Pelayan Tuan Muda Lumpuh

Pelayan Tuan Muda Lumpuh
BAB 2 PERGI DARI RUMAH BIBI


__ADS_3

Harri menggeliat dan perlahan membuka mata nya . semalaman ia menangis hingga saat ia bangun kepala nya terasa sangat pusing dan matanya sangat sembab .


Kata-kata sang paman yang memintanya untuk pergi dari rumah kembali berputar di kepalanya .


jika harus pergi dari rumah ini dia harus ke mana ?? sanak saudara tak ada . apa ia harus menyewa di suatu tempat ? sungguh .. Harri tak menyangka hidup nya akan sepahit ini .


Setelah mencuci muka , Harri keluar dari kamar nya dan berniat akan memasak untuk dirinya dan paman nya . 30 menit berkutat di dapur , beberapa menu makanan yang bisa ia masak pun sudah terhidang di atas meja .


saat tengah menata piring di atas meja , suara pintu terbuka mengalih kan pendengaran Harri . selang beberapa saat , paman nya sudah berdiri di dekat meja makan itu .


"Untuk apa kau memasak semua ini ??"


tanya Pama nya masih dengan nada ketus


"Paman harus sarapan .."


"aku tidak butuh perhatian mu !!"


"Paman .. setelah sarapan dan membereskan rumah aku akan pergi dari sini . paman tidak usah khawatir .. tapi sebelumnya aku mohon makan lah dulu , jangan sampai Paman sakit . bibi pasti tidak suka melihat paman sakit .."

__ADS_1


Paman Harri terdiam . setelah berpikir beberapa saat akhir nya ia pun duduk dan mulai memakan masakan Harri .


Harri tersenyum kecil melihat nya . setidak nya paman nya mau memakan Masakan nya untuk pertama dan mungkin yang ter akhir karna setelah ini , ia harus pergi dari rumah ini .


"Bereskan semua ini dan segera pergi dari sini !!" ucap paman Harri setelah dirinya selesai sarapan .


"Baik paman .." Harri tertunduk dan sekuat tenaga menahan air mata yang sudah berkumpul di pelupuk mata nya .


segera ia memebereskan meja dan mencuci piring serta mangkuk yang telah mereka gunakan untuk sarapan . setelah nya Harri pun bergegas ke kamar nya untuk mengambil koper yang sudah ia isi dengan pakaian dan beberapa barang2 pribadi nya .


Harri menatap sekali lagi kamar yang sudah ia tempati lebih dari 20 tahun itu . air mata tak sanggup lagi ia tahan . ia harus kuat karna ia yakin bibi nya dan juga orang tua nya akan selalu menjaga nya dari atas sana .


keluar dari kamar Harri beralih Menatap Pintu kamar bibi nya . ia rasa , ia tak perlu berpamitan pada paman nya karna sudah pasti sang paman tidak mau melihat nya lagi .


*****


Harri duduk termenung di sebuah Halte . berkali-kali ia menghembuskan nafas nya karna bingung ke mana harus mencari tempat tinggal .


Kini hari sudah beranjak siang .. perut nya juga sudah mulai berbunyi minta di isi kembali . Harri pun memutuskan untuk pergi ke mini market dan membeli Mi instan .

__ADS_1


setelah menyeduh Mi instan nya , Harri pun duduk di tempat yang memang sudah di sediakan oleh mini market tersebut .


saat ia Tengah melamun sembari mengaduk Mi nya . tiba2 saja suara seseorang menyadarkan Harri dari lamunan nya .


"Harri ..."


merasa nama nya di sebut , Harri pun menoleh .


"Eoh .. Sunbae .."


ternyata pria itu adalah kakak kelas Harri saat ia duduk di bangku SMA .


"Sedang apa di sini ??"


pria itu mengambil posisi duduk tepat di sebelah Harri . kebetulan ia juga membeli Mi instan dan sudah menyeduh nya .


"aku ... hanya sedang makan Mi .."


Harri terlihat canggung menjawab pertanyaan Sunbae nya itu . tidak mungkin ia bicara yang sebenar nya kalau dia Sedang melepas lelah karna baru saja di usir oleh paman nya .

__ADS_1


"ah .. begitu .. kalau begitu ayo kita makan sama2"


perut yang tadinya lapar pun mendadak tak berselera .


__ADS_2