Pelayan Tuan Muda Lumpuh

Pelayan Tuan Muda Lumpuh
PROLOG (KIM SEOKJIN)


__ADS_3

Tiga mobil mewah berhenti tepat di ambang pintu utama rumah besar ini . orang² dari 2 mobil sudah turun terlebih dahulu.


salah satu dari mereka menghampiri mobil yang berada di tengah dan membukakan pintu nya .


"Kita sudah tiba Tuan Muda ..." ucap pria yang membuka pintu mobil pada Tuan Muda di dalam mobil itu


Pemuda yang tengah memejamkan mata dengan earphone yang tersumpal di kedua telinganya itu pun perlahan membuka matanya .


ia melepas earphone nya kemudian keluar dari mobil mewah itu dan duduk di atas sebuah Kursi Roda .


Dia adalah KIM SEOKJIN , pria berusia 28 tahun . ia adalah pemilik Mansion mewah tempat bibi Anna bekerja .


Pemuda itu sudah 5 tahun menetap di KANADA dan saat ini harus kembali ke KOREA karna urusan Bisnis dan juga sebuah 'MISI' .


"Selamat Datang Kembali Tuan Muda" Nyonya Choi sedikit membungkuk Dengan diikuti seluruh Maid dan Bodyguard yang berdiri berjajar di ambang pintu menyambut kedatangan Tuan mereka .


Merasa tak ada jawaban , Bibi Choi pun kembali menegakkan tubuh nya . Ia mendapati Seokjin yang menatap Lurus ke depan . fikiran pemuda itu kini menerawang jauh ke masa saat sebelum ia meninggal kan rumah ini .


Rumah ini .. dulunya adalah tempat ternyaman bagi Seokjin , tapi .. semenjak ia harus kehilangan kedua orang tua nya dan berjuang keluar dari keterpurukan hidup nya serta berjuang keras memepertahan kan perusahaan sang Ayah , rumah ini jadi begitu menyesak kan bagi Seokjin .


setiap kembali ke rumah ini , memori Seokjin otomatis terputar pada ingatan tentang kedua orang tua nya dan kenangan - kenangan di dalam nya . baik itu kenangan indah maupun juga kenangan terburuk sekalipun .


"Senang kembali bertemu dengan mu bibi choi .. " jawab Seokjin setelah beberapa menit bergeming


Nyonya Choi tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca . meskipun Tuan Muda nya itu tak menatap nya sama sekali , tapi ia yakin Tuan Muda nya tengah bersedih saat ini .


Seokjin ini , sudah ia anggap seperti putra nya sendiri . wajar jika seperti itu mengingat ia telah menjadi Maid di keluarga Kim sejak usia nya belia .

__ADS_1


ia menjadi saksi hidup bagaimana dulu kedua orang tua Seokjin merintis karir hingga perusahaan mereka sebesar sekarang .


ia juga menjadi saksi hidup bagaimana keras nya perjuangan Seokjin untuk meneruskan perusahaan sang Ayah sejak kedua orang tua nya meninggal dalam sebuah Insiden kecelakaan . saat itu , Seokjin juga berada di mobil ayah nya saat peristiwa naas itu terjadi . namun .. Tuhan begitu baik , Seokjin selamat meskipun ia harus mengalami kelumpuhan pada kaki nya akibat terjepit .


"kami sudah menyiapkan makan malam , apa Tuan Muda ingin membersihkan diri terlebih dulu ??" tanya Bibi Choi sembari mereka berjalan masuk ke dalam Mansion itu .


"Aku ingin langsung istirahat !!" jawab Seokjin dengan nada dingin nya


"Anda pasti sangat lelah Tuan Muda .. baiklah kalau begitu" ujar Nyonya Choi yang mengerti dengan suasana hati Seokjin saat ini


Pria yang mendorong kursi Roda Seokjin lantas segera kembali mendorong kursi roda itu menuju kamar pribadi Seokjin di ikuti oleh Nyonya Choi dan juga Lee Ji eun .


Mansion Seokjin ini terdiri dari 3 lantai . dan kamar Seokjin sendiri berada tepat di lantai ke 3 . mereka menaiki lift khusus untuk tiba di kamar itu .


Tibalah mereka di depan sebuah ruangan yang cukup besar yang merupakan kamar pribadi Seokjin . Ji eun kemudian mengeluarkan sebuah kunci lalu membuka pintu kamar tersebut


"Trimakasih Bibi Choi ..."


"sama-sama Tuan Muda ... sekarang biar Ji eun yang membantu Tuan Muda untuk_"


"Tidak perlu Bi .. aku ingin sendiri .." potong Seokjin sebelum Nyonya Choi meneruskan kalimat nya . hal itu membuat Ji eun yang sebelum nya sudah merasa senang karna akan melayani Tuan Muda nya yang tampan , menjadi kecewa seketika .


"Baik lah Tuan Muda jika itu yang anda ingin kan .. kalau begitu kami mohon undur diri ." Nyonya Choi pun memberi kode pada seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu untuk keluar dan meninggalkan Seokjin seorang diri ..


sepeninggal Nyonya Choi dan yang lain , Seokjin kembali mengamati ruangan yang sudah tidak ia tempati bertahun - tahun lama nya itu .


Ruangan ini memang tidak berubah sedikit pun dari sejak terakhir kali ia meninggalkan nya . semua perabotan masih sama bahkan Cat ruangan nya pun masih tetap sama . Seokjin memang berpesan pada Bibi Choi untuk tidak mengubah apapun yang ada di dalam kamar pribadinya ini .

__ADS_1


Pandangan Seokjin lalu jatuh pada sebuah figura kecil yang terdapat di atas nakas di samping King Size milik nya . Seokjin pun menekan tombol pada kursi roda nya dan kursi roda itu berjalan otomatis ke arah yang Seokjin ingin kan .


Di raih nya figura itu lalu di pandanginya foto dirinya semasa kecil bersama kedua orang tua nya .


Dalam foto itu , dirinya tampak tersenyum lebar . senyum yang seolah lenyap sejak 12 Tahun lalu . tertawa lepas dan merasa bahagia sudah tidak pernah lagi Seokjin lakukan . dirinya seolah tak ada waktu untuk melakukan hal semacam itu . Masa muda nya hanya di isi dengan belajar , belajar dan belajar tentang perusahaan .


Di saat remaja seusia nya tengah sibuk menikmati waktu mereka dengan berkumpul dengan teman-teman nya . tidak bagi Seokjin . di usia itu ia sudah di hadapkan dengan tebalnya buku tentang bisnis dan management .


Seokjin meletak kan figura itu kembali ke tempatnya dan beralih ke arah jendela . ia menekan remote kontrol dan tirai jendela itu otomatis terbuka dan menampilkan langit malam yang tampak begitu indah karna terdapat banyak bintang menghiasi nya .


Seokjin , menikmati pemandangan itu dengan tenang . dalam hati kecil nya , ia begitu merindukan kedua orang tua nya . dalam hati kecil nya terkadang Seokjin ingin segera menyusul kedua orang tua nya .


Namun .. fikiran-fikiran itu terkadang hilang dan berganti dengan semangat hidup yang begitu tinggi . tatkala ia teringat dengan sebuah misi yang harus ia selesaikan . sebuah puzzle yang harus ia susun , dan sebuah teka-teki yang harus ia pecahkan perihal kematian kedua orang tua nya .


Ya !!


Seokjin merasa bahwa kecelakaan yang terjadi pada kedua orang tua nya bukan lah ulah dari takdir . ia merasa janggal dengan insiden itu . meskipun saat itu ia masih belia , namun ia juga ada di dalam mobil yang tengah ayah nya kemudikan itu .


"Ayah , Ibu ... aku harap kalian bisa bersabar sedikit lagi .. aku pasti akan mengungkap kejadian sesungguh nya tentang insiden malam itu . AKU BERJANJI !! Tidak akan melepaskan siapapun yang terlibat dalam kejadian itu"


Seokjin memgepalkan tangan nya hingga buku² tangan nya memutih .



KIM SEOKJIN


28 THN

__ADS_1


__ADS_2