
KIM HARRI ...
gadis manis bersurai sebahu itu baru saja bangun dari mimpi indah nya . Mimpi dimana dirinya bertemu dengan kedua orang tua nya dan berkeluh kesah kepada mereka .
Harri menangis , tertawa dan juga marah ketika menceritakan kehidupan nya pada kedua orang tua yang ia temui dalam mimpi .
kini matahari sudah menampak kan diri meski masih malu-malu . Harri mengikat asal rambut nya dan segera menuju dapur untuk membuat sarapan .
menu hari ini hanya Nasi Goreng Kimchi dan telur mata sapi . stelah selesai memasak dan 2 piring nasi goreng sudah tersaji , Harri melangkah menuju kamar sang adik untuk membangunkan nya .
Tok tok tok
"Gangsan ... apa kau sudah bangun ?"
"Nee Eonni .. aku sudah bangun ... masuklah"
Harri melangkah masuk ke dalam kamar sang adik dan mendapati sang adik sudah duduk di atas kursi roda nya .
"Apa kau sudah mencuci wajah mu??"
"Tentu saja eonni .."
"Baik lah .. kalau begitu mari kita sarapan"
Harri mendorong kursi roda sang adik dan membawa nya ke meja makan . mereka makan dengan khidmat dan penuh syukur karna hari ini mereka masih bisa menikmati sarapan mereka .
jika menilik kisah mereka sebelum nya , betapa sulit nya kehidupan kakak beradik ini . Harri yang hanya lulusan SMA tentu sulit mendapatkan pekerjaan layak . di tambah dengan biaya perobatan Gangsan kala itu . Harri terpaksa bekerja di beberapa tempat sekaligus agar bisa menghidupi diri mereka .
tapi .. semoga kenangan pahit itu tak akan terulang lagi . Sejak Harri bekerja sebagai pelayan Tuan Muda Kim Seokjin , kehidupan nya pun berubah .. ia tak pernah kesulitan lagi masalah ekonomi karna gaji yang ia dapat dari pekerjaan sebagai pelayan itu sangat tinggi . meskipun terhitung baru 2 bulan ia melakoni pekerjaan nya , Harri sudah bisa menyewa sebuah Flat sederhana yang lebih baik daripada tempat tinggal nya terdahulu .
sarapan pun selesai . Harri melirik jam di tangan nya dan segera bergegas merapikan meja makan nya .
"Gangsan .. eonni berangkat kerja dulu nee ?! kalau ada apa2 segera hubungi eonni .."
"Nee eonni .. hati2 .."
***
Harri sudan tiba di kediaman Tuan Muda nya . ia bergegas mengganti seragam nya dan segera menuju kamar Tuan Muda yang berada di lantai atas .
"Harri .." seorang maid meyapa Harri .. dia adalah Bibi Hwan yang merupakan kepala Maid di rumah besar ini .
__ADS_1
"Selamat pagi bibi Hwan ..."
"Apa tidur mu nyenyak malam ini ??"
"Tentu saja bi .. oh apa terjadi sesuatu ??"
Harri mulai curiga , biasa nya jika bibi Hwan sudah menanyakan perihal tidur nya , maka akan terjadi sesuatu ..
"Tentu saja ..." jawab bibi Hwan dengan senyum kecut
"Taun Muda pulang dalam keadaan mabuk berat tadi malam .. itu artinya suasana hati nya sedang buruk . jadi jangan sampai kau membuat kesalahan Harri ..."
"hahhh aku sudah yakin pasti terjadi sesuatu .. baiklah bibi Trimakasih atas informasinya .. aku ke kamar Tuan Muda dulu .."
baru beberapa langkah jalan , Harri kembali berhenti dan berbalik menatap bibi Hwan
"oh ya bi .. di mana sekertaris nya yang dingin itu ??"
"Han maksud mu ?"
"memangnya siapa lagi bi ???"
"dia sedang bekerja di dalam ruang kerja Tuan Muda .. sebaik nya jangan mengganggu dia .. karna diapun sama kacau nya dengan Tuan Muda .."
Harri pun segera berjalan cepat menuju kamar Tuan Muda nya . setelah sampai di ambang pintu , Harri mengetuk pelan pintu dengan warna coklat Tua itu .
tidak ada jawaban .. Harri pun memutuskan untuk masuk saja . dan benar saja , ia melihat Tuan Muda nya itu masih tertidur di atas Ranjang besar nya .
Harri menghela nafas lalu berjalan menuju jendela besar kamar tidur itu . Harri menyibak satu persatu tirai Abu2 yang menutupi jendela itu agar cahaya matahari yang sudah bersinar dengan garang nya dapat masuk ke kamar besar yang terasa pengap itu .
Harri melanjutkan perjalan nya ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Tuan Muda nya mandi . Tak lupa Harri menambahkan Aroma teraphy kesukaan Tuan Muda nya ke dalam air mandi itu .
selesai urusan air mandi , Harri bergerak menuju walk in closet untuk memilih stelan yang akan tuan muda nya pakai .
Harri kembali lagi ke kamar mandi dan megecek suhu air panas dalam bak mandi yang sudan ia siap kan . setelah di rasa cukup Harri kembali keluar dan mendekati Ranjang sang Tuan Muda
"hahhhhh .... sekarang apa lagi ?? kenapa kau tampak sangat kacau tuan muda ??"
2 Bulan melayani orang ini sudah mengajarkan nya banyak hal . Harri juga sudah mengetahui sifat Tuan Muda nya .. orang ini mungkin terlihat kasar dan juga tanpa belas kasihan . namun di balik sikap dingin nya , orang ini pasti menyembunyikan banyak kesedihan .
Harri kembali menegakkan tubuh nya dan mulai membangunkan sang majikan .
__ADS_1
"Tuan Muda .. waktunya bangun .. matahari sudah tinggi .. Air mandi Tuan muda juga sudah saya siap kan .." ucap Harri dengan sesopan mungkin
pria di atas tempat tidur itu perlahan menggerak kan kelopak matanya . ia menggeliat sebelum akhirnya kelopak mata itu terbuka sempurna .
"Pukul berapa sekarang ??" tanya nya tanpa menatap Harri . Aroma alkohol masih tercium menyengat dari sana .
"Pukul 7 Tuan .. mari saya bantu untuk mandi"
Harri bergerak mendekati Tuan Muda nya dan membantunya menaiki kursi Roda yang sebelum nya sudah ia siap kan di dekat ranjang .
Harri membantu Tuan Muda nya melepas pakaian nya kecuali bagian bawah .. kemudian ia mendorong kursi Roda ke kamar mandi dan membantu Tuan Muda nya untuk duduk di tepi Bathtup . setelah selesai Harri pun pamit keluar dari dalam kamar mandi
"Saya permisi Tuan Muda , jika sudah selesai silahkan panggi saya , saya ada di luar pintu ...."
saat Harri sudah berbalik dan hendak melangkah , Tuan Muda kembali bersuara
"Tunggu !! kau .. siapa nama mu ??"
Harri menggeleng dalam hati , sudah 2 bulan tapi Tuan Mudanya ini tidak pernah mengingat nama nya .
"Kim Harri Tuan .. nama saya Kim Harri .. silahkan panggil saya Harri ..."
"Harri .. bisa kau bantu aku mandi ?? aku ingin kau memijat kepala ku sembari mencuci rambut ku"
Deg ..
memijat dan mencuci rambut nya ?? apa dia tidak salah dengar ?? melihat tubuh atletis yang setengah toples itu saja Harri sudah tidak kuat , apalagi harus berlama-lama berdua di dalam kamar mandi ?!
Tidak !! kau Harus Profesional Kim Harri ..
begitulah teriakan dalam hati Harri ..
"Ba-baik Tuan Muda"
Harri menghela nafas terlebih dahulu sebelum kembali menghadap ke arah Tuan Muda nya . ia kemudian bergerak ke arah di mana kepala tuan muda nya tergeletak ..
perlahan Harri memijit kepala Tuan Muda nya dengan lembut . ia harus hati-hati jika tidak ingin membuat Tuan Muda nya marah ..
"Pijatan mu lumayan juga .. mulai sekarang lakukan ini untuk ku setiap hari .."
"NEE ??" Harri menutup mulut nya dengan telapak tangan nya sendiri lantaran terkejut dengan suara nya yang tiba2 meninggi ..
__ADS_1
"Apa kau menolak ??" ucap Tuan Muda dengan nada sengit
"Ti-tidak Tuan Muda .. baiklah akan saya lakukan ..." Harri hanya bisa pasrah menerima pekerjaan tambahan nya .