Pangeran Turun Tahta

Pangeran Turun Tahta
Prolog


__ADS_3

INGGRIS TAHUN 1998


Cahaya matahari meredup, segera mungkin di gantikan oleh indahnya rembulan yang bersinar. Langit malam begitu sunyi, bintang-bintang seakan malu menampilkan pesonanya ke angkasa. Angin malam berhembus kencang, menusuk kulit, lantas masuk ke dalam pori-pori. Begitu mencekam.


Tuan Abraham dengan segala kecemasannya hanya bisa menunggu di luar ruangan gawat darurat. Menunggui istrinya yang sedang di tangani medis. Hendak melahirkan kedua buah hatinya yang kembar. Istrinya kehabisan darah, kelelahan melahirkan kedua anaknya.


Tuan Abraham sesekali mengusap mukanya yang berkeringat, menatap ke segala arah, menepuk-nepuk pahanya dengan salah satu tangan. Dia hanya bisa berdo'a. Tak pernah di rasakannya kecemasan yang luar biasa seperti ini.


Selang beberapa jam seorang dokter dengan perawakan keibuan keluar dari buah pintu. Dokter wanita itu segera menemui Tuan Abraham, menyampaikan sesuatu.


"Kedua putra anda lahir dengan sehat, mereka selamat. Tapi sayang, istri anda kelelahan dalam melahirkan kedua putra anda. Beliau meninggal dunia..." begitu ujar dokter tersebut, melepas semua rasa keingin tahuan Tuan Abraham.


Tuan Abraham terisak, menyisakan luka hati mendalam. Tuan Abraham dan istrinya menikah pada tahun 1995. Tiga tahun usia pernikahan tersebut. Dan sekarang istrinya meninggal, hanya menyisakan kedua putra kembarnya..

__ADS_1


Namun begitulah garis takdir. Kematian, jodoh, semua Tuhan-lah yang mengatur. Manusia hanya bisa menjalani dengan ikhlas, dengan tabah dan ikhtiar.


Tuan Abraham masuk dalam ruangan itu. Seketika kesedihan itu lenyap setengah, di gantikan oleh rasa harunya pada kedua buah hatinya. Dua lelaki yang begitu manis, begitu menyentuh hati. Tubuhnya bergemetar hebat, dia tertunduk layu mengelus kedua buah hatinya.


Ibumu mengorbankan seluruh tenaganya, seluruh sisa darahnya demi menyelamatkan kalian berdua dalam rahim. Ibumu selama 9 bulan mengandung kalian berdua, rela membawa kalian pergi ke manapun. Dan sekarang kalian lahir dengan sehat, selamat. Begitu ucapnya dalam hati sambil menyeka air mata.


Tuan Abraham ikhlas pada garis takdir yang di berikan oleh Tuhan. Tuan Abraham tabah dalam menjalani segala cobaan yang di berikan padanya. Tuan Abraham berjanji pada diri sendiri dan istrinya; bahwa akan menjaga kedua buah hatinya dengan baik, dengan kasih sayang.


Anak bermata bulat itu Daniel Abraham. Dan anak dengan mata sipit itu Dalvino Abraham. Bukan nama anak kembar, yang sejatinya hampir mirip, tapi sengaja nama ini di berikan Tuan Abraham untuk kedua anaknya dengan maksud tertentu. Sejarah tertentu bagi mereka tersendiri.


'JAKARTA, 2018'


Tuan Abraham berkembang pesat pasca mengikhlaskan kematian istrinya. Sebuah perusahaan terbesar, terkenal, dan jelas sukses telak didirikan olehnya seorang. Dengan usaha sendiri, dan motivasi dari diri sendiri.

__ADS_1


20 tahun berlalu sudah. Semua kenangan yang menyakitkan itu dirangkainya sebagai kehilangan yang begitu dalam. Memiliki arti tersendiri baginya.


Pada tahun 2000, Tuan Abraham memutuskan pindah dari London, lantas terbang ke Indonesia, ke Jakarta. Memulai hidup barunya, sebagaimana dia seorang pribumi yang rindu tanah air karena dahulu memutuskan tinggal di Inggris.


Dengan berbekal ilmu pengetahuan luas dan ahli dalam perdagangan, Tuan Abraham menjadi orang tersohor seketika. Menjadi orang yang mengembangkan tekhnologi di tanah air sendiri, sekaligus bapak untuk kedua putranya.


¤¤¤


Bukan. Kisah ini tak akan menceritakan bagaimana perjuangan Tuan Abraham, sebagai ayah yang baik untuk kedua anaknya. Cerita ini juga tak akan menceritakan perjuangannya merelakan istri tercinta yang meninggal saat melahirkan kedua putranya.


Justru sekarang cerita ini akan memihak pada kedua putra kembarnya, memihak petualangan aneh si kembar. Tentang bagaimana menjadi pria sejati. Pria yang tak hanya tangguh dalam bertarung. Namun juga cekatan dalam berpikir, teguh dalam keyakinan.


Maka dari sinilah cerita ini bermulai...

__ADS_1


__ADS_2