Pelayan Tuan Muda Lumpuh

Pelayan Tuan Muda Lumpuh
BAB 1


__ADS_3

seperti biasa , Anna pagi² sudah bersiap - siap untuk ikut dengan bibi nya bekerja . setelah selesai mencuci piring yang tadi di pakai Untuk sarapan mereka . Anna mengambil Tas nya kemudian menyusul bibi nya yang sudah menunggunya di depan rumah


"sudah selesai ?" Tanya bibi Hwan pada Anna ketika mendapati gadis itu keluar dari rumah sederhana mereka


"Sudah bi .. ayo kita berangkat"


Matahari masih belum menampak kan diri . langit pun masih terlihat gelap sebab fajar belum datang .


mereka berdiri di Halte Bus untuk menunggu Bus yang akan mereka tumpangi datang .


"Anna .." sembari menunggu , bibi Hwan membuka pembicaraan mereka .


"Ya Bi .." Anna menoleh pada sang bibi yang ada di sebelah nya


"Apa kau tidak malu jika harus membantu bibi seperti ini ?" tanya Bibi Hwan dengan pandangan lurus kedepan .


Terkadang ... wanita paruh baya itu merasa bersalah pada kakak nya yaitu ibu Anna , karna tak bisa memberikan kehidupan layak untuk Anna . Namun terkadang ia bersyukur karna bisa membesarkan dan menyekolahkan Anna hingga ke bangku Universitas


"Bibi ... apa yang bibi katakan ?! aku tidak pernah malu dengan pekerjaan bibi ini .. justru aku malu pada diriku sendiri yang masih merepotkan bibi di usia ku sekarang ..." Anna menggenggam lembut tangan sang bibi


"kau sama sekali tidak merepotkan bibi . sejak kepergian orang tua mu , tanggung jawab untuk membesarkan dan membiayai mu memang sudah sepantas nya ada di tangan bibi . aku dan ibu mu hanya 2 bersaudara .. itu artinya kerabat ibumu hanya aku.." bibi Hwan balas menggenggam tangan Anna sembari menatap sendu keponakan semata wayang nya itu


"iya bi .. aku tau .. bibi tenang saja ya .. nanti saat aku lulus dari Universitas , aku akan bekerja di perusahaan besar dan gaji ku pasti cukup untuk membiayai hidup kita berdua , maka bibi tidak perlu lagi mencuci di rumah besar itu .. Anna berjanji bi .."


Bibi Hwan nampak tersenyum hangat . keceriaan Anna selalu bisa menguatkan wanita paruh baya itu .


"Baiklah ... bibi akan bersabar ..." mereka pun akhirnya tertawa bersama .


selang beberapa saat , bus yang mereka tunggu² pun datang . setelah bus berhenti , kedua nya pun langsung naik ke atas bus tersebut


15 menit perjalanan ...


mereka akhirnya tiba di Mansion milik Seokjin . seperti biasa keduanya masuk melalui pintu belakang . setelah meletak kan tas mereka , Anna dan bibi nya pun bergegas ke ruang cuci dan segera memisah - misahkan pakaian untuk di cuci .


"Bibi Hwan .." seseorang memanggil bibi Hwan ketika kedua nya tengah sibuk memilah pakaian .


"eoh . nee nona Ji eun .." ternyata itu adalah Ji eun , asisten Nyonya Choi . ia sempat menatap Anna sekilas dan tersenyum pada nya . Anna pun membalas nya .


"Bibi Hwan .. Tolong jangan lupa ambil pakaian tuan muda di kamar nya ya .." ucap Ji eun


"oh .. baik nona Ji .. akan saya ambil .." ucap bibi Hwan


setelah memberikan pesan pada bibi Hwan , Ji eun pun berlalu dari hadapan mereka .


"Anna .. tolong kau ambil pakaian Tuan Muda di kamar nya ya .. Bibi akan mencuci yang ini dulu" bibi Hwan menunjuk kan pakaian yang ada di tangan nya .


"Bi .. tapi aku tidak tau di mana kamar Tuan Muda itu .."


"Naik saja ke lift dan tekan tombol 3 , kamar nya ada di lantai paling atas .. kamar di sana hanya ada 1 , kau pasti menemukan nya "


"Tapi bi__"


"sudah cepat jangan banyak tapi².." ujar bibi Hwan sembari meletak kan pakaian² di tangan nya ke dalam mesin pencuci .


Anna menghela nafas sesaat sebelum meng iya kan arahan bibi nya . jujur saja , entah mengapa tiba² ia merasa gugup . padahal ia belum pernah tau Tuan Muda nya itu seperti apa . tapi firasat nya merasa tak enak .


"Baiklah bi ..." ujar Anna


"ingat Anna .. kau harus sopan . jangan buat keributan" pesan bibi Hwan


"iya iya bi .."


Anna pun bergegas memasuki Rumah besar itu dan mencari letak Lift Berada .


"Di mana Lift nya ?" batin Anna sembari matanya sibuk mencari keberadaan Lift Rumah besar ini .

__ADS_1


"Aahh .. ternyata di sana .." Anna lega setelah menemukan pintu berwarna silver .


Anna menekan tombol yang berada di sebelah pintu Lift . Lift terbuka dan Anna segera masuk ke dalam nya , ia kemudian menekan tombol angka 3 .


Perlahan Lift bergerak naik kemudian berhenti tepat di lantai 3 . pintu lift terbuka , Anna segera keluar dari benda kotak itu dan langsung mencari kamar Tuan Muda .


Anna sempat tercengang sesaat melihat Ruangan di lantai 3 itu . Ruangan nya lebih Luas dan seperti hotel pribadi . banyak lukisan² Abstrak yang Anna tak paham akan bentuk nya tergantung di beberapa sudut dinding . ada juga kolam renang yang terlihat dari jendela besar di sebelah kiri ruangan .


Untung saja benar yang di katakan sang bibi . di lantai ini hanya ada 1 kamar , jadi saat Anna melihat sebuah ruangan yang pintunya tertutup , Anna yakin pasti itulah kamar sang Tuan Muda


Anna mendekati pintu besar berwarna coklat gelap itu kemudian mengetuk perlahan .


Tok Tok Tok


"Permisi .. Tuan Muda .. saya ingin mengambil pakaian kotor .." Tidak ada jawaban . Anna pun kembali mengetuk


Tok Tok Tok


"maaf Tuan Muda .. apa saya boleh masuk ??" lagi² tak ada jawaban . Anna mencoba mengetuk untuk yang ketiga kali nya namun tetap tak ada jawaban .


"Apa Tuan Muda masih tidur ?" batin Anna


Anna pun memberanikan diri memutar pegangan pada pintu dan ternyata pintu itu tidak di kunci


"oh .. tidak terkunci .. ceroboh sekali Tuan Muda ini .." gumam² Anna


"Apa aku masuk saja ? tapi jika Tuan Muda itu marah bagaimana?" tak henti² nya Anna berdebat dengan batin nya sendiri .


"TOLONG ... TOLONG ... TOLONG ..."


Anna tersentak saat mendengar suara teriakan minta tolong .


"Seperti ada yang minta tolong !!" batin Anna . ia memutar pandangan nya ke sekeliling mencari dari mana sumber suara itu ber asal .


"Tolongggg ... tolong aku .." Anna membelalak karna benar ternyata asal suara itu dari dalam kamar di depan nya .


"Tuan Muda ..." tanpa fikri panjang ia pun membuka pintu kamar dan berlari masuk ke dalam nya .


Anna bergegas mencari asal suara dan ia Menemukan seorang pemuda yang masih berbaring di atas ranjang dengan mata tertutup dan peluh yang membasahi dahi nya .


"Tolong ... tolong aku ..." teriak pemuda yang ternyata adalah Tuan Muda Anna , Kim Seokjin .


Pria itu masih tidur namun tubuh nya bergerak gelisah dan mulut nya terus menerus mengatakan 'TOLONG'


"Apa dia mimpi buruk ??" gumam Anna .


"Aku harus bagaimana ? apa aku bangunkan saja ?!" £ dengan mengumpulkan segenap keberanian nya , Anna pun mendekati Seokjin dan mencoba membangun kan nya


"Tuan Muda .. sadar lah .. anda harus bangun" Anna mencoba membangunkan Seokjin dengan memanggil manggil pria itu dengan nada sesopan mungkin dan tanpa menyentuh Seokjin .


Namun .. agak nya usaha Anna sia² karna kenyataan nya Seokjin tidak terbangun sama sekali . pria itu justru semakin gusar di dalam tidur nya dengan tubuh yang bergerak kesana kemari dan nafas tersengal seperti habis lari marathon ber puluh² meter jauh nya


"APPA .. EOMMA ..." Teriak Seokjin lagi .


Anna yang sudah kepalang kehabisan akal pun mau tak mau mendekat dan mencoba memegang kedua bahu Seokjin dan kembali membangunkan nya


"Tuan Muda .. bangun .. sadarlah .. anda bermimpi ..." Anna terus memegang bahu Seokjin agar pria itu tenang dan bisa terbangun dari tidur nya .


kali ini usaha Anna tampak nya membuahkan hasil , karna selang beberapa saat Seokjin pun membuka kedua mata nya .


"Anda hanya bermimpi Tuan Muda .." ucap Anna tanpa sadar menatap manik kecoklatan milik Seokjin yang saat ini juga Tengah menatap Manik Hitam milik Anna .


sesaat kedua manik itu saling terkunci . waktu di sekitar mereka pun seolah berhenti . detak jantung Anna kini sudah tak ber aturan . ia begitu takjub menatap wajah tampan di hadapan nya . meskipun pria itu baru saja bangun dari tidur nya , namun ketampanan nya tetap saja terpancar .


Di tambah lagi dengan keringat yang merembes dari dahi , hidung srta leher jenjang milik pria itu membuat nya terlihat Sexy dan juga menggairahkan .

__ADS_1


ASTAGA !!


Anna tersentak .. buru² ia bangkit dari ranjang Tuan Muda nya saat fikiran kotor mulai merasuki otak nya . Anna langsung tertunduk dan tak berani lagi menatap manik kecoklatan itu .


"ma-maafkan saya Tuan Muda . saya tidak bermaksud lancang" ucap Anna dengan sedikit gemetar . tatapan tajam Seokjin seolah menguliti tubuh nya .


"siapa kau ?? dan kenapa lancang masuk ke kamar ku ??!" tanya Seokjin dengan nada dingin .


"maaf kan saya Tuan Muda . saya tadinya hanya sudah mengetuk pintu dan meminta izin untuk bisa masuk . tapi karna tidak ada jawaban saya_"


"Lalu kau masuk dengan semau mu ??" potong Seokjin sebelum Anna menyelesaikan penjelasan nya"


"Bukan begitu !! saya sempat berniat untuk pergi dan tak jadi masuk , tapi saya mendengar anda teriak meminta tolong . karna takut sesuatu sedang terjadi pada anda , saya pun nekat masuk dan melihat anda sedang mengigau"


Seokjin menurunkan pandangan nya begitu mendengar penjelasan Anna . ia kemudian mengusap wajah nya dan menghela nafas .


Mimpi buruk ...


ia pasti bermimpi buruk lagi lalu mengigau . mimpi itu memang selalu datang setiap kali Seokjin terlelap dalam tidur nya . selama ini -- tidak -- lebih tepat nya sejak tragedi itu .. Seokjin memang tak pernah bisa nyenyak dalam tidur nya . ia bahkan pernah tak bisa tidur hingga berhari-hari akibat rasa takut akan mimpi yang kerap datang dalam tidur nya itu .


"Mau apa kau masuk ke dalam kamar pribadi ku ??" tanya Seokjin pada Anna yang masih terlihat pucat pasi


"sa-saya ingin mengambil baju kotor Tuan Muda .." jawab Anna masih dengan gemetar .


"rupanya kau Maid di rumah ini ?!"


"Nee ?? a-ahh Nee .. saya Maid di rumah ini Tuan Muda ..." Anna terpaksa sedikit berbohong . ia bukan Maid yang di gaji seperti Maid lain nya . ia hanya membantu pekerjaan bibi nya di sini .


"Kalau begitu .. siap kan air hangat untuk aku mandi terlebih dahulu ..."


"NEE ??" Anna sontak terkejut saat Seokjin menyuruh nya untuk menyiap kan air mandi nya .


"Wae ? apa kau keberatan ??"


"A-ahh .. Ti-tidak ... tidak Tuan Muda . emm baiklah .. akan segera saya siap kan .." dari pada harus menolak dan membuat keributan lagi , Anna memilih untuk menurut saja dan segera masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamar pribadi Seokjin kemudian segera menyiapkan air mandi untuk Tuan Muda nya itu .


Anna meletak kan telunjuk nya di depan dagu saat melihat berbagai aroma teraphy berjejer di rak khusus dalam kamar mandi itu .


"ck ck ck ... orang kaya benar² beda .. mereka benar² tau bagaiamana caranya menghabiskan uang .." Anna menggumam sembari menggeleng takjub


"Lalu ... Aroma mana yang di sukai Tuan Muda ??" kembali Anna berfikir sembari bertanya pada diri nya sendiri ..


"Akhhh Molla .. ku ambl saja aroma yang ku sukai" setelah mencium beberapa Aroma terpahy , pilihan Anna jatuh pada Aroma Lavender .


"hmmm ini lebih segar aroma nya . baiklah .. kita pakai saja yang ini" Anna menuangkan beberapa tetes aroma lavender ke dalam Bathub yang sudah ia isi air hangat sebelum nya . setelah suhu nya sudah di kira pas , Anna pun bergegas keluar dari kamar mandi .


"Air nya sudah siap Tuan Muda .. sekarang anda bisa langsung mandi" ucap Anna pada Seokjin dengan wajah yang masih tertunduk


Tidak ada jawaban dari Seokjin . pria itu hanya melakukan kursi rodanya menuju kamar mandi dan melewati Anna begitu saja .


"oh ya .. siapa nama mu ??" tanya Seokjin sesaat dirinya sudah berada di ambang pintu kamar mandi nya .


Anna menggigit bibir mendengar pertanyaan itu


"sa-saya Anna Tuan Muda , Kim Anna .."


"Kim Anna " gumam Seokjin pelan


"siap kan pakaian ku lalu kau boleh pergi dari sini !!"


"NEE ??"


BRAKKK


Belum sempat Anna melayangkan protes , pintu kamar mandi sudah lebih dulu di tutup oleh Seokjin .

__ADS_1


__ADS_2