
Acara di mulai dengan meriah, para tamu sudah berdatangan, semua nya berpakaian formal, adapun dengan dekorasi yang sangat mewah, hotel terbesar di paris ini sudah di hias sedemikian rupa oleh organizer yang sudah terpercaya.
Para tamu sudah duduk di meja masing-masing, mungkin ada ribuan orang yang datang,mulai dari sanak saudara,dan juga rekan bisnis,belum lagi para teman teman seangkatan dava dan juga bulan.
"Para hadirin yang terhormat,ini adalah hari yang sangat berharga bagi pasangan kita,kita sambut mempelai wanita di persilahkan memasuki aula."ucap pembawa acara.
Semua mata memandang seorang wanita cantik yang,membawa buket bunga dengan di iringi para Bridesmaids di sisi kiri dan kanan nya.
Dan disampingnya sudah ada sang ayah mempelai wanita.
Dava menunggu dengan senyuman, sebenarnya dia gugup bukan main.
"Saya serahkan anak saya padamu!"ucap sang ayah dengan tegar.
"Aku akan menjaga nya dengan seluruh hidupku!"ucap dava dengan wajah serius.
Seluruh tamu bertepuk tangan, mendengar apa yang di katakan dava.
"Untuk pertama kalinya aku akan menikahkan kalian berdua, apakah kalian bersedia untuk menjalani hidup selamanya?
Apakah kalian bersedia untuk tetap bersama walaupun dalam keadaan sehat maupun sakit?, dalam keadaan kaya maupun miskin?, dalam segala keadaan?"ucap sang pendeta.
"Saya bersedia!"ucap pengantin wanita.
"Saya juga bersedia!"ucap Dava.
"Pernikahan telah selesai, pengantin pria silahkan cium pengantin wanita!"ucap pendeta.
Para tamu berseru bersamaan"CIUM,CIUM!" Teriak mereka heboh.
"Cup''dava langsung menarik tengkuk sang wanita lalu sedikit ******* bibir nya.
Di sudut ruangan ada seorang gadis yang meneteskan air mata nya sendirian.
Dia angel, mengeluarkan air mata nya tanpa isakan, setelah melihat kedua mempelai duduk di singgasana nya,angel keluar untuk mencari angin.
***
Sepi sunyi, padahal ini masih siang, mungkin semua orang sedang bersuka cita didalam.
Angelina Roberto, anak angkat keluarga Roberto dan sahabat ayara Anastasya grahanendra.
Sekarang sedang menangis sendirian di atas rooftop hotel.
Sebenarnya angel ingin duduk di bangku taman hotel,tapi dia takut jikalau ada orang yang mengenalinya, apalagi kalau melihat nya sedang menangis.
Berpura-pura tegar,sudah menjadi kebiasaan nya dari kecil.
Angel sudah sering menangis sendirian, ini bukanlah hal yang besar, menangis sendirian adalah hal biasa baginya.
walaupun dia mempunyai sahabat baik,tapi terkadang tidak semua harus dia curahan pada sahabat nya.
Apalagi kalau hal yang membuat nya menangis tidak lain karena Abang ayara sendiri.
"Hiks hiks, sakit!"ucap nya sambil menepuk dada nya kasar.
__ADS_1
Hati nya perih, cinta yang tidak pernah terbalaskan, sudah 10 tahun sejak dia mencintai seorang lelaki yang tidak pernah melihat nya sebagai seorang wanita.
"Haaah,huhhh!"sesak nafas angel tanpa terkendali, tangisan nya di iringi dengan sebuah musik dansa di bawah.
Angel ingat ketika dia memberi tahukan perasaan nya pada Dava.
Flash back on.
Angel masih merasa bersalah karena telah mengajak ayara ke klub malam itu.
"Angel!"panggil dava, angel dengan cepat menoleh.
"Abang capek nyariin kamu dari tadi."ucap dava sambil duduk di samping angel.
Mereka sedang duduk di bawah pohon rindang terbesar di belakang mansion.
"Kamu ngapain sendirian disini?"tanya Dava.
Angel, menoleh melihat wajah dava yang ada di samping nya.
"Aku merasa bersalah karena.."
"Shut, udahlah, malah Abang mau terima kasih sama kamu, kalau enggak kamu ajak ayara, mungkin sampai sekarang dia masih sama si bren*sek"ucap dava sambil tersenyum.
"Oh ya hampir lupa kok kamu sedih enggak bilang Abang sih?"ucap dava penasaran.
"Ngapain bilang, lagian bukan Abang ku juga"ucap angel pedas.
"Uluh, sakit nya tuh disini dedek kucing!"ucap dava sambil bercanda.
"Eh kenapa sih?"heran Dava biasa nya semarah apapun angel tetap ngomong aku-kamu.
"Tau enggak, gara-gara kamu aku membuat aya sedih!"ucap angel masih marah.
"Angel, maksud kamu apa?"tanya dava terkejut.
"Udahlah malas ngomong sama kamu!"ucap angel sambil bangkit ingin pergi dari sana.
Dava menahan tangan angel, "jelasin!!"ucap dava sambil melotot.
"Enggak ada yang perlu di jelaskan!!"ucap angel yang mau pergi,tapi dengan sekali tarikan kuat dava,angel jatuh ke atas pangkuan dava.
"Kenapa?hem!"ucap dava.
Merinding aku.
"Lepas!!"ucap angel dingin, enggak boleh dia udah ada yang punya!!, walaupun jantung angel tidak bisa berbohong!
"Jelaskan!!"balas dava tidak kalah dingin.
"Sial,apa kau tidak bisa melihatnya, padahal selama ini aku telah menunjukkannya dengan jelas!!"balas angel frustasi.
"Aku ingin mendengar nya langsung dari mu!''balas dava.
Angel memberanikan dirinya,"disini!!"ucap nya sambil memegang dadanya sendiri.
__ADS_1
"Sakit!!"ucap angel terputus putus.
Dava mendengar kan dengan seksama.
"Aku mencintai mu,sejak lama!, tapi kamu tidak pernah melihat cintaku!, padahal aku lebih dulu menyukai mu dari pada dia,tapi kenapa?"ucap angel.
Tes..
Tes..
Tes..
Air matanya mengalir tanpa permisi, sesak yang selama ini dia tahan semakin mengerikan,angel mendorong dada dava kuat, tapi apalah daya tenaga dava lebih besar.
"Maaf!"ucap dava sambil memeluk erat tubuh angel.
Berkali kali dia mencium kening angel sambil meminta maaf.
"Hiks, jangan minta hiks maaf!"ucap nya sambil menangis tersedu-sedu.
Angel paham dengan perlakuan dava sekarang,ia tahu bahwa memang dia tidak akan pernah dapat cinta sebagai seorang wanita.
"Jangan mencintai diriku,angel aku hanya menganggap diri mu sebagai adikku."ucap dava lirih.
"Haaah, maaf aku malah menunjukkan sisi ku yang menyedihkan!"ucap angel sambil menolak dada bidang dava.
"Diam!"perintah dava sambil terus memeluk angel dengan erat.
Sebenarnya dava sudah lama tau bahwa angel menyukai nya,dulu dava anggap itu hanyalah cinta sesaat.
Tapi siapa sangka kalau angel, masih bisa bertahan mencintai nya selama 10 tahun.
"Angel, kamu pasti bisa mendapatkan seorang pria yang mencintaimu lebih dari kamu mencintai nya,tapi itu bukan aku!"ucap dava.
Angel diam, dia mencoba untuk mendengarkan apa yang dava katakan.
"Angel, aku benar benar berharap kamu bahagia, walaupun itu bukan bersama ku!"dava kembali berucap lirih.
"Aku hanya berharap setelah ini tolong kubur perasaan mu padaku, dan bersikap lah seperti seorang adik!"ucap dava sambil mengelus rambut angel.
"Angel,ya elah malah ketiduran!"ucap dava sambil tersenyum, dia senang dicintai oleh wanita seperti angel tapi,memang dia tidak pernah melihat angel sebagai seorang wanita.
Flash back off.
"Anda enggak apa-apa?"
***
Yuhuuuu,dedek kucing kita jadi sad girls ni.
Masih penasaran dengan kisah kenan dan juga dedek aya.
Jangan lupa like dan komentar juga sama vote nya.
love you sekebon 😘😘😘😘😘😘.
__ADS_1