
tu.....tuan Kevin ingin membelinya? apa saya tidak salah dengar tuan..." Seru Mami Beby .
"seperti yang anda dengar Nyonya, saya akan membelinya.."
"Baik Tuan jika kau ingin membelinya, dengan senang hati" Sahut Mami Beby. "Shabilla cepat ambil barang-barang mu dan ikut lah dengan Tuan Kevin..." Perintahnya
"Baik Mami." sahut Shabilla.
"Akhirnya ada yang membebaskan ku tuhan...." Batinnya
"Tuan Kevin, saya tidak menyangka Tuan akan membeli salah satu PSK saya...." ujarnya untuk berbasa-basi.
Kevin hanya mengangguk mengiyakan.
"Asisten saya sudah mengurus semua biayanya Nyonya! Anda tinggal memeriksanya di Rekening Anda...." Seru Kevin.
"Baik Tuan...senang bisa berbisnis dengan Anda!!"
"Riko....kau urus wanita itu..."
"Baik Tuan..."
***
"Bi Mina..." Teriak Kevin.
"Ada apa Tuan Muda?" Sahut Bi Mina selaku Kepala Pelayan di rumahnya.
"Antar dia ke kamar tamu yang ada di lantai atas...." Perintah nya.
"Baik Tuan..." Sahutnya. "Mari nona saya antar..." Ucap bi Mina pada Shabilla. Shabilla hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Jangan lupa untuk menemui ku setelah kau selesai membereskan kamarmu.."
***
"Peraturan kerja? Ucap Shabilla linglung.
"Ya...selama kau bekerja di rumahku ada beberapa peraturan yang harus kau patuhi, dan saya tidak ingin ada penolakan..." Ujarnya dengan tegas.
Shabilla membaca peraturan kerja yang di berikan oleh tuannya itu sudah lebih dari lima kali ia membacanya namun tak ada perubahan yang ia harapkan.
"Tuan....apakah semua ini tidak bisa dirubah?" Tanya Shabilla.
"Apa kau tak mendengar? Sudah saya katakan saya tidak mau ada penolakan. Apa yang saya tulis disana sudah menjadi keputusan saya..." Bentak nya.
"Ta..tapi tuan....."
Tar...tangan seorang Kevin menggebrak meja yang ada di depannya. "Apa kau tuli..?"
"Keluar dari ruangan ku, sekarang!."
Shabilla meninggal kan ruangan tersebut dan berjalan menuju kamarnya.Ia sekarang sudah hampir menangis tapi ia menahannya.
"Tuhan.... Bagaimana aku bisa membayarnya bahkan jika aku terus bekerja disini seumur hidup juga tidak akan mampu mengumpulkan uang sebanyak itu...." Ujarnya dengan senduh.
"Tuhan....kenapa nasib ku begitu buruk hiks hiks...." Shabilla mulai menangis, ia sudah merasa lelah dengan semuanya. "Tapi jika aku bersikap baik dan menurut pada tuan Kevin mungkin saja nanti aku bisa membujuknya untuk mempertimbangkan bayaran tersebut....." Pikirnya.
"Shabilla semangat...kamu pasti bisa...." Ujarnya menyamangati dirinya sendiri sembari mengusap air matanya. Beberapa menit kemudian dirinya sudah tertelap didalam alam mimpinya.
Sedangkan di lain posisi seseorang tengah mencarinya, sudah beberapa kali ia mengelilingi rumah tersebut namun tak di temukan ya sosok wanita itu.
"Bi Mina dimana perempuan itu?" Tanyanya.
__ADS_1
"Maksud Tuan Muda nona Shabilla?"
"Hmm.." sahutnya
"Nona tadi masuk ke dalam kamarnya Tuan, mungkin dia sedang beristirahat, sudah seharian dia bekerja mungkin nona merasa lelah...." Ucap Bi Mina.
"Baiklah Bi, awasi terus dia jangan sampai dia kabur..." Tegasnya
"Baik Tuan Muda" jawab bi Mina. "Saya permisi ke dapur tuan..." Pamit Bi Mina.
"Tunggu Bi....." Cegah Kevin sebelum Bi Mina menuju dapur.
"Ada apa tuan?"
"Apa dia sudah makan?" Tanyanya
"Sepertinya belum Tuan...." Jawab Bi Mina.
"Antarkan makanan ke kamarnya...."
"Baik Tuan...."
"Kenapa tuan begitu baik pada Nona Shabilla, apa tuan menyukai nona..." Batin Bi Mina. " semoga saja nona Shabilla bisa membawa nasib baik untuk keluarga ini..." Harapnya lalu berjalan menuju dapur.
Hy Readers....
Semoga senang sama ceritanya....
Tinggalkan jejak ya:)☺️
Salam manis dari Author
__ADS_1