Pelayan Pribadi

Pelayan Pribadi
Pelayan pribadi#part4


__ADS_3

Shabilla berjalan keluar dari kamarnya, ia melihat kesana kemari memastikan jika Tuannya sudah tidak ada lagi di rumah.


"Hus...gue rasa tu Om udah gak ada di rumah" gumamnya namun kepalanya masih celingak-celinguk melihat sekeliling.


"Non..apa kau sedang mencari seseorang?" Tanya Bi Mina mengagetkan Shabilla.


"Eh...ti ti tidak Bi" sahut Shabilla terbata-bata.. "Apa tuan sudah berangkat ke kantor?" Tanyanya


"Sudah dari tadi Non..."sahut Bi Mina.


"Bi apa Tuan Kevin memang seperti itu?"


"Seperti itu bagaimana Non?"


"Dia sangat dingin, angkuh, dan arogan" ucapnya penuh penekanan di setiap kata-katanya.


"Saat Tuan Kevin masih kecil, tuan Kevin sangat ramah, baik dan selalu ceria..." Ujar Bi Mina. "Namun karena suatu kejadian Tuan Kevin berubah, ia menjadi sangat dingin, dan menjadi sering marah-marah" lanjutnya lagi dengan nada senduh.


"Kejadian apa bi?" Tanya Shabilla

__ADS_1


"saat Nyonya besar masih hidup, Tuan muda tidak seperti itu, tapi semenjak Nyonya Besar meninggal Tuan muda berubah menjadi pemurung" Ucapnya. " Hingga sampe suatu waktu Tuan Gunawan papanya Tuan muda Kevin memutuskan untuk menikah lagi, Tuan muda Kevin tidak setuju jika Papanya menikah lagi, tapi Tuan besar masih tetap bersikuku untuk menikah lagi, sejak saat itu Tuan muda tidak pernah menemui Papanya lagi dan memilih tinggal sendiri dirumah ini Non.." ujarnya panjang lebar.


"Meskipun Tuan Besar selalu berusaha untuk menemuijya Tuan Kevin selalu menghindar dari papanya..."


"Bi kalo aku boleh tau, apa Tuan Kevin pernah mempunyai kekasih?"


"Tidak Non, tuan Kevin tidak menyukai wanita kecuali ibunya..." Sahut Bi Mina.


"dulu kata nyonya, tuan Kevin punya temen Perempuan namanya siapa ya lupa Bibi, kalo nggak salah namanya tuh Shasa, soalnya dulu Tuan muda Sering cerita sama Bibi tentang dia, Tuan Kevin Deket banget sama anak itu tuan sering menemui anak itu disaat anak itu sedang berjualan koran di pinggir jalan dan mengajaknya bermain walaupun hanya sebentar, tapi setahun kemudian anak itu menghilang , saat itu Tuan muda sangat sedih bahkan tuan sampai mogok makan, Nyonya besar menyuruh seseorang untuk mencari Anak itu tapi tidak ada tanda tanda anak itu" Ujarnya. "Mungkin sampai saat ini Tuan masih mencari gadis itu.." Lirihnya.


"Apa bibi tau wajah anak itu seperti apa?" tanya Shabilla


"makasih ya Bi udah mau cerita in ini semua sama Shabilla."


"Iya Non, Non Bibi minta tolong ya sama Non..."


"Minta tolong apa Bi? kalo Shabil bisa bantu pasti Shabil bantu...." ucapnya.


"Jangan pernah tinggalin Tuan ya Non!" ujarnya penuh harap.

__ADS_1


"Maksud Bibi?" ucap Shabilla linglung.


"Jangan tinggalin Tuan, walaupun Tuan memperlakukan Non Shabil dengan kasar, pasti lama-lama tuan bakal berubah..."


"Bi....Aku disini cuma kerja buat ganti semua uang Tuan karena udah ngebebas-in aku dari Rumah Malam itu, lagi pula aku juga bingung Bi, gimana caranya aku ngumpulin uang sebanyak 1 Miliar dalam waktu dekat, bahkan jika aku bekerja disini seumur hidup masih tidak akan terkumpul uang sebanyak itu" Lirihnya tak terasa air matanya sudah menetes di kedua pipinya


"sabar ya Non...." ucap Bi Mina sambil memeluk tubuh Shabilla dengan lembut.


halo Readers sayang, apa kabar? baik kan? sehat kan? Alhamdulillah kalo sehat hehe:v


selamat membaca cerita dari Author yang sedang berbahagia ini hahaha


jangan lupa makan, minum, istirahat dan lain sebagainya okey:)


cuap cuap muach buat Readers dari Author ❤️❤️


tinggal kan jejak ya😀


Jan lupa Kasih Like nya, author berterima kasih sekali jika Readers berkenan memberikan like nya:)

__ADS_1


__ADS_2