PENDEKAR GOLOK SEMBILAN DARGA GUMELAR

PENDEKAR GOLOK SEMBILAN DARGA GUMELAR
Harimau utara


__ADS_3

Malam gelap terlewati sinar matahari menyorot dari arah timur menerobos pohon-pohon hutan. Mata yang tertutup sedikit demi sedikit terbuka.


"Aku ada dimana,apa aku sudah mati?" Darga bangkit berusaha untuk duduk. Lalu dilihatnya beberapa umbi tertumpuk di sampingnya. Sambil duduk bersandar di pohon Pinus Darga mengambil salah satu umbi itu untuk di makannya. Dari arah depan terlihat si hitam berlari menuju ke arahnya dengan membawa satu buah umbi di mulutnya.


"Jadi kau hitam yang mengumpulkan umbi-umbi ini?"


Darga melihat si hitam mengangguk.


"Pintar juga si hitam." ucap hati Darga. Lalu Darga mengingat lagi tentang kematiannya.


"Eumm,jika aku belum mati terus siapa yang menyelamatkan ku semalam dari terkaman harimau buas itu?" Ucap Darga dalam hati seakan bertanya pada dirinya sendiri.


"Hitam apa kau yang menyelamatkan ku?" Tanya Darga pada domba peliharaannya. Lalu Darga melihat kepala dombanya mengangguk seakan mengiyakan pertanyaan nya. Melihat hal itu Darga sontak terkejut.


"Apa,tak percaya aku." Darga tak percaya namun ketika di pikirkan lagi olehnya. Tapi siapa yang menyelamatkannya kalau bukan si hitam terutama di hutan belantara seperti ini yang mungkin belum pernah terlewati orang.


"Hem,hebat sekali kamu hitam,selain pintar ternyata kau jago bertarung juga." Akhirnya Darga Percaya bahwa peliharaannya itulah yang menyelamatkan dirinya dari buasnya harimau liar itu. Darga menjadi terkesan pada domba peliharaannya.


Setelah Darga merasa tubuhnya bugar kembali Darga berniat melanjutkan perjalanan walau tak tau ia harus berjalan kearah mana.


Ketika Darga hendak berdiri dilihatnya datang seseorang dari arah depan berjalan mendekat. Orang itu ber pengawakan tinggi besar, memakai rompi dari kulit harimau, rambutnya yang putih gondrong terikat rapih ke belakang.


"Hahahaha, ternyata kau anak yang mencuri umbu-umbi ku." tuduhnya sambil tertawa.


"Maafkan aku kek,dombaku yang membawakan umbi umbi ini." bantah Darga sambil merasa ketakutan. Lalu mata si kakek melihat ke arah domba hitam yang berada di samping Darga.


"Mana bisa domba itu mengambil umbi-umbi ini,dia hanya seekor hewan!" tegas si kakek.


"Aku tak berbohong kek...


"Sudahlah lupakan sja." potong si Kakek. Melihat Darga yang sepertinya ketakutan si kakek jadi merasa kasihan.


"Siapa kau, kenapa kau bisa ada di hutan ini ?"


"Namaku Darga ke,aku dari Desa Caringin,kemarin Desaku di bantai,lalu aku melarikan diri dan tak sengaja tersesat berada di sini. Darga menjelaskan sambil menangis tak kuasa menahan air mata.


Melihat Darga menangis menceritakan apa yang di alaminya. Si kakek jadi merasa iba padanya. Sambil mendekat tangan si kakek menepuk pundak Darga.

__ADS_1


"Hey jangan,menangis kau ini lelaki." berusaha menenangkan. Lalu si kakek bertanya.


"Siapa yang membantai Desamu?"tanya si kakek. Tanpa menjawab Darga hanya menggelengkan kepala.


"Eum,terus apa tujuanmu sekarang?"


"Aku akan pergi ke Desa Sindanggalih untuk menemui pamanku kek." jawab Darga terbata-bata.


"Desa Sindanggalih ya,berjalanlah kau ke arah timur setelah kau keluar dari hutan ini kau akan menyebrangi sebuah sungai,dari sungai itu Desa Sindanggalih keberadaannya tak jauh lagi." Setelah mendengarkan petunjuk dari si kakek.


"Baiklah kek terimakasih,aku akan pergi sekarang!" Ucap Darga sambil mengusap air mata di pipinya lalu melangkah pergi.


"Tunggu dulu anak muda." menghentikan langkah Darga."Apa kau punya keahlian?"


Berbarengan dengan pertanyaan si kakek datang dua harimau tepat di depan Darga. Darga sontak kaget.


"Guarr..." Harimau meloncat ke arah Darga untuk menerkamnya. Melihat hal itu si kakek tidak ambil diam. Si kakek meloncat lalu menendang harimau yang akan menerkam Darga. Dengan gerakan yang cepat si kakek mampu menyelamatkan Darga. Satu kali tendangan harimau itu terjungkir tiga kali ke samping. Sementara harimau yang satunya sedang bersiap untuk menyerang. Lalu si kakek mengeluarkan pisau kecil berbentuk seperti kuku harimau. Dengan tangan kanannya si kakek mengelebatkan pisaunya ke arah harimau yang meloncat akan menerkam si kakek.


"Blug." Harimau mati seketika, jatuh ke tanah dengan tenggorokan terputus. Sementara harimau yang satunya kabur menjauh ketika melihat kawannya mati.


Setelah berhasil mengalahkan harimau-harimau buas itu si kakek lalu berbalik untuk melihat Darga.


"Tidak kek aku baik baik saja!"


Darga yang hanya melihat pertarungan tadi menjadi terkesan pada si kakek.


"Kakek hebat sekali, mampu bertarung bahkan mengalahkan harimau itu." puji Darga. Mendengar pujian dari Darga si kakek hanya tertawa.


"Haha kau terlalu memujiku anak muda, itu tak seberapa ada yang lebih buas di luar sana anak muda!"


"Apa itu kek?" Tanya Darga penasaran.


"Manusia!" singkat si kakek.


Sambil menghirup napas dalam-dalam Darga berkata." Kakek benar!"


Lalu dengan perlahan Darga mendekati si kakek. Tanpa terduga Darga berlutut pada si kakek.Melihat hal itu tentu si kakek terkejut.

__ADS_1


"Tolong ajari aku kek!" Darga memohon.


Si kakek hanya tertawa.


"Kenapa kakek tertawa?" tanya Darga.


"Hahahaha tidak-tidak,kau mau aku ajari apa anak muda?"


"Ilmu silat kek!"


"Untuk apa kau ingin mempelajari silat?" tanya si kakek serius.


Darga sesaat terdiam lalu menjawab dengan yakin.


"Menolong yang susah membantu yang membutuhkan!"


Mendengar jawaban Darga si kakek menjadi terkesan.


"Eum bagus juga jawabanmu,baiklah kau ku terima menjadi murid ku."


"Terimakasih kek." potong Darga.


"Tapi ada satu syarat,kau harus patuh padaku dan jangan banyak mengeluh karena mempunyai keahlian beladiri itu tidak gampang,kau harus giat dan sungguh-sungguh,intinya kau jangan menyusahkan ku saat kau jadi murid ku hehe!"


"Baik kek!" tegas Darga.


"Oh iya,namaku Rangga aku di juluki harimau utara."


"Krubuk-krubuk!" suara perut. Si kakek tertawa.


"Hahah berhubung aku lapar,anak muda ayo pergi ke rumahku."


"Baik Guru." tegas Darga.


Rangga tersenyum saat dirinya di sebut Guru.


"Ayo ikuti aku Darga!" Ajak Rangga sambil melangkah pergi.

__ADS_1


Darga dan domba peliharaannya mengikuti si kakek yang telah menjadi gurunya itu dari belakang.


__ADS_2