
Pagi yang indah, namun tak seindah wajah ayara, pipinya sebelah kanan bengkak, sedangkan wajah nya sembab karena menangis.
"Ayara lo enggak apa-apa?"tanya angel yang khawatir melihat wajah ayara yang bengkak.
"No problem"jawab ayara sambil merenggangkan otot otot tubuh nya.
"Lo tangisi si brengsek?"tanya angel.
"Enggak sepenuhnya sih!"ucap ayara sambil bangkit dari tempat tidur nya.
"Terus?"tanya angel sambil duduk di sofa singel di kamar ayara.
"Setengah doang sih eh 1/4 sih"jawab ayara lalu menyisir rambutnya yang sepunggung itu.
"Lah mana ada nangis seperempat, lo gak gila kan?"angel akan sangat sedih kalau Sohib nya ini gila gara gara si brengsek itu.
"Bukk"ayara melempar bantal nya tepat sasaran di wajah angel.
"Kok lempar lempar sih"tentu saja angel tak terima,enak aja wajah cantik nya di timpuk bantal.
"Siapa juga yang gila,lo aja noh yang gila!"ucap ayara lalu mengikat gaya ekor kuda rambut nya.
"Ya kali aja kan lo gila gara gara di selingkuhi!"ujar angel sedikit meninggi kan suara nya di akhir kalimat.
"Enak aja, lagian kan gue udah dapat yang baru lebih ganteng lagi,tapi.."jeda ayara di akhir kalimat tentu saja memancing emosi angel yang sudah mendengar nya dengan khidmat.
"Apa anjir gak usah di gantung gantung, kayak hubungan yang baca!"
Ujar angel dengan kesalnya.
"Tapi kan anjir banget gitu,"ucap ayara sambil mengusap wajah kasar.
"Anjir banget kenapa?"tanya Angel kembali.
"Ya gimana enggak anjir bibir gue udah ternoda gitu!"ucap ayara sambil memegang bibirnya.
"Iya, kamprettt gue pikir kenapa tapi kok lo buang sampah malah dapat berlian sih!"heran angel.
"Iya iyalah kan gue..."tentu saja ayara akan mengatakan selogan hidupnya.
"Aya ayo makan!"ucap Dava yang sudah ada di depan pintu.
"Masuk aja Abang gak di kunci kok!"ucap ayara tanpa melihat ekspresi wajah angel.
"Abang masuk ya!"ujar Dava lalo mendorong pintu itu dan masuk.
"Eh ada dedek kucing!"ucap Dava.
"Apa mau ajak gelut ayok!"ujar angel tak terima dipanggil kucing oleh dava.
"Hahaha sensi amat cing"balas dava, tentu saja angel melempar bantal yang di lempar oleh ayara tadi.
"Bukk"bantal itu hanya mengenai lengan kekar Dava.
__ADS_1
"Wlee, enggak kena!"setelah menjulurkan lidahnya Dava pun berlari keluar kamar.
"Si anjing!"ucap angel kesal setengah mati.
"Eh, bentar lo ngomong anjing untuk bang Dava kok bisa?"heran Ayara, bagaimana tidak heran biasanya angel akan bersikap sangat dewasa di hadapan Dava.
"Gue udah move on"ucap Angel sambil melipat selimut ayara.
"Lah kok bisa!"
"Ya bisa lah kan angel."
"Gue enggak niat bercanda ya!"kesal ayara.
"Ya gimana ya, gue udah ngungkapin perasaan gue sama bang Dava!"jawab angel sambil duduk di kasur ayara.
"Loh kok, gimana sih!"ayara sungguh merasa aneh,bukan ayara tidak senang angel move on tapi ya 10 tahun angel menyukai pria itu diam diam dan Sekarang seenak jidat angel bilang move on enggak mungkin pasti terjadi sesuatu.
"Coba cerita gue dengerin!"ucap ayara serius, sedangkan angel hanya tersenyum lalu bangkit dari kasur.
"Nanti gue ceritain,kita makan dulu yuk."ucap angel lalu keluar dari kamar ayara.
"Lah kok gue ditinggal"ucap ayara merasa kesal lalu dia juga keluar dari kamar menuju meja makan.
"Pagi princess"ucap sang Daddy.
"Pagi juga Daddy!"jawab ayara sambil menarik kursi di samping Dava.
Sedangkan angel duduk di sebelah mommy ayara, yang berarti angel tepat berada di hadapan ayara.
"Pagi juga mom"jawab ayara sambil membalas senyuman hangat mommy nya.
sarapan itu pun di mulai setelah sang kepala keluarga yang memulai.
Setelah makan mereka pun memakan puding coklat yang di buat oleh sang mommy.
"Ayara!"panggil sang daddy.
"Ya Daddy!"jawab ayara sambil melihat ke arah wajah sang Daddy.
"Wajah kamu kenapa?"tanya Sang Daddy dengan wajah datarnya.
Semua atensi menuju wajah ayara,dava bahkan menjatuhkan sendok nya, bodohnya dirinya tidak melihat pipi kanan adik nya tadi karena asik mengganggu angel.
"Kenapa?"tanya sang Daddy karena tidak mendapatkan jawaban.
Alvaro Mahesa Grahanendra, umur nya yang sudah menginjak usia 55 tahun itu masih sangat tampan dan berkharisma.
"Iya sayang wajah kamu kenapa?"tanya sang mommy ikutan khawatir.
Elizabeth Grahanendra seorang pelukis terkenal di Prancis, umur nya yang sudah menginjak 53 itu tak nampak tua dimakan usia.
Mampus gue harus ngomong apa ya
__ADS_1
Sungguh ayara sangat bingung mau ngomong apa, apa dia jujur saja tapi kalau Jujur dia tau kalau Daddy nya tidak akan diam saja.
"I-itu ayara anu-itu,..ya emm."sungguh ayara sebenarnya sangat tak bisa berbohong kepada keluarganya.
"Maaf kan angel Daddy!"ucap angel menyela pembicaraan.
"Ini karena angel Daddy!"ucap angel sambil menundukkan kepalanya.
"Maksud kamu angel?"tanya Alvaro.
"Ini karena angel mengajak ayara ke klub tadi malam!"ucap angel jujur.
Sedangkan Alvaro diam menyimak angel berbicara dengan seksama.
"Angel lagi galau Daddy jadi biar happy, angel mau ke klub dan tanpa sengaja ayara melihat David selingkuh jadi ayara menampar David dan menghina selingkuhan David, David yang enggak terima pun balik nampar ayara."setelah mengatakan itu sendok yang di pegang oleh Dava patah, sedangkan sang Daddy hanya meminum kopinya dengan hikmat seolah olah tak peduli.
"Hahaha kok tegang sih,santuy santuy ayara udah dapat yang baru kok lebih ganteng dari si brengsek!"ujar ayara yang tau ketegangan di meja makan.
"Siapa?"tanya Alvaro dan Dava serentak.
"Ada deh, nanti kapan kapan ayara suruh kesini."ucap ayara sambil memakan puding nya kembali.
Lalu acara makan sarapan itu langsung selesai ayara langsung saja menuju kamar nya.
Dengan dava yang mengekor dari belakang sedangkan angel pamit pulang karena ada urusan penting dengan sang papa.
"Ayara Abang minta maaf!"Dava berucap lirih.
"Lah kok abang minta maaf!"ayara langsung saja membalikkan tubuhnya ke arah dava yang ada di samping nya.
"Abang salah Aya, abang bahkan gak tau kalau kamu di gituin sama si David."sambil menundukkan kepalanya dava berucap,
sakit sekali rasanya ia bahkan tidak tau adek kesayangan di selingkuhi.
"No,no bukan David tapi brengsek oke!"ucap ayara sambil memegang pundak Dava.
Dava langsung saja memeluk ayara kuat, sungguh kesayangan nya ini sudah dewasa bahkan sangat,tapi tentu saja dia tidak akan diam saja, akan dia cari si brengsek lalu pasti akan dava hukum pasti!!
Akan gue bunuh itu orang.
"Abang enggak niat aneh-aneh kan?"ujar ayara merasa kan firasat aneh.
"Pokoknya adek abang gak boleh sedih oke"ucap Dava mengalihkan pembicaraan lalu mencium kedua pipi ayara lalu langsung keluar dari kamar ayara sambil menyibakkan rambutnya.
Awas lo brengsek gue bikin mampus lo.
Dava menyeringai.
####
Vote
Komen
__ADS_1
Share.