PEMILIK SANG MAFIA

PEMILIK SANG MAFIA
04


__ADS_3

Alvaro sedang menelpon seseorang di ruang kerja nya.


"Cari dia,bawa hidup hidup."perintah nya dengan tegas, wajah nya bahkan sudah sangat mengerikan.


"Baik tuan!"Jawab orang di sebrang telepon.


"Awas kamu David akan saya buat kamu lebih memilih mati dari pada hidup."gumam Alvaro sambil tersenyum mengerikan.


🌹🌹🌹


Ayara sedang berada di taman samping mansion,dia duduk di bawah pohon apel paling besar di taman.


Ayara sedang melamun tentang nasib nya sekarang, apalagi ciuman pertama yang dilakukan dengan orang tak ia kenali, sedikit menyesal tapi tak apa, laki laki itu lebih bahkan seribu kali lebih ganteng dari pada mantan nya.


"Nona ayara"ucap seorang pelayan dengan Terengah-engah, seperti nya habis berlari untuk menemuinya.


"Ada apa "jawab nya juga ikut panik.


"Ini nona "ujar sang pelayan setelah bernafas dengan benar.


"Apa ini?"tanya ayara sambil menunjuk sebuah kertas tulis di tangan nya.


"Saya enggak tau nona,saya permisi ke belakang."jawab sang pelayan lalu meninggal kan ayara seorang diri.


Ayara membuka kertas yang hanya terlipat dua itu,ia terkejut bukan main,ketika membaca isi surat itu.


Halo my heart.


Bagaimana keadaan mu?


apa kau sudah baik baik saja?


Kau tau aku sungguh merindukanmu.


Ah karena aku sedang rindu. Bagaimana kalau kita kencan saja. nanti malam aku jemput.


Kamu harus bersiap siap jangan terlalu cantik nanti banyak yang menatap mu.


Aku cemburu.


I Miss you my heart.


Calon suami mu.


Apa apaan ini, siapa orang iseng ini,ini tidak mungkin kenan kan lelaki itu tidak tau alamat rumah nya.


Apakah ini surat iseng tapi, ah sudah lah ayara haus, lalu lebih memilih membawa surat itu ke dalam mansion.


Ayara memasukkan surat itu ke dalam saku Hoodie nya.


"Dari mana dek?"tanya dava ketika melihat ayara sedang berjalan.


"Dari taman,abang kok gini?"tanya ayara di akhir kalimat.


"Kenapa Abang ganteng ya!"ucap Dava dengan pd nya.


"Mana ada ganteng,yang ada udah kayak orang kecebur got!"jawab ayara heran melihat kondisi pakaian Dava yang jauh dari kata baik.


"Masa sih!"ucap dava sambil mencium pakaian nya.


"Enggak bau kok!"

__ADS_1


"Kan aya enggak bilang bau,tapi ah sudah lah, emang abang dari mana kok bisa kayak gini?"tanya ayara sambil menatap curiga Dava.


"Ah itu abang habis basmi nyamuk "jawab asal Dava lali berlari ke tangga setelah mengacak-acak rambut ayara.


"ABANG!"teriak ayara kesal bukan main.


"HAHAHA"hanya suara tawa dava yang terdengar.


Huhh,ayara memilih melangkah kaki nya menuju dapur.


Sedang menuangkan air dingin di dalam gelas ayara dikejutkan oleh seorang pria yang memeluk nya dari belakang.


"Ngapain princess?"tanya Alvaro sambil memeluk ayara dari belakang.


"Daddy ngapain sih, untung ayara enggak mecahin teko kesayangan mommy!"ucap ayara kesal, bagaimana tidak teko kesayangan mommy nya ini dari kaca, mana satu satunya di dunia lagi karena teko ini langsung di buat oleh ayah sang mommy.


Sedangkan Alvaro hanya tersenyum tipis melihat ayara yang sedang kesal.


Alvaro punya kebiasaan unik ia sangat menyukai memeluk putri nya dari belakang,jika kebanyakan orang memeluk dari depan ia lebih menyukai sebaliknya.


"Lah kok Daddy kayak gini?"tanya ayara setelah membalikkan badannya,dan Alvaro berada 2 langkah di belakangnya.


"Kayak gimana?"tanya Alvaro sambil menaikkan sebelah alisnya sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Ya gimana ya,em Daddy sudah seperti habis menghajar seseorang!"ucap ayara sambil menatap curiga pada sang Daddy.


"Tidak princess, Daddy tadi basmi nyamuk kok!"ucap Alvaro berbohong.


"Masa sih,kok semua pada basmi nyamuk emang nyamuk nya seberapa banyak?"tanya ayara sangat bingung.


"Enggak banyak kok cuman 1 tapi nyamuk nya besar banget makanya Daddy basmi deh tu nyamuk!"jelas asal Alvaro.


Baru saja ingin bertanya kembali, Alvaro langsung mencium kening ayara lalu pergi dari hadapan putri nya itu, Alvaro yakin bahwa anaknya akan terus bertanya jika jawaban nya masih belum menyakinkan.


Kayak nya ke kamar aja deh.


Ayara langsung saja melangkah kaki nya menuju kamar lagi pula nanti malam Minggu lebih baik dia begadang nonton dari pada enggak ngapain-ngapain.


🌹🌹🌹


Pukul 18.pm.


ah, ayara baru bangun dari tidur nya dengan muka bantal ia menuruni anak tangga dengan perlahan,baju kaos kebesaran,dan sendal kelinci warna biru kesukaan nya.


"Hoamm, ngantuk banget!"gumam Ayara pelan.


3 anak tangga terakhir ayara terdiam sambil menatap ke arah sofa ruang tamu,sial.


Sialannnn.


Ayara panik sungguh dengan kecepatan kilat ayara kembali ke kamar nya.


Ruang tamu.


Ketiga pria yang ada di ruang tamu merasa sangat gemas melihat wajah ayara yang baru bangun dari tidur nya.


Kenan tersenyum sumringah melihat wajah bantal ayara yang sangat-sangat imut.


Ah rasanya kenan mau memasukkan ayara ke dalam saku jasnya biar bisa di bawa kemanapun ia pergi.


"Ekhmm"deheman Alvaro membuat kenan kembali sadar, dari ide gilanya.

__ADS_1


"Kamu siapa?"tanya Alvaro tegas, dengan wajah datarnya.


"Pacar ayara Om"jawab kenan sopan, calon mertua ni bos, salah sedikit bisa bisa enggak ada restu.


Oh rupanya dia yang di maksud princess saya.


Mata Alvaro semakin menelisik penampilan kenan, apakah pantas untuk putri nya.


"Kamu kerja apa?"tanya Dava yang sedari tadi diam, karena masih mengingat wajah adek kesayangan nya tadi.


"Saya punya perusahaan sendiri!"jawab kenan sopan,dia tau bahwa di samping camer nya ini adalah kakak ipar nya, maksud nya calon iparnya.


"Saya juga punya perusahaan!"jawab Alvaro datar, jangan sombong hanya karena sebuah perusahaan, begitu lah kira kira maksud dari ucapan Alvaro.


Alvaro tidak bisa memberikan putri nya kepada seorang pria brengsek lagi.


Kenan terdiam mendengar jawaban Alvaro.


tentu saja dia tau tidak mudah mendapatkan restu dari calon mertua nya yang satu ini.


kemarin setelah ayara mencium nya ia langsung saja mencari tahu segala informasi tentang gadis-nya itu, tentu saja beserta keluarga ayara.


Hening sejenak.


akhirnya ayara datang dengan dress warna merah, selutut dengan tas tangan kecil yang ada di genggam nya, rambut yang di biarkan terurai.


Semuanya menjadi diam karena melihat kecantikan ayara yang memukau.


"Kemana princess?"tanya Alvaro.


"Kencan Daddy!"jawab ayara.


"Siapa yang ngizinin!"kesal Dava melihat kenan yang dari tadi terdiam,


Pasti terpukau oleh kecantikan adek kesayangan nya.


"Daddy aya pergi ya!"ucap ayara memelas sambil menatap sang Daddy dengan wajah paling imut milik nya.


Deg.


Sial imut banget.


Batin 3 pria itu sambil menahan senyum.


"Ya udah jangan kemalaman pulang nya ya"ucap Alvaro, dari pada putri nya kecewa pada nya lebih baik ia izinkan saja walau tak ikhlas.


"Makasih Daddy!"jawab ayara sambil mencium pipi kanan sang ayah.


"Abang juga!"pinta dava merasa iri.


"Enggak, Abang burik soalnya."jawab ayara lalu pergi dengan cepat.


"AYARA!"teriak kesal dava ketika ayara sudah menjauh.


********


like.


Komen.


And share.

__ADS_1


^^^...Aceh 6/5-2023...^^^


__ADS_2