
"sejak kapan kau mencintaiku?" Tanya Kevin sambil memainkan ujung Rambut Shabilla.
"Siapa yang mengatakan aku mencintaimu, perasaan aku tak pernah mengatakan nya" Ujar Shabilla.
"Kau sama sekali tidak menolak saat aku memeluk mu, itu artinya kau mencintaiku" Ucap Kevin dengan pd nya.
"Tuan kenapa anda narsis sekali..." Ledeknya.
"aku mengatakan yang sebenarnya Shabilla"
"Baiklah terserah padamu saja tuan, percuma aku membantah kau kan keras kepala mana mungkin bisa di bantah" Ujar Shabilla sambil tetap fokus pada buku bacaannya.
"Sha..."
"emm..." Sahut nya
"berapa umur mu?" Tanya Kevin
"Hahaha kenapa kau bertanya tentang umur?"
"aku hanya ingin tau"
"7 tahun lebih muda darimu..." Ujar Shabilla
"20 tahun? really (benarkah) aku kira kau umur 30 an hhha..." Ucap Kevin diiringi dengan tawa kecil.
"Apa wajahku setua itu..." gumam Shabilla. ia membuka kamera yang ada di hpnya dan memperhatikan wajahnya dengan seksama. "tidak aku tidak tua...." Ujar Shabilla membela diri.
__ADS_1
"Hhhhha...." Kevin tertawa terbahak bahak saat Shabilla berusaha menggelitiknya. "su.. sudah hentikan hhahha" Ucapnya tersengal sengal. Shabilla terus menggelitik badan Kevin tanpa mendengar rintihan dari sang pemilik badan. Kevin terus berusaha menghindar hingga ia memikirkan ide untuk lepas dari gelitikan Shabilla.
"Aghhh.....sakit Bil sakit..." teriakan Kevin langsung membuat Shabilla menghentikan kegiatannya.
"ah mana, dimana yang sakit tuan...." ucapnya panik.
Kevin meraih kedua tangan Shabilla dan menyudutkan badan itu ke dinding, menatap intens perempuan yang ada di depannya saat ini, perlahan demi perlahan ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Shabilla. Shabilla memejamkan matanya dengan jantung yang sudah berpompa dengan cepat .
"Kevin, Ada beberap...." Ucap Riko yang tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu, ia tak lagi melanjutkan omongannya karena melihat Bosnya sedang akan cipika cipiki pikirnya.
Shabilla langsung mendorong tubuh Kevin, "Maaf pak, silahkan lanjutkan..." sekretaris Riko langsung berlari keluar kamar dan menunggu di depan pintu.
Shabilla menundukkan kepalanya, pipinya sekarang sudah merah bak tomat karena menahan malu.
"Dasar Riko, mengganggu saja.." Bathin Kevin.
"Tuan saya mau kembali bekerja..." Seru Shabilla sambil menahan malu.
"Baik Tuan .." sahutnya dengan kepala masih menunduk
"hey lihat aku.. "
"nggak!"
Kevin mengkerut kan Keningnya, ia meraih dagu milik Shabilla dan mengangkat wajah itu dengan tangannya. Cup sebuah kecupan mendarat di bibir mungil Shabilla.
"Kau milikku..." Ucap Kevin dan berlalu pergi meninggalkan Shabilla yang sedang sibuk menghentikan kerja jantung nya yang sudah berdetak dengan cepat.
__ADS_1
...***...
..."Ada apa?" Ucap Kevin...
"Ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani" Sahut Sekretaris Riko
"Berikan padaku" Ujarnya dengan tatapan dingin.
"Ini..."
Kevin memeriksa berkas yang diberikan oleh sekretaris nya lalu menandatangani nya.
"Rupanya Sahabat kecilku ini sudah tidak homo lagi..." Ucap Riko menyinggung Bosnya
"Tutup mulutmu, aku bos mu!" Tegas Kevin..
"Ayolah Sobat, kita sudah lama saling mengenal dan aku sahabat kecilmu berhenti bersifat formal seperti itu .." Ucap Riko. "Sejak kapan kalian pacaran? bukannya dia itu pelayan mu?" Ucapnya. "Oh atau jangan-jangan dia menggoda mu!"
"Hentikan semua omong kosong mu itu, lebih baik kau pulang"
"Baiklah jika kau tidak mau memberitahu ku sekarang tidak masalah, cerita kan di lain hari...." Ujar Riko sembari berjalan meninggalkan Kevin
"Syukurlah akhir nya ia bisa jatuh cinta, semoga saja pandangan nya terhadap wanita bisa berubah..." Ucap Riko dalam hati.
Hay Readers sayang apa kabar? baik kan? ya pasti baik Ding Thor hhhe, author berharap Readers baik" aja;)
semoga terhibur sama ceritanya
__ADS_1
cuap cuap muach buat Readers dari Author ❤️❤️
jangan lupa mampir dan tinggalin jejak ya!