Pelayan Pribadi

Pelayan Pribadi
pelayan Pribadi#Part2


__ADS_3

Ia membuka pintu itu secara perlahan dan nampaklah sosok yang tengah ia cari sedari tadi. Wajahnya terlihat damai ketika ia sedang tertidur. Ia memperhatikan dengan cermat wajah itu tanpa cela sedikitpun. Wajah yang seakan pernah hadir di masa lalunya.


"Mengapa aku memiliki perasaan seakan-akan aku telah mengenal mu sejak lama..." Guman Kevin. Tangannya meraih wajah itu dan menghapus sisa air mata yang ada di pinggir kelopak matanya. "Bahkan ada rasa sakit saat melihatmu menangis...sebenarnya siapa kau?" Pikirnya..


Tok..tok..tok... (Suara ketukan pintu)


"Nona ini maka ..." Ucap Bi Mina namun terpotong ketika ia mendapati Tuan mudanya berada di kamar dan sedang duduk di tepian ranjang nona Shabilla.


"Maaf Tuan...saya tidak tau jika ada Tuan di kamarnya Nona..." Lirih Bi Mina.


"Gak pa pa Bi..." Sahut Kevin beranjak pergi dari kamar Shabilla. "Oh ya Bi pastikan dia memakan makanannya!" Ucapnya sebelum menutup handle pintu kamar.


"Non...Non Billa..." Panggil Bi Mina sambil menggerakkan bahu Shabilla.


"Eh...." Guman Shabilla menatap Bi Mina sambil mengumpulkan kesadaran nya. "Ada apa bi?" Tanya nya sambil sesekali mengedipkan matanya karena Mase mengantuk karena kelelahan.


"Makan dulu non. Nona kan dari tadi pagi nggak makan..." Seru Bi Mina.


"Bi gak usah panggil non, panggil Billa aja!" Pintanya


"Iya non...eh Billa...." Ucapnya getir. Shabilla tersenyum.


"Ini Ndok makanannya, di habisin ya!"


"Iya Bi..."

__ADS_1


"Oh iya ndok, nanti sudah makan kamu di suruh ngadep Tuan Muda di ruang kerjanya Tuan.." seru Bi Mina.


"Oh iya Bi, nanti Billa kesana" sahutnya


"Ya udah Bibi kedapur dulu kalo gitu"


"Oke Bi..."


Shabilla sebenarnya masih canggung dengan seisi rumah ini, namun ia berusaha untuk membiasakan Nya karena sekarang ia bekerja dirumah ini. Ia memakan makanannya dengan lahap karena memang dari kemarin perutnya kosong belum di isi sama sekali. Memang sudah seharusnya perutnya di isi makanan.


***


"Apa Tuan memanggil saya?" Ujar Shabilla saat berada diruang kerja Kevin.


"Tidak Tuan, saya mengingatnya..." Sahut Shabilla.


"Lalu kemana saja kau sedari tadi? Kau tidak melakukan pekerjaan mu!"


"Maaf Tuan, saya tadi ketiduran...." Ujarnya meminta maaf.


"Apa kau bekerja hanya untuk tidur?" Bentak Kevin


"Tidak tuan..."


"Sekarang lakukan pekerjaanmu! Dan saya tidak mau lagi mendengar kau tidur disaat pekerjaan mu belum selesai .."

__ADS_1


"Baik Tuan..." Ucapnya. "Saya permisi tuan..." Pamit Shabilla.


"Gila punya majikan galak bener...." Batin Shabilla.


"Tuh Om Om gak bakal darah tinggi apa yak marah-marah Mulu kayak gitu..." gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Kevin karena ia masih berada di ruang kerjanya Kevin.


"Apa yang kau bilang barusan..." Ujar Kevin


"ah tidak Tuan... bunga di taman sangat bagus..." elaknya


"hemm.." sahutnya.


Shabilla segera meninggalkan ruang kerja Kevin dan menuju dapur untuk menyiapkan masakan untuk Kevin. sebagai pelayan pribadi nya Tuan Kevin Shabilla berpikir bahwa memasak juga termasuk tugasnya sebagai pelayan pribadi sang Tuan muda yang Arogan.


"Shabilla semangat!!!!!!!" Teriaknya


hallo Readers kesayangan author!!!


apa kabar? baik kan? author hari ini mungkin cuma up 1 episod, mungkin besok" author usahain buat up banyak-banyak biar novel nya cepat selesai.


cuap cuap muach buat Readers


salam hangat buat Readers dari Author


makasih:)

__ADS_1


__ADS_2