
Disclaimer : Karya ini hanya fiktif belaka .. semua entitas yang muncul murni dari pemikiran Author . Author hanya meminjam beberapa tokoh dari member BTS 🙏🏻🙏🏻😊
**********************************************
Langit di kota busan saat ini tengah di kuasai oleh awan mendung . matahari yang biasanya bersinar garang seperti enggan untuk menampakkan wujudnya dan memilih bersemayam di peraduan nya .
Angin berhembus sedikit kencang dan menyebab kan pepohonan di sekitar melambai lambaikan ranting nya .
Selang beberapa saat , Rintik hujan mulai turun dari langit hitam itu . Hujan mengguyur kota Busan dan membasahi setiap apapun yang di timpanya . baik itu pepohonan , kendaraan bahkan bangunan-bangunan yang nampak berdiri kokoh juga tak mampu melindungi dirinya dari serangan Hujan .
Di satu sudut di kota Busan itu , tepatnya di sebuah pemakaman , seorang gadis nampak duduk terpekur dengan linangan air mata menatap pusara di hadapan nya .
Gadis manis bersurai panjang itu bernama Kim Harri . dan di hadapan nya saat ini adalah pusara di mana sang bibi yang sudah merawat nya sejak orang tuanya meninggal , bersemayam di sana .
Baru 1 jam yang lalu , prosesi pemakaman sang bibi selesai . semua orang sudah meninggalkan pemakaman itu tanpa ada seorang pun yang memperdulikan kesedihan Harri , termasuk sang paman , suami dari bibi tercintanya . Lelaki itu memang tak pernah menyukai Harri . jadi dia sudah terbiasa di abaikan begitu .
Harri merengkuh batu nisan bertulis kan nama sang bibi seolah ia tengah memeluk bibi nya .
Air mata mengalir deras dari pipi putih Harri .. langit seolah ikut bersedih karna hujan turun dengan deras nya .
Harri tidak peduli hujan mengguyur seluruh tubuh nya dan membuat dirinya basah kuyup . yang dia tau hanya ingin terus berada di sisi bibi nya , meski dengan tempat yang berbeda ..
Harri terus menangis , membiarkan air mata nya membaur dengan air hujan . ia ingin menumpahkan segala kesedihan yang sejak kemarin ia tahan .
"Bibi ... mengapa kau begitu cepat meninggalkanku ?? sekarang aku benar-benar sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini ..."
*****
Harri menatap bangunan rumah di depan nya . Hari sudah gelap dan dirinya dengan terpaksa harus kembali ke rumah bibi nya . meskipun ia tau akan sangat sulit menjalani kehidupan kedepan nya mengingat sang paman yang kurang menyukai dirinya .
__ADS_1
sejak bibi nya memutuskan untuk merawat dan membesarkan Harri .. suami nya benar-benar menentang hal itu . entah apa alasan nya , yang jelas paman nya itu memang sudah membenci Harri dan juga ayah ibu nya ketika mereka masih hidup .
"Titipkan Saja anak itu di panti asuhan !! aku tidak setuju jika kau yang harus mengurusnya !!"
"Suamiku ... Harri itu adalah anak dari eonni satu-satu nya yang kumiliki . itu berarti Harri sudah seperti putri ku sendiri ... kami hanya 2 bersaudara , itu artinya keluarga Harri hanya tinggal kita .."
"Tapi aku keberatan jika kita yang harus membesarkan nya !!"
"Suamiku .. coba katakan padaku alasan apa yang membuatmu begitu tidak menginginkan Harri ??"
"Aku hanya tidak suka pada kedua orang tuanya !!"
"Alasan apa kau tidak menyukai eonni ku dan suami nya ?"
"kau tidak perlu tau !!"
"Baiklah !! kalau begitu keputusan ku sudah bulat !! aku tetap akan membesarkan Harri !!"
*****
Harri menghela nafas sebelum melangkah lebih dalam ke dalam rumah itu . langkah nya ia buat sepelan mungkin berharap agar sang paman tidak menyadari kepulangan nya .
tiba di ruang tamu , tiba2 saja wajah Harri berubah pias . bagaimana tidak ? orang yang di hindarinya ternyata sudah duduk di sana .
Harri membungkuk kan badan nya untuk memberi salam pada sang paman yang duduk dengan tatapan kosong . sepertinya , pria paruh baya itu juga sangat sedih kehilangan istri tercintanya .
"Selamat malam paman .."
tak ada jawaban . paman nya hanya diam dan menatap lurus ke depan nya .
__ADS_1
Harri pun memutuskan untuk kembali berjalan menuju kamar nya yang terletak di lantai 2
Namun .. saat kaki nya masih menginjak 1 undakan tangga , suara berat sang paman kembali menghentikan langkah nya .
"Harri .."
terkejut , takut , senang .. 3 perasaan itulah yang di rasakan Harri saat ia mendengar namanya di ucapkan oleh sang paman .
seumur hidup Harri tinggal se atap dengan paman nya ini , sekali pun tak pernah paman nya memanggil nama nya .
sekarang ... di saat paman nya itu memanggil nama nya untuk pertama kali , entah mengapa perasaan Harri justru merasa janggal .
"Ya .. paman .." Harri berbalik dan kembali ke hadapan sang paman yang masih tetap tidak mau menatap nya .
"Mulai besok pergilah dari rumah ini !!"
kata-kata itu di ucapkan dengan datar dan tanpa bentakan sedikitpun . namun .. Harri justru terbelalak di buat nya .
"paman ... apa paman mengusir ku ??"
"bibi mu sudah tiada dan kau tau sendiri aku tidak pernah menyukai mu sejak dulu.."
"tapi paman , aku tidak punya siapapun di sini selain bibi dan paman .. karna sekarang bibi sudah tiada maka hanya tinggal paman saja kerabat ku"
"AKU TIDAK PERDULI !!" Harri terjajar selangkah kebelakang saat paman nya membentak nya . pria itu kini bahkan sudah bangkit dari duduk nya dengan wajah merah menahan amarah.
"Pergi dari sini besok pagi atau aku yang akan mengeluarkan barang-barang mu dengan paksa !!" ucap nya dengan geram
setelah berkata demikian sang paman pergi meninggalkan Harri yang kembali berlinang air mata .
__ADS_1
Awan Hitam masih mengelilingi Harri , tapi badai justru kembali datang .. mau tidak mau , siap tidak siap badai itu tetap harus di lalui Harri ....