
Shabilla menatap laki-laki yang baru saja memasuki rumah itu dengan senyum melengkung di bibirnya, ia mendekati sosok tersebut dan mengambil tas yang ia tenteng di tangannya.
"Sini Tuan tasnya saya bawakan..." Ujarnya. Ia memberikan tasnya dan berlalu pergi, Shabilla berjalan di belakang Kevin dan membawa tas Kevin di tangan Kanannya. Ia membuntuti Tuannya sampai ke kamar kemudian menaruh tasnya dan beranjak pergi. Belum tiga ia berjalan pergi namun tuannya itu sudah memanggil namanya.
"Tunggu Shabilla, mau kemana kau!" ucap Kevin.
"please ya Allah ni om om mau ngapain, jangan bilang mau ngoceh ayolah gak usah ngoceh Mulu om ntar cepat tua" batinnya.
Ia menoleh kebelakang menatap tuannya dengan dahi mengkerut. "Ada apa tuan?" Tanya Shabilla.
"Mau kemana Kau?"
"Kembali ke kamar Tuan..." Sahutnya.
"Apa tugasmu di sini sudah selesai? sehingga kau mau kembali ke kamar mu!" ujarnya.
Shabilla diam, ia tidak tau apalagi pekerjaan yang harus ia lakukan.
"Tidak tau Tuan..."
"heh...." gumamnya sambil tersenyum licik. "Siapkan Air panas untuk aku mandi..." perintah nya.
"Baik Tuan..."
"eh tidak, buatkan saja aku Kopi" ujarnya lagi.
Shabilla mengangguk dan pamit undur diri untuk kedapur.
Tak butuh waktu lama Shabilla sudah selesai membuat kopi untuk Kevin.
"Ini tuan Kopinya..." Ucap Shabilla.
__ADS_1
"Hem.." Kevin mengambil Kopi tersebut dan langsung meminumnya. "Tuan Kopinya...." belum selesai Shabilla mengatakan nya tapi Kevin sudah terlanjur meminum kopinya..
"Byur....Aghhh! apa kau mau membunuh ku ha..." Teriak Kevin.
"ma ma maaf tuan tadi saya mau mengatakan kalo kopinya masih panas tapi Tuan sudah meminum nya" Ucap Shabilla ketakutan.
"kenapa kau tidak mengatakan nya sebelum aku meminumnya..." Kevin beranjak dari duduknya dan tak sengaja menjatuhkan Kopinya.
"Aghhh..." Kopi itu tumpah tepat di Kaki Shabilla membuat sang empuh meringis kesakitan dan meloncat loncat kan kakinya karena panas dan menumbruk tubuh Kevin sehingga keduanya jatuh di atas ranjang Kevin dengan posisi Shabilla di atas tubuh Kevin.
Mata mereka bertemu, mata Milik Kevin menatap mata milik Shabilla yang menurutnya sangat tidak asing, selang beberapa detik kemudian Kevin tersadar dari lamunannya dan mendorong tubuh Shabilla hingga jatuh ke lantai.
"seperti nya Nona Shabilla kau mencoba menggoda diriku..." Ucap Kevin.
"eghhhh..." Shabilla yang meringis kesakitan melotot kan matanya mendengar ucapan majikannya itu.
"Saya tidak pernah ada niat untuk menggoda Anda Tuan Kevin yang terhormat! saya tak serendah yang Anda kira..." Tegas Shabilla sembari berusaha berdiri.
"Seorang Mantan PSK pasti lah rendahan, saya yakin sudah banyak lelaki hidung belang yang sudah menikmati tubuh kotor mu itu..." Caci nya.
"Seorang Laki-laki sejati takkan Melakukan hal serendah ini..." teriaknya dan berlari keluar kamar, sesekali ia tangannya menyeka air matanya yang sedari tadi ia tahan. Ia berlari menuju Taman dan memilih duduk disana.
"Aku kira dia laki-laki yang baik, tapi memang benar dia hanyalah iblis yang berwujud manusia..." Ucapnya. "Tuhan kenapa aku menyukai laki-laki seperti itu... kenapa kau membiarkan aku menaruh hati kepadanya! kenapa aku menaruh hati padanya hanya karena dia menolongku dari tempat itu..." Ia menangis dan mengeluarkan seluruh keluh kesahnya disana.
Flassback on
"Kenapa hatiku bergetar di saat bersamanya, tapi aku juga kesal dengannya...." Gumam Shabilla.
"Itu berarti kau mencintainya...." Ucap Bi Mina yang baru saja datang dan tak sengaja mendengar yang diucapkan Shabilla.
"Eh bibi, apa iya itu dinamakan Cinta..." Tanyanya.
__ADS_1
"Cinta itu sulit diartikan dan cinta itu rumit Non, kita tidak tau kita akan jatuh cinta kepada siapa, terkadang Hati kita jatuh ke pada orang yang tidak seharusnya kita Cintai, namun kita tidak bisa menghindari nya karena cinta datang kapan saja dan di mana saja..." Ujar Bi Mina. "Jatuh Cinta bisa membuat kita bahagia dan jatuh cinta juga dapat membuat kita terluka, jadi jika kita jatuh cinta kita harus siap juga untuk terluka"
"Bibi seperti nya sudah sangatlah paham tentang percintaan hha..." ucap Shabilla sedikit terkekeh.
"Ya iyalah Non, kan Bibi juga pernah muda .." sahutnya sambil tersenyum. "Jadi siapa laki-laki itu?" tanyanya
"Hhha gak ada Bi"
"Hayo lah ngaku, pasti tuan bukan..." Ledek Bi Mina
"Bukan Bi, mana mungkin hhha aku saja selalu kesal saat melihat nya, dia selalu saja marah-marah! sudah hampir dua bulan aku bekerja disini dia selalu saja marah-marah" Serunya.
"Tapi saya lihat Non dekat dengan Tuan...." ujarnya.
"Gak lah bi..."
Shabilla berpikir sejenak, memang akhir-akhir ini ia dan Kevin sering berinteraksi, Kevin memang sering marah-marah tapi tak sesering di awal ia bekerja, sejauh ini Shabilla akhirnya tau jika Tuannya itu memiliki Sisi lembut.
"Ya udah bi, Shabilla ke kamar Tuan dulu! sebentar lagi dia akan pulang aku mau menyiapkan air untuk dia mandi nanti" Ucapnya.
"Iya Non...".
flashback of
di sisi lain Kevin tengah terduduk di tepian ranjangnya, tatapannya kosong begitu pula dengan pikirannya. Hatinya tiba-tiba begitu sesak, melihat Shabilla menangis dan meneriakinya seakan membuat sisi dari dirinya terluka.
"Kenapa hatiku sakit melihat dia Menangis, kenapa aku merasa bersalah karena telah membentaknya...." Pikir Kevin
hallo Readers kesayangan author
selamat membaca cerita nya
__ADS_1
semoga suka:)
cuap cuap muach buat Readers dari Author ❤️❤️