
"Hanya ini yang bisa aku berikan Tuan"
Cheonsa terduduk di lantai yang dingin itu , saat ayah nya mendorong tubuh mungil nya .
"Bukankah dia putri mu ??"
Cheonsa tak punya tenaga lagi untuk mendongak , bahkan ia pun sudah tidak bisa mendengar dengan jelas . pusing luar biasa sudah mendera kepala Cheonsa . ia yakin ini akibat dari benturan yang di dapat nya dari pria yang barusan mendorong nya ke lantai -- Ayah nya .
Masih pantaskah ia menyebutnya Ayah ? saat Ayah nya sendiri ingin menukar anak nya dengan bantuan untuk menyelamatkan perusahaan nya ?!
"Ya .. dia putri sulung ku Tuan .. aku memberikan nya pada anda .. sudah saat nya ia membalas budi pada orangtua nya"
Cheonsa berusaha sekuat tenaga mengangkat kepala nya untuk melihat sang ayah . ia tidak menyangka , ayah nya akan berubah secepat ini .
Dulu .. saat ibu Cheonsa masih hidup , ayah nya selalu memperlakukan nya bak putri raja . namun .. sejak ibunya meninggal 2 tahun silam dan ayah nya memutuskan untuk menikah lagi ... di situlah neraka di hidup Cheonsa mulai datang.
Ayah nya hanya mencintai istri barunya dan juga saudari tirinya . Cheonsa tak pernah lagi di anggap . di rumah pun Cheonsa hanya di jadikan layak nya pembantu .
Beberapa hari yang lalu Cheonsa mendengar bahwa perusahaan ayah nya mengalami kebangkrutan . orang yang paling di percaya ayah nya menggelapkan dana perusahaan dan akibatnya perusahaan mengalami kerugian dan terlilit banyak hutang . sang Ayah sangat frustasi dan sering mabuk-mabukan . lalu .. entah apa yang terjadi . pagi tadi sang ayah dengan paksa menarik nya dan membawa nya ke Club ini . Cheonsa sempat berontak karna ia yakin ayah nya punya niat buruk terhadap nya . alhasil , ayah nya marah dan membenturkan kepala nya ke dinding Club .
"Kau yakin akan menukar anak mu dengan bantuan dari kami ??"
suara tegas namun dingin itu memenuhi rungu Cheonsa . ia pun mengalihkan pandangan pada sosok pria di hadapan nya yang duduk dengan tenang .
raut wajah pria itu datar , nyaris tanpa ekspresi . Cheonsa sedikit bergidig di buat nya .
"Tuan ... aku lebih membutuhkan bantuan kalian daripada gadis ini !! oh ya .. katakan pada tuan mu bahwa anak ku ini masih perawan .. aku yakin dia bisa membuat tuan mu senang . hahaha"
Tawa sang ayah semakin menyayat hati Cheonsa . ia benar-benar sudah tidak bisa melihat sosok ayah nya saat ini . baginya yang saat ini berdiri di sebelah nya ini adalah jelmaan iblis ..
"Baiklah ... kau boleh menandatangani ini sekarang"
sebuah map biru di angsurkan oleh pria berjas hitam itu pada ayah Cheonsa . isinya adalah surat perjanjian antara ayah Cheonsa dengan Bos mereka yang Cheonsa sendiri tak tau siapa .
setelah menandatangani map itu , wajah ayah Cheonsa terlihat sangat senang . ia bahkan tak memikirkan bagaimana nasib putri satu-satu nya ini kelak .
Cheonsa sendiri hanya bisa menangis sebab melawan pun ia pasti tak kan bisa .
"Trimakasih banyak Tuan ... sampaikan salam ku pada Tuan mu . dan sekarang .. putri ku ini menjadi milik kalian .."
Pria berjas hitam itu hanya mengangguk samar .. mata sayu Cheonsa yang sudah buram karna air mata hanya bisa mengikuti pergerakan sang ayah yang mulai berjalan keluar ruangan.
"A-ayah ..."
Dengan sisa tenaga Cheonsa mencoba mengatakan hal terakhir pada ayah nya . langkah ayah nya pun terhenti tepat di ambang pintu .
"Semoga kau menikmati semua ini .. maaf .. hanya ini yang bisa ku lakukan untuk membalas budi pada mu ... mulai sekarang ... aku bukan lagi putri mu .."
entah mengapa , mendengar ucapan Cheonsa yang sedikit gemetar membuat hati sang ayah mendadak ngilu . ia tau yang ia lakukan ini adalah dosa besar . tapi .. semua demi perusahaan nya , demi kelangsungan hidup nya . jadi kehilangan seorang putri baginya tidak masalah . toh ia masih punya putri tiri dan istri yang begitu mencintai nya .
"Ya .. Trimakasih atas balas budimu Cheonsa .."
setelah mengatakan itu , sang ayah pun hilang di balik pintu dan benar-benar meninggalkan Cheonsa .
Selanjutnya .. kepala Cheonsa semakin memberat . rasa pusing terus menekan Kepalanya , seiring lelehan air mata yang kembali menetes . dan detik berikutnya , semua terlihat buram ... dan ... gelap .
******
Cheonsa , perlahan mencoba membuka matanya dan menyesuaikan nya dengan cahaya di sekitar ruangan bernuansa Cream itu .
"Akhirnya ... kau bangun juga ..."
Cheonsa mendapati seorang wanita yang mungkin usianya tidak jauh beda dengan nya , berdiri angkuh di samping tempat nya berbaring saat ini .
"A-aku ... di mana ??" Tnya Cheonsa dengan suara parau
"Kau ada di Mansion Tuan Muda Kim .."
"T-tuan muda kim ??" beo Cheonsa merasa asing dengan nama yang barusan ia dengar
"Iya ... aku dengar kau sudah di jual pada Tuan .. itu sebab nya kau disini sekarang .. ini kamar khusus Maid . dan kau sudah semalaman tidak sadarkan diri .."
mau tak mau memori Cheonsa kembali berputar pada kejadian 2 hari yang lalu , saat ayah nya menukar dirinya dengan bantuan untuk perusahaan nya . ia sempat berharap semua ini hanya mimpi . namun ia harus menerima bahwa semua ini adalah kenyataan ..
"Sudah jangan melamun terus .. sekarang cepat makan lalu bersihkan dirimu . ini pakaian khusus maid yang sudah di siapkan untuk mu . bergegaslah karna Tuan Muda Kim sudah menunggu mu !!" ucap wanita itu ketus sebelum meninggalkan Cheonsa di ruangan itu sendiri .
Perlahan Cheonsa menyentuh pakaian yang di dominasi dengan warna hitam putih itu , kemudian pandangan nya beralih pada nampan yang berisi makanan .
Ini mungkin sudah takdir Cheonsa . mau tidak mau ia harus tetap menjalani hidup nya . ia tidak boleh mati di sini . ia harus membuktikan pada sang ayah bahwa keputusan nya membuang Cheonsa itu adalah sebuah kesalahan besar !!!
__ADS_1
ia harus bertahan , siapa tau , suatu hari ia bisa terbebas dari semua ini .
Cheonsa , mulai meraih nampan dan memakan masakan yang tersaji di atas nya . setelah selesai , ia pun bergegas mandi dan memakai pakaian yang sudah di sediakan itu .
Tok tok tok
suara pintu di ketuk kembali membuyarkan lamunan Cheonsa
"Apa kau sudah siap ?? Tuan Han memintamu untuk segera menemui nya .."
wanita berwajah tak bersahabat itu kembali lagi dan bertanya pada Cheonsa .
"Ya .. aku sudah selesai"
"Cepatlah !! ikuti aku !!"
Cheonsa mengikuti langkah gadis di depan nya . setiap kali melewati ruangan ruangan di mansion itu , tak habis-habis nya Cheonsa berdecak kagum dalam hati.
akhirnya , langkah gadis itu berhenti tepat di depan sebuah ruangan yang memiliki pintu ber ukuran besar dengan ukiran rumit yang terpahat di sana . di sisi kiri kanan pintu itu di jaga oleh 2 orang pria bertubuh kekar yang berdiri tegap bak manekin .
"Masuklah .. aku hanya mengantar mu sampai di depan pintu"
"Ba-baik ... Trimakasih" Cheonsa membungkuk sekilas .
setelah wanita itu pergi , Cheonsa dengan hati- hati memutar knop pintu dan masuk ke dalam nya .
PRANG !!!
Cheonsa terjengit kaget saat sebuah Vas melayang tepat ke arah nya . untung saja ia memiliki refleks yang bagus sehingga bisa selamat dari Vas melayang itu ..
Cheonsa menatap ke sekeliling ruangan .. terdapat beberapa lagi bodyguard bertubuh kekar di sana . sepertinya , pemilik rumah ini benar2 orang penting yang harus di jaga sana sini .
dari sela2 pria bertubuh kekar itu , Cheonsa melihat ada seorang pria yang duduk di atas kursi roda dan di hadapan nya berdiri seorang wanita berseragam seperti dirinya tengah menunduk dengan tubuh gemetar .
"Dasar Bodoh !! pergi kau dari sini !!" Bentak pria di atas kursi roda itu pada maid di depan nya . tanpa pikir panjang maid itu pun bergegas pergi dari sana.
saat melewati Cheonsa , wanita itu sempat menoleh sekilas dan Cheonsa bisa melihat dengan jelas wajah sembab wanita itu .
"Mau sampai berapa lama kau berdiri di sana ? hah ??"
lagi lagi Cheonsa berjengit kaget . suara menggelegar itu benar benar bisa menuli kan pendengaran nya . ia heran bagaimana orang orang dalam ruangan ini bisa menahan nya dan tetap berdiri tegap ?!
"Tentu saja !! apa kau fikir aku berbicara pada tembok ?!!!"
"Ma-maaf ..."
"Haissss ... sepertinya kau sama bodoh nya dengan pelayan pelayan lain. Han .. kau saja yang berbicara pada nya .. aku sudah lelah !! pastikan ia mengerti tugas nya !!"
"Baik Tuan ...."
pria berkursi roda itu pun di dorong masuk oleh salah satu pria bertubuh kekar ke dalam sebuah ruangan lagi . ternyata , di dalam ruangan ini terdapat ruangan lain yang merupakan bilik kamar si pria di atas kursi roda .
Cheonsa sendiri meyakini bahwa pria itu pasti Tuan Muda Kim yang di bicarakan oleh maid yang menjemputnya tadi .
setelah pintu di tutup , pria yang berdiri tepat di samping Tuan Muda tadi , memanggil Cheonsa .
"Kemari lah nona Ahn. ."
Cheonsa pun mendekat ke arah pria itu , ia baru menyadari sesuatu. pria ini lah yang tempo hari ia dan ayah nya temui di Club .
"Duduk lah !!" titah pria berjas formal itu dingin . sementara Cheonsa , ia hanya menuruti nya saja karna takut akan membuat kesalahan .
"Nona Ahn .. sebagaimana yang kau ketahui sendiri , ayah mu sudah memberikan mu pada Tuan Muda kami sebagai imbalan atas bantuan yang kami berikan pada perusahaan nya"
Cheonsa menunduk dalam . entah mengapa ucapan dari pria di harapan nya ini begitu menyayat hatinya . dirinya bukan sebuah benda yang bisa di jadikan alat pertukaran . tapi ayah nya sudah dengan begitu kejam membuang nya dan menukar nya dengan bantuan untuk perusahaan nya .
sekuat tenaga Cheonsa mencoba menahan air mata yang sudah mengumpul di pelupuk matanya . Pria itu pun kembali melanjutkan ucapan nya ..
"Mulai hari ini .. tugas mu adalah untuk melayani Tuan Muda Kim "
sontak Cheonsa mendongak mendengar kata 'Melayani' yang di ucapkan pria di hadapan nya . seolah mengerti maksud dari fikiran Cheonsa , pria itu pun kembali berujar ..
"Jangan berfikir seperti apa yang ada di fikiran mu saat ini !!"
"Maksud 'Melayani' di sini bukan melayani Tuan di atas ranjang . tapi kau harus melayani semua kebutuhan nya . kau sudah melihat sendiri bukan jika Tuan Muda Kim duduk di atas kursi roda ? dia Lumpuh , tidak bisa berjalan , maka harus ada yang merawat dan membantunya dalam berbagai hal"
Cheonsa kontan menghela nafas lega . lega sekaligus malu karna otak nya terlalu berfikir yang tidak tidak .
"Jadi .. saya ini di jadikan pelayan untuk Tuan Muda ??" Cheonsa mulai bersuara
__ADS_1
"Ya .. dan kau harus mempelajari ini semua sebelum Tuan Muda bangun .." Pri itu meletak kan selembar kertas di hadapan Cheonsa .
"itu adalah daftar tentang apa apa saja yang di sukai dan tidak di sukai oleh Tuan Muda. Kau harus mengingat nya dan jangan sampai lupa . Tuan Muda sangat sensitif sehingga satu kesalahan kecil saja bisa membuat mu .. 'TAMAT' ... kau tentu sudah melihat pelayan barusan kan .. "
Cheonsa menelan ludah bak menelah sebongkah batu . Sepertinya Tuan Muda Kim adalah tipe orang yang kasar dan tidak ber perikemanusiaan.
"Jangan buang waktumu .. cepat hafal semua itu , dan 30 menit lagi masuk lah ke dalam kamar Tuan Muda dan mulailah tugas mu .."
"A-apa ?? 30 menit ??"
"Ya !!" pria itu kemudian berdiri dan sedikit merapihkan dasi nya . sebelum akhirnya berjalan menuju pintu keluar dan meninggal kan Cheonsa seorang diri
"Tunggu !! Tuan .. siapa nama anda ?? agar saya tidak kesulitan mencari anda jika butuh bantuan"
"Saya Han , sekertaris Tuan Muda .."
"Baiklah .. Tuan Han .. Trimakasih .."
Han hanya mengangguk samar dan berlalu hilang di balik pintu .
"sekertaris nya saja sedingin itu .. bagaimana Tuan Muda nya ?? astagaaaa 30 menit menghafal semua ini .. aku bisa gila !!"
Cheonsa mulai membaca kata tiap kata yang tertulis di atas kertas putih itu . ia membaca nya berulang kali sembari mengingat nya . tidak boleh ada yang terlewat dan jangan sampai terlupa .
waktu berjalan sangat cepat . kini sudah 30 menit sejak kepergian Tuan Han . Cheosa menarik nafas sebelum akhirnya mengetuk pintu dengan perlahan .
Tok Tok Tok
"Permisi Tuan Muda , saya Ahn Cheonsa , pelayan Tuan ..."
"MASUKLAH !!"
Cheonsa pun segera masuk ke dalam Bilik Tuan Muda itu . ia mendapati pria itu sudah duduk di atas kursi roda nya menghadap tepat ke arah pintu seolah memang sudah menunggu kedatangan Cheonsa .
"Kau putri Ahn Hansu itu ??" tnya pria itu tanpa basa basi
"benar Tuan Muda .. nama saya Ahn Cheonsa . tapi saat ini saya bukan lagi Ahn Cheonsa . panggil saja saya Cheonsa . saya sudah menghapus marga dari ayah saya"
"kenapa begitu ?"
"sejak ia menukar saya dengan bantuan dari Tuan Muda ... sejak saat itu pula saya berkata padanya bahwa saya bukan lagi Putri nya ."
"Terserah apapun alasan mu !! sekarang cepat siap kan air mandi untuk ku .. aku mau mandi"
"Ba-baik Tuan Muda .."
Cheonsa pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang amat sangat mewah itu . Cheonsa mengagumi sesaat kamar mandi itu sebelum menjalan kan tugas nya .
mengisi air hangat ke dalam bathub , memilih salah satu sabun aroma teraphy yang berjajar rapi di etalase dengan berbagai merek mahal dan aroma yang berbeda . tidak di jelaskan wangi apa yang di sukai tuan muda . jadi Cheonsa memutuskan untuk memilih Aroma yang ia sukai ..
setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi dan mempersilahkan Tuan Muda nya untuk Mandi .
"Tuan .. air nya sudah siap .." ucap Cheonsa yang berdiri tepat di sebelah Tuan Muda nya . Aneh nya sang Tuan Muda hanya diam dan tak merespon apapun. Cheonsa mulai gusar apa mungkin ia melakukan kesalahan ??
"T-tuan .. air nya sudah _"
"Apa kau Buta ?? aku ini Lumpuh !! jadi kau harus membantu ku dalam berbagai hal termasuk membuka pakaian ku !!" ucapan tajam itu sukses membuat Cheonsa terkejut sekaligus bimbang ..
"APA ?? MEMBUKA BAJU TUAN ??
...B...
...E...
...R...
...S...
...A...
...M...
...B...
...U...
...N...
...G...
__ADS_1