadi pangeran dipanggil satu persatu tapi ada yang gak lulus dan ada yang lulus di bagian berperang


kemudian ia pun dipanggil


" Simon Hardiman!" panggil nya


Inshira pun besiap siap mengambil pedang yang diberikan pengawal ia bahkan sudah mengambil posisi nya

__ADS_1


" mulai!"


permainan pedang pun dimulai beberapa menit kemudian Inshira mengalahkan lawannya.sebenarnya ia tadi hampir lengah karna ia teringat akan dendam nya ia lanhsung bangkit dan mengalahkan lawannya dan juga lawannya agak kuat pula lagi ya gitulah


__ADS_2