
saat pagi hari ini sebelum Inshira pergi ke istana ia akan berlatih terlebih dahulu bersama paman nya
beberapa jam berlalu Luke berjalan ke arah Inshira yang masih belajar bela diri.Inshira menghentikan latihan paginya saat melihat pamannya mendekat kearahnya
" ada apa paman?" tanya Inshira yang mengelap keringat nya
tanpa Luke beebicara ia memberikan sesuatu ke Inshira.Inshira pun meneriman pemberian pamannya
" paman ini apa?" tanya nya
" itu baju untuk kamu "
" aku kan perempuan paman?"
" iya paman tau kamu perempuan hanya saja kamu harus menutup rapat rapat jati diri kamu dan kamu harus berubah penampilan menjadi laki laki yang tak berbalas ampun" jelas Luke dan pergi meninggalkan Inshira
tapi sebelum Luke pergi ia mengatakan Inshira
" kamu harus ganti nama menjadi Simon Hardiman " ucap Luke
saat matahari terbit Inshira bersiap siap untuk pergi ke istana tapi sebelum ia pergi setidaknya ia berpamitan dengan pamannya
" paman ,Shira pergi dulu ya nanti Shira akan sering sering kirim surat ke paman " ucap Inshira
__ADS_1
" baiklah" Luke tersenyum kepada keponakan ya untuk terakhirnya
" kakak dan kakak ipar apa bahagia disana? kami sangat merindukan kalian dan kalian juga lihatkan kalau aku telah menjaga anak kalian dengan dengan baik bahkan ia menjadi gadis cantik.dan mungkin aku sebentar lagi akan mengunjungi kalian karena umurku sudah tua dan juga.tunggu aku kakak dan kakak ipar " gumam Luke dengan lirih
Luke pun menulis sesuatu dikertas dan diletakkannya di bawah bantal kamar Inshira karna itu surat penting dari Luke sebelum ia pergi dari dunia ini
" selamat tinggal paman " gumamnya sambil memotong rambut panjang nya dengan kaca dan pergi
Inshira berjalan kaki ke arah istana karna perjalanan dari hutan ke istana sangatlah jauh jadi ia terpaksa menginap cukup satu malam
setelah ia membayar tempat penginapan ia langsung berbaring di tempat tidur nya dan ia pun tertidur
sekarang masih pagi pagi sekali Inshira pergi dari penginapan dan melanjutkan perjalanan nya ke istana dengan tak sengaja ia melihat ada seorang laki laki yang dimarahi dan di caci maki
Inshira yang melihat kejadian itu langsung mendekat dan yang paling ia benci itu adalah orang kuat melawan orang yang lemah
" hei kau minggir gak!" ancamnya Inshira bukannya takut malah mendekat dengan menatap preman itu dengan tajam
preman itu hanya pura pura merasa santai walau dia sebenarnya takut melihat tatapan mata Inshira
" jangan melawan orang yang lemah" bentaknya ke arah para preman itu
mereka pun menjadi pusat perhatian tapi tiba tiba saja pangeran dari kerajaan merekapun bubar karna takut dengan pangeran
__ADS_1
" minggir!" perintah salah satu pengawal
para preman itu langsung berlari kencang karna suatu bentakan para preman itu pergi dengan Inshira penasaran ia pun berbalik yang ternyata dibelakang nya ada seekor kuda yang dinaikin oleh pangeran
mata merekapun saling pandang sampai Inshira membungkuk ke pangeran dan pangeran mengangguk dan pergi
Inshira jug mengikuti pangeran dan pengawalnnya dari blekang karna ia juga akan pergi keistana
sesampainya mereka disana sebelum itu Inshira diberhentikan
" ada keperluan apa anda kesini"
" saya mau menjdi pengawal pribadi pangeran" jawabnya dengan dingin dan Inshira diizinkan masuk dan juga diantar ke area perang
setelah ia diantar oleh salah satu pengawalnya ia langsung mengganti bajunya seperti baju kesatria
mereka semua yang ingin menjadi pengawal pribadi pangeran dipanggil satu persatu tapi ada yang gak lulus dan ada yang lulus di bagian berperang
kemudian ia pun dipanggil
" Simon Hardiman!" panggil nya
Inshira pun besiap siap mengambil pedang yang diberikan pengawal ia bahkan sudah mengambil posisi nya
__ADS_1
" mulai!"
permainan pedang pun dimulai beberapa menit kemudian Inshira mengalahkan lawannya.sebenarnya ia tadi hampir lengah karna ia teringat akan dendam nya ia lanhsung bangkit dan mengalahkan lawannya dan juga lawannya agak kuat pula lagi ya gitulah