Pelayan Tuan Muda Lumpuh

Pelayan Tuan Muda Lumpuh
BAB 2


__ADS_3

Hari ini .. Anna terpaksa berangkat sendiri ke Rumah besar itu . bukan untuk membantu sang bibi , melainkan untuk menggantikan bibi nya yang tengah sakit sehingga wanita paruh baya itu tak bisa bekerja seperti biasa .


"Anna .. sudah lah tidak usah pergi .. biar bibi meminta izin saja ... uhukk uhukk" ucap bibi Hwan dengan suara berat lantaran batuk yang sejak kemarin menyerang nya membuat suara nya menjadi serak .


ia sebenar nya melarang Anna untuk menggantikan dirinya bekerja . namun , karna Anna memang keras kepala, gadi itu tetap saja bersih keras untuk menggantikan sang bibi


"Kalau hari ini kita libur , maka tidak ada yang mencuci Bi .. dan besok nya pekerjaan bibi akan semakin berat karna cucian yang menumpuk ..." Anna ber alasan


sebenar nya yang di katakan Anna memang benar . jika bibi Hwan tidak masuk , maka besok nya pakaian akan sangat menumpuk karna tidak ada yang mencuci . Maid di bagian Loundry hanya bibi Hwan seorang . jadi tidak ada yang menggantikan nya jika ia libur .


Rumah besar itu memang memiliki banyak Maid . namun semua sudah ada tugas nya masing² .


"Kau yakin ??" tanya bibi Hwan sekali lagi memastikan Anna apakah benar² akan sanggup melakukan pekerjaan nya seorang diri .


"Yakin bi .. bibi istirahat saja di rumah jangan lakukan apapun . Arraseo ??!"


"Ck .. nee .. nee . hati² lah dan jangan buat keributan lagi pada Tuan Muda itu , ya !! dia itu sangat dingin dan menakut kan .." bibi Hwan memperingat kan


mendengar ucapan bibi Hwan membuat Anna kembali teringat dengan insiden dirinya dengan Seokjin . bulu halus di sekitar tengkuk Anna pun langsung meremang tatkala mengingat tatapan tajam Seokjin .


"semoga saja aku tidak bertemu dengan nya lagi bi .." gumam pelan Anna . karna jujur saja ia masih takut jika harus bertemu pria dingin itu .


"kau kenapa ??" pertanyaan bibi Hwan mengembalikan Anna dari lamunan nya .


"Anio .. Gwenchana .. kalau begitu aku berangkat dulu bi .."


"Ya .. hati² lah .."


Anna pun bergegas menuju halte tempat biasa mereka menunggu bus .


30 menit kemudian Anna sudah berdiri di depan Mansion Megah Seokjin . ia kemudian masuk melalui pintu kecil di sebelah gerbang besar dan langsung menuju ruang mencuci . ia meletak kan tas nya ke lemari yang ada di ruangan itu kemudian bergegas untuk memilah pakaian yang akan di cuci nya .


CEKLEK


Pintu ruangan terbuka dan menampakan sosok Ji eun dari balik pintu .


"Bibi Hwan ..." panggil nya


Anna yang merasa bahwa Ji eun tengah mencari bibi nya pun segera mendekati gadis itu .


"maaf nona Ji eun .. bibi hari ini tidak bisa bekerja , jadi saya yang akan menggantikan nya" ucap Anna pada Ji eun


"oh ? apa bibi Hwan sedang sakit ??" tanya Ji eun dengan wajah sedikit cemas


"Nee .. bibi terus batuk dan badan nya sakit"


"Ahh begitu .."


"apa ada yang ingin nona perintahkan ??" tanya Anna karna sepengetahuan nya , Ji eun hanya keruangan mereka jika ada keperluan .


"ahh iya .. aku hanya ingin mengingat kan untuk mengambil pakaian Tuan Muda di kamar nya . Mulai sekarang dan seterus nya Nyonya Choi bilang kalian yang harus mengambil nya langsung ke kamar Tuan Muda .." jelas Ji eun


"o-ohh ya .. saya yang akan mengambil nya untuk hari ini nona .." lagi² Anna sepertinya harus bertemu dengan Tuan Muda


namun .. senyum tiba² saja terbit di wajah Ji eun .


"Anna .. biar aku saja yang menggantikan mu untuk mengambil nya . kau pasti sibuk untuk memilih baju² ini kan ??" Ji eun rupanya ingin memanfaat kan kesempatan ini . ia sebenarnya sudah lama menyukai Seokjin dan berharap suatu hari bisa melelehkan hati beku pria itu .


namun selama ia bekerja di rumah besar ini , tidak pernah sekalipun Seokjin membiarkan dirinya untuk melayani nya jika ia kembali ke Korea . maka dari itu saat ada kesempatan untuk masuk ke kamar pria itu dengan alasan mengambil pakaian kotor , Ji eun akan memanfaat kan nya


Anna sendiri tentu dengan senang hati membiarkan Ji eun melakukan nya , karna demi apapun !! Anna berharap agar tidak bertemu lagi dengan pria dingin itu .


"oh .. apa tidak akan merepotkan nona Ji eun ?? Anna berbasa basi


"Tentu saja tidak !! Ya sudah .. lanjutkan saja pekerjaan mu ini Anna .."


"Baik nona Ji eun .. sebelum nya saya ucapkan trimakasih .."


"Nee .." Ji eun pun berlalu dari ruangan itu dan Anna menarik nafas lega . ia pun kembali melanjutkan pekerjaan nya .


****

__ADS_1


Ji eun segera menuju Lift dan menekan tombol angka 3 dimana kamar Seokjin berada . sepanjang menaiki Lift , tidak henti² nya Ji eun tersenyum .


"Akhirnya .. aku bisa melihat mu dengan bebas Tuan Muda .." Batin Ji eun


pintu lift terbuka saat sudah tiba di lantai 3 , Ji eun bergegas berjalan menuju kamar Seokjin .


Tok Tok Tok


Ji eun mengetuk pintu berwarna coklat gelap itu . selang beberapa saat terdengar suara Seokjin yang mempersilahkan nya untuk masuk


"Masuk .."


"eoh .. Tuan Muda sudah bangun ?!" batin Ji eun . ia semakin tersenyum lebar .


dengan segera ia memutar knop pintu dan melangkah masuk ke kamar itu .


"Selamat pagi Tuan Muda .." sapa Ji eun pada Seokjin yang Tengah menikmati pemandangan pagi dari Jendela kamar nya .


Seokjin memutar kursi roda nya dan mendapati Ji eun berdiri di sana .


"ada apa Jie un-ssi ?? apa bibi choi tidak bekerja hari ini ??" tanya Seokjin


"o-oh .. bukan begitu Tuan Muda .. Nyonya Choi sedang sibuk di dapur untuk mempersiapkan sarapan Tuan Muda ... saya ke sini hanya untuk mengambil pakaian kotor Tuan Muda" Ji eun sangat gugup . ia merasa keringat dingin mulai merembes dari dahi nya . ia bahkan tidak berani menatap Seokjin .


"apa kau sudah menjadi Maid di bagian Laundry ??" pertanyaan itu terasa aneh bagi Ji eun .


"Bu-bukan Tuan Muda .. saya masih asisten dari nyonya choi .." kali ini kegugupan Ji eun bukan karna ketampanan di hadapan nya . tapi karna aura dingin yang tiba² saja terasa menusuk . ia merasa Seokjin tengah marah saat ini .


Seokjin kembali memutar kursi roda nya menghadap jendela


"jangan ikut campur pekerjaan orang lain . tugas mu adalah berdiri di samping bibi choi dan membantu nya . urusan pakaian serahkan pada Maid yang bertugas" kata² itu di ucapkan dengan lembut namun sangat dingin . Ji eun sadar , Seokjin tengah memperingati nya .


"Ba-baik Tuan Muda , maafkan atas kelancangan saya ..." dengan lutut yang sedikit goyah Ji eun bergegas keluar dari kamar Seokjin .


Sementara Seokjin sama sekali tidak peduli pada perubahan suara Ji eun yang terdengar bergetar dan ketakutan .


Ji eun kembali ke ruang cuci dengan mata sembab . ia menangis selama berjalan ke ruangan itu . ia merasa ucapan Seokjin benar² menyakiti hatinya .


pintu ruangan kembali terdengar di buka . Anna yang sudah meyakini bahwa orang itu adalah Ji eun segera bergegas mendekati pintu .


namun , alangkah terkejut nya Anna begitu mendapati Ji eun dengan mata sembab nya , bahkan isakan² kecil masih terdengar dari mulut nya .


"Nona Ji eun .. apa yang terjadi ?? apa anda menangis ??" tanya Anna heran


"Anio ... " Ji eun menggeleng sembari memaksakan senyum di bibir nya


"Anna .. maaf .. sepertinya aku tidak bisa membantumu . kau ambil sendiri saja ya baju di kamar Tuan Muda .."


"o-ohh .. nee nona Ji eun .. gwenchana .. saya akan mengambil nya sendiri"


"Baiklah .. aku harus kembali pada Nyonya Choi .." ucap Ji eun sembari berlalu dari ruangan itu .


Anna yang masih merasa bingung dengan keadaan Ji eun pun hanya bisa menghela nafas panjang .


"Ya Tuhan .. sepertinya aku harus bertemu lagi dengan beruang kutub itu .." Untung saja Anna sudah selesai memasuk kan semua pakaian ke dalam mesin pencuci . oleh sebab itu ia langsung keluar untuk mengambil pakaian di kamar Seokjin .


setelah pintu Lift terbuka , Anna lagi² menghela nafas panjang .. entah sudah berapa kali ia mencoba menenangkan jantung nya yang berdetak Abnormal . namun semua usahanya sia² karna debaran jantung nya justru semakin manggila saat sudah tiba du ambang pintu kamar Seokjin .


dengan tangan bergetar Anna mengetuk daun pintu di hadapan nya


Tok Tok Tok


"permisi Tuan Muda ..saya ingin masuk dan mengambil pakaian .." ucap Anna . tidak ada jawaban . maka Anna mengetuk sekali lagi


"apa dia masih tidur ?" gumam Anna


Tok Tok Tok


"Tuan Muda ... maaf saya harus masuk .." karna ia berfikir Seokjin mungkin saja masih tidur , maka dengan perlahan Anna memutar knop pintu dan masuk ke dalam nya .


Anna menghela nafas lega saat melihat Seokjin masih terlelap di atas ranjang nya . ia pun bergegas masuk ke dalam walk in closet milik Seokjin dan memindahkan pakaian kotor pria itu ke dalam keranjang yang sudah ia persiapkan.

__ADS_1


setelah selesai ia pun bergegas untuk keluar . namun baru saja ia melewati ranjang Seokjin . suara pria itu menghentikan langkah Anna .


"Apa kau memang terbiasa masuk tanpa persetujuan ku ??"


Anna membeku diam di tempat dengan nafas yang tercekat di tenggorokan . sungguh ... ia berharap bahwa suara itu hanya halusinasi nya saja . tidak mungkin orang yang sedang tidur terlelap dapat bicara dengan lancar dan jelas .


Untuk sebuah pembuktian , Anna perlahan memutar tubuh nya dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati pria es itu sudah duduk di ranjang nya dengan santai dan kedua tangan terlipat di depan dada .


"Tu-tuan Muda .. anda sudah bangun?!" ucap Anna gugup


"ini sudah kali ke dua kau masuk tanpa seizin ku!!"


"Maaf Tuan Muda .. tapi tadi saya sudah mengetuk pintu dan tidak ada jawaban apapun . saya fikir anda masih tidur , oleh sebab itu saya masuk saja karna kebetulan pintu nya pun tidak di kunci"


"Cih .. aku tidak mau dengar alasan apapun !! sekarang cepat siap kan Air mandi ku !!" Titah Seokjin


"Nee ?? ta-tapi saya harus segera menjemur pakaian , Tuan ."


"kau menolak perintah ku !"


"Ti-tidak Tuan Muda .. Tidak , Ba-baiklah .. saya akan menyiapkan nya"


Seokjin tersenyum miring saat Anna sudah masuk ke dalam kamar mandinya . entah mengapa ia merasa terhibur melihat wajah tertekan Anna .


Sesaat kemudian ia baru menyadari bahwa ia baru saja tersenyum .


sementara di dalam kamar mandi , Anna sibuk menggerutu sembari menyiapkan air mandi


"Ada apa sih dengan Tuan Muda ini ? Maid di rumah ini kan bukan hanya aku saja !! ck sial !! aku bahkan memang bukan bagian dari Maid rumah ini !! seharusnya aku bisa mendapat bayaran dari semua ini !! oh . astagaaa ... untung saja dia Tampan !! eih . apa yang ku fikirkan ?! Anna sadar lah dia itu seperti beruang di kutub utara!!"


"Apa Kau sedang mengutuk ku ?!"


"KAMCHAGIA .." Anna spontan terduduk di lantai saat tiba² saja ia mendengar suara Seokjin dari arah belakang nya .


"Tu-tuan ...." lirih nya


"Apa kau baru saja menggerutu ?" Seokjin semakin memajukan kursi roda nya mendekati Anna .


Anna yang takut sekaligus gugup pun terus mundur ke belakang .


"Ti-tidak Tuan Muda .. sa-saya hanya__"


"Hanya Apa ?" benar² suatu kesialan bagi Anna . dinding kamar mandi ini sudah memepet tubuh nya . ia yang masih dalam posisi terduduk pun semakin panik saat Seokjin malah mendekat kan wajah nya pada wajah Anna .


lagi² kedua manik mereka bertemu . sekali lagi , Anna bisa melihat dengan jelas Manik Kecoklatan milik Tuan Muda nya . dan seolah Terhipnotis , bukan nya menunduk kan pandangan nya , Anna justru menikmati keindahan itu . hingga sebuah sentilan di dahi nya menyadarkan lamunan nya


Tak


"Auww .." Anna menggosok dahinya yang terasa panas dan juga berdenyut .


"Jangan coba² menatap ku seperti itu lagi !!" Seokjin menjauhkan tubuh nya dan kembali ke samping Bath tub .


"Keluar dan segera siap kan pakaian ku . hari ini aku akan mulai bekerja . jadi siap kan segala sesuatu nya !!"


Anna tau , protes juga tidak akan ada artinya bagi Seokjin . maka dari itu , ia pun hanya menurut dan bergegas keluar dari kamar mandi itu .


"Baik , Tuan Muda"


setelah kepergian Anna , Seokjin menghembuskan nafas lega . tidak tau saja sebenar nya sejak berpandangan dengan Anna tadi ia menahan mati²an detak hebat di jantung nya .


melihat mata sehitam jelaga milik Anna , hidung bangir gadis itu serta bibir tipis yang ber aroma chery , Seokjin merasa sesuatu dalam dirinya kembali bangkit . di tambah lagi dengan aroma peach yang menguar dari tubuh gadis itu membuat Seokjin seolah ingin memeluk dan menghirup nya dalam² .


"Ck .. benar² !! Apa yang ada dalam fikiran mu Kim Seokjin...."


segera ia meng akhiri fantasi liar nya dan memilih untuk berendam di dalm Bath tub yang sudah terisi air hangat dan Aroma Teraphy Citrus . Aroma yang sudah 2 hari ini menjadi Aroma favorit nya .


setelah kurang lebih 30 menit menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi . Seokjin pun keluar . ia mencari keberadaan Anna namun gadis itu agak nya sudah tidak ada karna ruangan ini tampak lengang .


Seokjin masuk ke dalam Walk in closet milik nya dan mendapati setelan jas serta kemeja putih dan celana bahan sudah siap di atas sebuah meja . tak lupa juga sebuah dasi di letak kan di atas celana bahan itu .


Seokjin tersenyum . selera gadis itu ternyata tak buruk .

__ADS_1


dan untuk kesekian kali nya , lagi² Seokjin tidak menyangka bahwa ia baru saja tersenyum .


__ADS_2